Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
148. Ngidam


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan dokter Sinta mereka pun menuju apotik untuk menebus vitamin untuk Tya.


" Mas kenapa sih pake tanya itu segala ke dokter Sinta ?" ucap Tya kesal.


" Tanya yang mana sayang ?" ucap Ardi.


" Yang melakukan itu. Aku malu mas" jawab Tya.


" Ya kan biar kita tahu sayang jadi nanti kalo aku minta jatah ke kamu gak bahayain calon anak kita " ucap Ardi.


" Oke kalo gitu mulai sekarang kamu gak usah minta jatah lagi " ucap Tya pada Ardi.


" Kok gitu sayang?"tanya Ardi.


" Kan kamu bilang tadi supaya gak bahayain anak kita jadi selama kehamilanku masih dalam trimester pertama kamu gak dapat jatah " ucap Tya .


" Tapi sayang... " belum sempat Ardi menjawab Tya sudah menatapnya dengan tajam.


Ardi tidak berani melawan Tya jika sudah seperti itu. Mungkin karena hormon ibu hamil Tya menjadi lebih galak dan berani pada Ardi. Karena biasanya Tya akan bersikap lembut pasa Ardi.


Ardi pun menyesali kata-katanya sendiri yang menyebabkan dirinya tidak akan mendapat jatah mungkin selama satu bulanan.


Ardi menembus vitamin untuk Tya. Sedangkan Tya menunggunya tidak jauh dari sana.


Setelah itu mereka pun menuju ke parkiran rumah sakit untuk ke mobil lalu pulang ke rumah. Ardi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil tiba-tiba Tya merasakan liurnya menetes saat mengingat dirinya sedang memakan rujak cingur di Surabaya.

__ADS_1


" Mas " panggil Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi.


" Aku ingin makan rujak cingur khas Surabaya" ucap Tya.


" Ya udah kita beli ya sekarang. Kita cari penjual rujak cingurnya" jawab Ardi.


" Aku gak mau yang di penjualnya mas " ucap Tya.


" Terus?" tanya Ardi.


" Aku mau kamu yang buat rujak cingur untuk aku " jawab Tya dengan mata pupy eyesnya agar Ardi mau menuruti keinginannya.


" Aku mana bisa sayang. Kita beli aja ya atau mau minta Mbok Inem aja buat rujaknya " ucap Ardi.


" Jadi kamu gak mau buatin rujak cingur untuk aku mas " ucap Tya hendak menangis.


Ardi yang melihat Tya hendak menangis pun menjadi bingung.


" Bukannya gak mau sayang tapi aku gak bisa " jawab Ardi.


" Bilang aja kamu gak mau mas. Gak mau memenuhi keinginan aku dan anak kamu " ucap Tya menangis.


Ardi mendengar Tya yang menangis menepikan mobilnya.


" Sayang " panggil Ardi.

__ADS_1


" Jangan nangis dong " ucap Ardi pada Tya.


" Kamu jahat. Kamu gak mau buatin rujak cingur untuk aku dan anak kita. Aku ini lagi ngidam lo mas. Tapi kamu jahat sama aku " ucap Tya tambah menangis.


" Iya udah sayang jangan nangis lagi. Aku buatin rujak cingur untuk kamu dan anak kita " ucap Ardi.


Tya yang mendengarnya pun langsung berhenti menangis. Ia menghampus air matanya dan tersenyum.


" Beneran mas?" tanya Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi.


" Terima kasih suamiku sayang " ucap Tya mencium pipi kiri Ardi.


" Iya sayang " jawab Ardi tersenyum.


Setelah itu Tya langsung berubah ceria. Ardi masih bingung dengan Tya yang sekarang moodnya bisa dengan gampangnya berubah. Tadi menangis dan sekarang kembali ceria.


" Kita ke pasar ya mas beli bahan buat rujak cingurnya " ucap Tya bersemangat.


" Kita langsung pulang aja ya sayang. Aku gak mau kamu capek nanti. Kita minta Mbok Inem aja buat beli bahannya di pasar " jawab Ardi.


" Baiklah. Tapi harus kamu yang bikin rujak cingurnya ya mad jangan Mbok Inem " ucap Tya pada Ardi.


" Iya sayang " ucap Ardi.


Kemudian Ardi menelepon rumah untuk meminta Mbok Inem membeli bahan untuk membuat rujak cingur khas Surabaya.

__ADS_1


__ADS_2