Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
150. Kedatangan Orang Tua Tya


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Tya masih merasakan mual pada pagi hari. Ardi masih tidak mengizinkan pergi kuliah sampai keadaan kandungan benar-benar kuat. Jadi setiap harinya Ardi meminta sang dosen untuk mengajar Tya di rumah. Sedangkan Ardi sudah mulai kuliah dan kerja kembali.


Pagi itu Tya sedang menyiapkan baju ganti untuk Ardi dan meletakkannya di atas tempat tidur. Tak lama terlihat Ardi keluar dari kamar mandi dengan handuk berada di pinggangnya.


Ardi pun langsung memakai baju yang telah disiapkan oleh Tya. Sedangkan memoles make up pada wajahnya di meja rias.


Ardi mendekati Tya dan memeluknya dari belakang. Ardi menciumi leher Tya yang membuat sang pemilik leher merasa geli.


" Mas " ucap Tya.


" Hmm" ucap Ardi.


" Ini lepasin ih " ucap Tya.


" Gak mau " jawab Ardi.


" Ayah dan ibu jadi kan datang hari ini?" tanya Ardi pada Tya.


" Iya mas. Tadi ibu telepon katanya pesawatnya landing jam dua belas siang " jawab Tya.


" Hmm aku masih ada kelas jam segitu gak bisa jemput ayah dan ibu " ucap Ardi.


" Gak papa mas. Biar Mang Asep aja nanti yang jemput ayah dan ibu " ucap Tya tersenyum.


" Sekarang kita keluar yuk. Ayah dan ibu pasti sudah menunggu di meja makan " lanjut Tya.


" Iya sayang " ucap Ardi mencium puncak kepala Tya.


Kemudian Ardi mendorong kursi roda Tya menuju meja makan. Terlihat Pak Gunawan dan Bu Dewi juga baru keluar dari kamar mereka.


" Pagi ayah ibu " ucap Tya tersenyum saat melihat Pak Gunawan dan Bu Dewi.


" Pagi sayang " jawab Bu Dewi dan Pak Gunawan.


Kemudian mereka pun duduk dan memulai sarapan. Tya melayani suaminya dengan mengambilkan nasi dan lauk untuk Ardi.

__ADS_1


" Terima kasih sayang " ucap Ardi.


" Sama-sama mas " jawab Tya tersenyum.


Mbok Inem datang dengan membawa sebuah mangkok yang berisi bubur kacang hijau untuk Tya.


" Nona muda ini bubur kacang hijau yang anda minta " ucap Mbok Inem memberikan bubur kacang hijau itu pada Tya.


" Terima kasih ya mbok " ucap Tya tersenyum.


" Sama-sama nona muda. Saya permisi dulu " ucap Mbok Inem.


Tya pun menganggukkan kepalanya. Mbok Inem pun kembali ke dapur.


" Kamu kok cuma makan bubur kacang hijau sayang?" tanya Ardi pada Tya.


" Aku lagi pengen banget bubur kacang hijau mas " jawab Tya.


" Tapi apa itu cukup buat kamu dan calon bayi kita kenyang ?" ucap Ardi.


" Cukup kok mas. Lagian aku lagi gak pengen makan nasi " jawab Tya.


" Iya bu " jawab Ardi.


Setelah selesai sarapan Pak Gunawan pergi ke kantor bersama Mang Udin. Sedangkan Ardi berangkat ke kampus membawa mobilnya sendiri.


" Aku berangkat dulu ya sayang" ucap Ardi pada Tya.


" Iya mas. Kamu hati-hati ya " ucap Tya kemudian mencium tangan Ardi.


Ardi pun tak lupa untuk mencium kening istrinya.


" Assalamualaikum " ucap Ardi.


" Walaikumsalam " jawab Tya.

__ADS_1


Setelah Ardi berangkat Tya pergi ke dapur menyusul ibu mertuanya. Terlihat Bu Dewi sedang membuat adonan.


" Ibu bikin apa?" tanya Tya.


" Ibu bikin kue sayang " jawab Bu Dewi.


" Aku bantu ya bu " ucap Tya.


" Iya sayang. Tapi jangan sampai itu membuat kamu lelah " ucap Bu Dewi.


" Nggak kok bu " jawab Tya.


Kemudian Tya pun membantu Bu Dewi untuk membuat kue.


Hari pun beranjak siang. Tya yang baru saja selesai melaksanakan sholat dzuhur pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang. Disana sudah ada Mbok Inem yang baru selesai memasak. Tya dan Mbok Inem pun mulai menyusun makanan itu di meja makan.


Kemudian terdengar suara bel berbunyi. Mbok Inem pun langsung membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.


Tya yang sedang asik menata makanan pun dikagetkan dengan suara ibunya.


" Sayang " panggil Bu Sari.


Tya pun menoleh ke sumber suara. " Ibu " ucap Tya tersenyum.


Tya pun menghampiri ibunya dan langsung memeluknya. Kemudian Tya juga memeluk ayahnya.


" Bagaimana kabarmu sayang?" tanya Ayah Nadi pada Tya.


" Aku sangat baik ayah " jawab Tya.


" Dan bagaimana kabar calon cucu ibu ini " ucap Bu Sari mengelus perut Tya yang masih rata.


" Dia juga baik bu. Dia sangat sehat " jawab Tya tersenyum.


Kemudian Ayah Nadi dan Bu Sari memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu. Setelah itu Tya mengajak ayah dan ibunya untuk makan siang bersamanya dan juga Bu Dewi. Bu Dewi menyamput kedatangan besannya dengan sangat ramah.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


Maaf baru bisa up lagi karena kemarin saya sakit πŸ™ Tetap tunggu episode-episode selanjutnya ya 😊


__ADS_2