Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
245. ASI Macet 1


__ADS_3

Keesokkan paginya, Tya bangun saat menjelang subuh. Ia pun langsung membangun Ardi untuk segera mandi sebelum subuh karena tadi malam mereka langsung tidur setelah pertempuran itu tanpa mandi terlebih dahulu.


" Mas bangun " ucap Tya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ardi yang sedang memeluknya.


" Hmm sebentar sayang " jawab Ardi malah semakin mempererat pelukannya.


" Bentar lagi subuh mas. Ayo bangun terus mandi " ucap Tya.


" Tapi ***** dulu ya baru bangun " ucap Ardi sambil meremas buah dada Tya di bawah selimut.


" Mas jangan nakal deh " ucap Tya kesal.


Ia pun menjauhkan tangan Ardi dari dadanya.


" Kalo gak mau bangun aku gak bakal kasih jatah lagi " ancam Tya.


Mendengar ancaman Tya, Ardi pun langsung mendudukkan tubuhnya diikuti Tya di sampingnya.


" Jangan dong sayang. Mana bisa begitu, aku kan punya istri masa gak anu-anu " ucap Ardi.


" Makanya sekarang kamu mandi. Nanti gantian sama aku " ucap Tya.


" Kalo bisa bareng kenapa harus gantian " jawab Ardi.


Ardi turun dari tempat tidur tidak menggunakan apapun dan langsung menggendong Tya ke kamar mandi. Mereka pun mandi bersama, benar-benar hanya mandi karena sebentar lagi subuh.


Setelah mandi dan sholat subuh, Tya mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur. Tubuhnya terasa remuk setelah melayani Ardi tadi malam.

__ADS_1


Ardi datang bersama Aditya yang sudah bangun dan menghampiri Tya.


" Sayang, Adit lapar nih " ucap Ardi karena tadi Aditya sempat menangis tapi popoknya tidak basah.


Ardi memberikan Aditya pada Tya dan memastikan posisinya nyaman untuk menyusui. Tya membuka kancing bajunya dan menyusui Aditya. Tapi tiba-tiba saja ASI-nya tidak mau keluar, Tya sudah beberapa kali mencoba menyusui Aditya tapi tetap saja tidak mau keluar. Aditya pun menangis karena tidak mendapatkan makanan.


" Mas ASI-nya gak mau keluar " ucap Tya pada Ardi.


" Lah terus gimana dong sayang? " tanya Ardi bingung.


Karena tidak tega melihat Aditya terus menangis, Tya pun menyuruh Ardi untuk memanaskan ASI-nya yang sudah ia pompa di kulkas.


" Tolong kamu panasin ASI di freezer mas. Kasian Adit udah lapar " ucap Tya pada Ardi.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Ardi pun segera keluar dan langsung menuju dapur. Ia mengambil ASI Tya di freezer lalu memanaskannya.


" Manasin asi Bu buat Adit " jawab Ardi.


" Memangnya Tya kenapa? " tanya Bu Dewi.


Karena biasanya Tya selalu menyusui Aditya secara langsung saat ia berada di rumah dan ASI di botol susu hanya saat ia pergi.


" ASI Tya gak mau keluar Bu " jawab Ardi.


" Dari kapan? " tanya Bu Dewi.

__ADS_1


" Pagi ini Bu " jawab Ardi memasukkan ASI ke dalam botol susu.


" Kalau sampai nanti siang atau sore belum mau keluar juga, kamu bawa Tya ke dokter. Persediaan ASI di freezer gak banyak kasian Adit. Biasanya kan Tya menyusui Adit langsung jadi jarang mompa " ucap Bu Dewi.


" Iya Bu " jawab Ardi.


" Ardi ke kamar dulu Bu " ucap Ardi.


Kemudian Ardi pun pergi ke kamarnya untuk memberikan ASI itu pada Aditya.


" Ini sayang " ucap Ardi memberikan botol susu pada Tya.


Tya menerima botol susu itu dan langsung memberikannya pada Aditya. Aditya pun meminumnya dengan sangat lahap karena ia memang sudah lapar.


" Masih gak mau keluar sayang? " tanya Ardi pada Tya.


" Iya mas " jawab Tya.


" Kalo masih belum keluar juga nanti kita ke dokter ya " ucap Ardi.


" Iya mas " jawab Tya.


Setelah itu Ardi pun bersiap-siap untuk pergi ke kampus.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2