
Hari sudah menjelang malam. Para tamu undangan pun satu persatu sudah pulang. Para keluarga dan teman-teman semua menginap di hotel tersebut. Tapi tidak dengan Ardi dan Tya. Tya merengek pada suaminya untuk pulang saja ke rumah orang tuanya.
" Ini kunci rumah " ucap Ayah Nadi memberikan kunci rumah pada Ardi.
" Terima kasih yah " ucap Ardi.
" Dek ini kado dari mba " ucap Tya memberikan sebuah paper bag.
" Apa ini mba?" ucap Yeni hendak membuka paper bag itu.
" Nanti aja bukanya. Jangan lupa dipakai malam ini. Kalo enggak mba bakal marah nanti " ucap Tya tersenyum.
" Iya mba. Terima kasih ya " jawab Yeni.
Tya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Kami pamit dulu " ucap Ardi pada semua orang yang ada disana.
Kemudian Ardi dan Tya pun mencium tangan para orang tua. Ardi mendekat pada Leon dan berbisik padanya.
" Semangat tempurnya malam ini " bisik Ardi.
Leon hanya bisa mendengus kesal saat mendengar itu.
" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Ardi dan Tya pun masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan hotel.
" Mas kita jangan pulang dulu ya " ucap Tya pada Ardi.
" Kenapa sayang?" tanya Ardi.
" Aku ingin jalan-jalan dulu mas. Besok kan kita akan kembali ke Jakarta " jawab Tya.
" Tapi ini sudah malam sayang " ucap Ardi.
__ADS_1
" Pokoknya aku ingin jalan-jalan. Ini juga mau anak kita mas. Kamu mau buat aku dan anak kita sedih karena tidak bisa jalan-jalan " ucap Tya.
Ardi pun menghembuskan napasnya panjang. Dia tidak bisa menolak jika Tya sudah berkata seperti itu.
" Baiklah tapi sebentar aja ya " jawab Ardi.
" Makasih mas " ucap Tya tersenyum senang.
Ardi pun tersenyum melihat Tya yang begitu senang.
Ardi melajukan mobilnya mengelilingi kota Surabaya. Terlihat Tya sangat senang. Saat mereka sedang menikmati suasana kota Surabya di malam hari dalam mobil. Tya melihat ada penjual martabak dan meminta Ardi untuk membelinya.
" Mas kita beli martabak dulu ya. Aku ingin martabak yang dijual di gerobak itu " ucap Tya menunjuk penjual martabak.
" Baiklah " jawab Ardi.
Kemudian Ardi melajukan mobilnya menuju gerobak martabak itu.
" Kamu tunggu disini. Aku aja yang beli. Angin malam gak bagus buat kamu " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas " jawab Tya.
" Manis yang topingnya keju mas. Minta sama abangnya kejunya yang banyak " jawab Tya.
" Baiklah. Aku beli dulu " ucap Ardi.
Ardi pun keluar dari mobilnya lalu menghampiri penjual martabak tersebut.
" Bang martabak manisnya satu yang toping keju ya. Tolong kejunya yang banyak ya mas " ucap Ardi pada penjual martabak tersebut.
" Baik mas " jawab si penjual martabak.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit akhirnya martabak pesanan Ardi pun selesai.
" Ini mas " ucap penjual martabak memberikan sebuah kantong plastik berisi martabak pada Ardi.
" Berapa bang?" tanya Ardi.
__ADS_1
" Dua puluh ribu " jawab penjual martabak tersebut.
Ardi mengeluarkan selembar uang seratus ribuan dari dompetnya lalu memberikannya pada penjual martabak tersebut.
" Ambil aja kembaliannya " ucap Ardi.
" Tapi ini banyak sekali mas " ucap penjual martabak.
" Gak papa. Itu rezeki abang " jawab Ardi tersenyum.
Kemudian Ardi meninggalkan gerobak penjual martabak tersebut. Ardi masuk ke dalam mobilnya kembali.
" Ini sayang " ucap Ardi memberikan kantok plastik berisi martabak itu pada Tya.
" Terima kasih mas " ucap Tya tersenyum.
Tya menerima kantok plastik tersebut lalu membukanya. Tya mengambil satu potong martabak dan memakannya.
" Ini enak banget mas " ucap Tya sambil mengunyah martabak tersebut.
" Kamu cobain deh mas " lanjutnya menyuapkan sepotong martabak pada Ardi.
Ardi membuka mulutnya dan memakan martabak tersebut.
" Iya sayang ini enak " ucap Ardi.
Tya pun memakan martabak itu sampai habis. Ardi hanya tersebut melihat itu.
" Sekarang kita pulang ya. Ini sudah malam " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Kemudian Ardi melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya. Sesampainya disana Ardi melihat Tya yang sudah tertidur nyenyak. Ardi pun menggendong Tya keluar dari mobil setelah membuka pintu dengan kunci yang diberikan Ayah Nadi.
Ardi membawa Tya ke dalam kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur. Ardi melepaskan jas yang dia pakai lalu naik ke atas tempat tidur.
" Selamat malam sayang " ucap Ardi mencium kening Tya.
__ADS_1
Kemudian Ardi tidur dengan memeluk Tya tanpa mengganti pakaian mereka terlebih dahulu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ-----