
Di kampus. Yeni baru saja menyelesaikan kelasnya. Dia berencana akan pergi ke rumah Ardi untuk menemui Tya. Saat Yeni sedang berjalan menuju keluar kampus ponselnya berbunyi. Yeni pun mengambil ponsel yang berada di dalam tas. Ternyata Leon mengirimkan pesan padanya.
" Aku tunggu di parkiran " ucap Leon dalam pesannya.
Yeni pun tersenyum setelah membaca pesan itu lalu dia melanjutkan berjalan menuju perkiraan. Tapi lagi-lagi langkahnya terhenti saat ada yang memanggilnya.
" Yeni " panggil Aska berlari menghampiri Yeni.
Yeni pun menghentikan langkah dan membalikkan badanya.
" Eh lo ka. Ada apa?" tanya Yeni.
" Lo pulang kampus mau kemana?" tanya Aska pada Yeni.
" Gue mau ke rumah Ardi mau nemuin mba Tya. Mba Tya hamil " ucap Yeni senang.
" Apa ? Beneran?" ucap Aska dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.
" Gue anter lo ya ke rumah Ardi " ucap Aska.
" Sorry banget ya Ka gue udah janjian sama orang " tolak Yeni.
" Gue duluan ya " ucap Yeni pergi meninggalkan Aska.
" Yeni ada janji sama siapa?" gumam Aska melihat kepergian Yeni.
Saat sampai di parkiran Yeni langsung masuk ke dalam mobil Leon. Terlihat Leon berada di kursi kemudi dengan wajah kesal.
" Kenapa lama sekali? " tanya Leon pada Yeni.
" Maaf ya baru keluar kelas soalnya " ucap Yeni.
" Hmm " jawab Leon lali menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
" Oh iya. Jangan langsung anter aku pulang ya. Anter aku ke rumah Ardi dulu " ucap Yeni pada Leon.
" Mau ngapain ke rumah Ardi?" tanya Leon.
" Aku mau ketemu mba Tya. Mau lihat keadaanya. Dia hamil " jawab Yeni.
" Serius?" ucap Leon dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.
" Nanti anaknya pasti lucu banget. Aku jadi pengen " ucap Yeni membayangkan anak Ardi dan Tya.
" Kalo kamu pengen kita bisa buat " ucap Leon tersenyum smirk.
Yeni yang mendengarnya pun langsung memukul lengan Leon.
" Apaan sih ? Nikah aja belum mau main buat-buat aja" ucap Yeni kesal.
Leon pun hanya tersenyum mendengar ucapan Yeni. Sikap dingin mulai berkurang saat berada di dekat Yeni.
Sedangkan di kediaman keluarga Wicaksono, Tya baru saja bangun dari tidurnya. Dia melihat Ardi yang sedang sibuk dengan laptopnya di sampingnya.
" Sayang kamu udah bangun " ucap Ardi.
" Kamu mau apa sayang?" lanjut Ardi saat melihat Tya hendak beranjak dari tempat tidur.
" Aku mau minum mas " jawab Tya.
" Biar aku aja yang ambil " ucap Ardi.
" Tapi kan kamu lagi sibuk mas " ucap Tya.
" Gak papa sayang " ucap Ardi tersenyum.
Ardi pun beranjak pergi ke dapur untuk mengambil air. Setelah mengambil air Ardi hendak kembali ke kamarnya tapi dia melihat Yeni dan Leon yang sedang berjalan mendekatinya.
__ADS_1
" Kalian kesini?" ucap Ardi.
" Iya. Mana mba Tya aku mau ketemu" jawab Yeni.
" Tya ada di kamar " ucap Ardi.
" Ayo kalo mau ketemu " lanjut Ardi.
Ardi melangkahkan kakinya menuju kamar diikuti oleh Yeni dan Leon. Ardi pun membuka pintu kamar.
" Ayo masuk " ucap Ardi.
Kemudian dia pun masuk diikuti oleh Yeni dan Leon. Terlihat Tya yang sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
" Mba" ucap Yeni langsung menghampiri dan memeluk Tya.
" Yeni lepasin mba gak bisa napas ini " ucap Tya pada Yeni yang terlalu erat memeluknya.
Yeni pun melepaskan pelukannya. " Maaf mba" ucap Yeni.
" Ini sayang minumnya " ucap Ardi memberikan segelas air pada Tya.
" Terima kasih mas " ucap Tya.
Tya pun meminum air itu karena memang dia sudah sangat haus. Setelah itu dia menaruh gelas iti di nakas.
Sedangkan Ardi mendudukkan tubuhnya di sofa bersama Leon.
" Selamat ya mba. Aku bahagia banget denger mba hamil. Aku bakal punya ponakan baru " ucap Yeni senang.
" Iya dek makasih ya " ucap Tya tersenyum.
Mereka pun mengobrol hingga hari menjelang siang. Setelah itu Yeni dan Leon pun berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ