Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
39. Memberi Pelajaran


__ADS_3

Ternyata banyak juga siswa yang menyaksikan kejadian itu.


Di sisi lain Leon langsung menghampiri Cintia.


" Lo ya, berani-beraninya mau celakain Tya" Ucap Leon marah.


" Kenapa?? Udah gue bilang gue gak bakal biarin dia tambah deket sama Ardi, makanya gue bikin dia mati aja sekalian" ucap Cintia keras.


Plakk.


Leon menampar pipi Cintia.


" Keterlaluan ya lo" ucap Leon tambah marah.


" Berani ya lo nampar gue" ucap Cintia memegang pipinya yang ditampar Leon.


" Itu gak seberapa, liat aja nanti gue bakal kasih lo pelajaran kalo lo berani nyakitin Tya lagi" ucap Leon.


Lalu datang kepala sekolah menghampiri mereka.


" Cintia, sekarang kamu ikut ke ruangan bapak" ucap kepala sekolah.


Leon pun juga beranjak pergi mencari Tya.


Di kelas Tya sudah mulai tenang dari rasa takutnya.


" Tya maafin aku ya, kalo aku gak ninggalin kamu ke toilet tadi pasti gak akan ada kejadian ini" ucap Ardi dia sangat merasa bersalah.


"Bukan salah kamu kok Ar" ucap Tya tersenyum.


" Tapi..... " belum Ardi menyelesaikan ucapannya bibir Ardi sudah dihentikan jari Tya.


Tya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Dasar tu nenek lampir ya, keterlaluan banget" ucap Reno geram.


" Iya gak ada kapoknya" lanjut Lisa.


Tak berapa ternyata orang tua Tya menghampiri mereka.


" Sayang, kamu gak papa kan?" tanya bu Sari khawatir.


" Ibu" ucap Tya. " Kenapa kalian ke sini" ucap Tya.

__ADS_1


" Kepala sekolah memberi kabar kalau kamu hampir saja celaka jadi kami lamgsung ke sini"ucap Ayah Nadi.


" Aku baik-baik aja kok" ucap Tya.


Tak lama Leon datang dan menyapa orang tua Tya.


" Tya kamu gak papa?" ucap Leon.


Tya menganggukan kepalanya dan terseyum.


" Sepertinya dia sangat mengkhawatirkan Tya tadi juga aku melihatnya saat kejadian" batin Ardi.


Saat mereka sedang mengobrol ada siswa yang menghampiri mereka.


" Tya kamu dipanggil kepala sekolah" ucap Siswa itu. " Kamu juga Ardi" lanjutnya.


Setelah itu siswa itu pergi meninggalkan mereka.


" Sebaiknya kita segera ke ruangan kepala sekolah" ucap Ayah Nadi dan diangguki bu Sari.


Saat Ayah Nadi hendak mendorong kursi roda Tya, Ardi mencegahnya.


" Biar Ardi aja paman" ucap Ardi.


Mereka pun menuju ruang kepala sekolah.


" Ardi ternyata juga sudah dekat dengan orang tua Tya" gumam Leon. Hatinya sedikit sesak menyaksikan itu.


Sesampainya di ruang kepala sekolah mereka pun masuk.


" Permisi pak"ucap Ayah Nadi.


" Silahkan masuk pak" ucap kepala sekolah.


Ternyata di sana sudah ada Cintia dan orang tua nya.


" Ardi sebentar lagi juga orang tua kamu datang, kebetulan mereka tadi sedang menuju ke kota ini" ucap kepala sekolah.


" Iya pak" ucap Ardi.


Tak lama orang tua Ardi pun datang. " Permisi" ucap Ayah Ardi Pak Gunawan.


"Ayah, Ibu " ucap Ardi.

__ADS_1


"Silahkan masuk pak" ucap kelapa sekolah.


" Begini pak saya memamggil kalian kemari karena kejadia tadi Cintia yang mencoba mencelakai Tya" ucap kepala sekolah.


" Kami minta maaf pak atas tindakan putri kami terutama pada nak Tya" ucap Ayah Cintia meminta maaf.


" Tindakan putri bapak benar-benar sangat keterlaluan, dia hampir saja mencelakai putri saya" ucap Ayah Nadi.


" Cintia apa alasan kamu mencelakai Tya" tanya kepala sekolah.


" Ini semua juga gara-gara dia pak, dia kegatelen banget deketin Ardi, Ardi kan pacar saya" ucap Cintia.


" Apa bener itu Ardi?" tanya pak Gunawan.


" Nggak yah" ucap Ardi.


" Eh Cintia aku bukan pacar kamu ya dan udah aku tegasin aku gak suka sama kamu" ucap Ardi marah.


"Tapi kan aku suka sama kamu Ar" ucap Cintia.


" Cukup Cintia, sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan putri saya" ucap Ayah Cintia.


" Gimana pak Nadi?" tanya Kepala sekolah.


" Tya gimana?" tanya Ayah Nadi pada Tya.


" Aku sudah memaafkan Cintia" ucap Tya.


" Anda bisa dengar sendiri dari putri saya, selanjutnya terserah pada Anda" ucap Ayah Nadi pada kepala sekolah.


" Kesalahan Cintia ini sudah termasuk ingin menghilangkan nyawa orang lain, kami dari sekolah memutuskan untuk mengeluarkan Cintia dari sekolah" ucap kepala sekolah tegas.


" Lo gak bisa gitu dong pak" ucap Cintia tidak terima.


" Cintia diam" bentak Ayah Cintia, seketika Cintia pun langsung terdiam.


" Terima kasih pak, kami terima keputusan bapak, kami permisi dulu" ucap Ayah Cintia kemudia meninggalkan ruang kepala sekolah.


" Kami juga permisi pak" ucap pak Gunawan.


" Baiklah, untuk Tya dan Ardi kalian juga bisa pulang karena sebentar lagi jam pulang" ucap kepala sekolah.


" Baik pak" ucap Ardi dan Tya bersamaan.

__ADS_1


Kemudian mereka meninggalkan ruang kepala sekolah.


__ADS_2