
Karena hari semakin larut, mereka kembali ke kamar hotel. Sedangkan yang memang tinggal di Jakarta pulang ke rumah mereka masing-masing.
Ardi menggendong Tya menuju kamar pengantin mereka. Ardi membawa Tya ke tempat tidur mereka.
" Keluar dulu sebentar. Kak Angga ada di luar membawa bajuku" ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi melangkah menuju pintu dan keluar.Sedangkan Tya, dia melepaskan semua perhiasan yang dipakainya kecuali gelang dan kalung pemberian Ardi serta cincin kawin mereka.
Tya mencoba membuka resleting gaunnya di belakang tapi tangannya tidak dapat menjangkaunya. Karena saat menggunakan gaun tadi dia dibantu pegawai Tante Fara.
" Aduh pake gak sampe lagi " ucap Tya terus berusaha menjangkau resleting gaunnya.
Terdengar suara pintu terbuka dan ternyata itu Ardi membawa sebuah paper bag.
" Kamu kenapa ?" tanya Ardi ketika melihat Tya seperti kesusahan.
" Ini mas mau buka resleting gaun tapi gak sampe " jawab Tya masih berusaha membukanya.
" Biar aku bantu " ucap Ardi meletakan paper bag yang dibawanya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Kemudian Ardi mendekati Tya dan Ardi membuka resleting gaunnya. Ardi berusaha menelan salivanya saat melihat punggung putih Tya.
Ardi duduk tepat di belakang Tya. Kali ini ia tidak bisa menahannya lagi. Hembusan napas Ardi menyetuh punggung Tya.
Tya yang merasakan hembusan napas Ardi di punggungnya. Tubuh Tya langsung bereaksi, dia merasakan ada yang berbeda yang ia rasakan. Tubuhnya menjadi serasa panas.
" Mas sudah?" tanya Tya.
" Sudah " jawab Ardi serak menahan gejolak tubuhnya.
Ardi memeluk Tya dari belakang dan mencium tengkuk Tya. Tya terkejut mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Ardi.
" Mas " ucap Tya mencoba menahan perasaan aneh dalam dirinya.
" Sayang " panggil Ardi.
" Iya mas?" jawab Tya.
" Boleh aku melakukannya? Mengambil hakku itu?" tanya Ardi pada Tya.
Wajah Tya memerah saat Ardi memintanya. Tya tidak bisa menolaknya karena itu sudah menjadi hak Ardi yang sudah sah menjadi suaminya. Akhirnya Tya pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
__ADS_1
Ardi yang sudah mendapatkan persetujuan dari Tya pun melancarkan aksinya. Ardi menurunkan gaun Tya hingga batas pinggang. Kemudian dia mencium punggung dan tengkuk Tya sehingga meninggalkan bekas kepemilikannya.
Ardi membalik badan Tya dan terlihat wajah Tya yang memerah serta kedua tangannya yang menutupi dadanya.
Ardi mengangkat wajah Tya kemudian mencium bibir Ty dengan lembut. Tya menikmati ciuman Ardi pada bibir sehingga tanpa sadar dia mengalungkan kedua tangannya di leher Ardi.
Ardi mulai turun mencium leher Tya dan meninggalkan banyak sekali jejak kepemilikan disana. Setelah puas dengan bibir dan leher Tya, Ardi melihat ke arah dada Tya yang sudah tidak ditutupin apapun. Ardi kembali melancarkan aksinya pada dada Tya. Tya hanya bisa menikmati sesuatu yang baru baginya.
Setelah puas, Ardi melepaskan jas dan kemejan yang dipakainya sehingga memperlihatkan tubuh atletis dan dada bidangnya.
Tya memalingkan wajahnya yang merah saat Ardi bertelanjang dada seperti itu. Ardi langsung menindih Tya dibawahnya. Ardi tersenyum pada Tya.
" Kamu gak perlu malu ini semua milikmu sekarang " ucap Ardi sambil mencium kening Tya.
Kemudian menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh mereka berdua. Terjadilah pergulatan pada dua anak manusia yang sedang berbahagia.
Pergulatan itu terjadi hingga beberapa jam sampai akhirnya Ardi mengakhirinya. Ardi membaringkan tubuh di samping Tya. Ardi tersenyum melihat Tya yang kelelahan. Ardi sangat bahagia menjadi laki-laki pertama dan satu-satunya yang bisa merasakan kenikmatan tubuh Tya.
Ardi menarik Tya ke dalam pelukannya kemudian mengecup keningnya.
" Terima kasih sayang " ucap Ardi semakin mempererat pelukannya.
__ADS_1
Tya hanya tersenyum kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang Ardi. Karena kelelahan selepas pergulatan panas yang mereka lakukan, hanya dengan waktu beberapa menit mereka sudah tertidur.
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ