
Keesokan harinya Leon dan Yeni sudah berada di kediaman keluarga Wicaksono. Mereka akan berangkat bersama ke Lembang Bandung.
" Ayah ibu kami pamit. Doakan kami bisa membawa Tya kembali " ucap Ardi pada kedua orang tuanya dan juga mertuanya.
" Doa kami menyertai kalian " jawab Bu Sari.
" Hubungi kami jika kalian perlu bantuan " ucap Pak Gunawan.
Mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya. Setelah berpamitan mereka langsung berangkat menggunakan mobil Leon. Angga dan anak buahnya sudah berangkat ke Lembang terlebih dahulu untuk melihat keadaan.
Di dalam mobil tidak ada satu pun yang memulai pembicaraan. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam mereka pun sampai di sebuah vila yang sudah disiapkan oleh Leon. Mereka turun dari mobil dan memasuki vila tersebut.
" Disini ada beberapa kamar kalian bisa memilihnya sendiri untuk beristirahat " ucap Leon lalu mamasuki salah satu kamar begitu juga dengan Ardi dan Yeni.
Hari pun berganti malam. Mereka sedang berkumpul di ruang tamu. Disana juga sudah ada Angga dan beberapa anak buahnya dan anak buah Leon.
" Keadaan aman tuan. Mereka tidak menyadari jika kita berada disini " ucap Angga.
" Bagus. Besok siang kita akan pergi ke sana " ucap Leon.
" Lebih baik kita istirahat sekarang " ucap Ardi dan diangguki oleh mereka.
Mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka sudah bersiap akan pergi ke vila Tuan Smith. Ardi dan Yeni sudah siap dengan penyamaran mereka.
" Kalian awasi dari kejauhan. Jika aku atau Leon sudah memberi kode baru kalian bertindak " ucap Ardi pada anak buahnya.
" Baik tuan " jawab mereka.
Mereka pun berangkat dengan mengendarai mobil milik Leon. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di vila tersebut.
Mereka turun dari mobil dan sudah ada Tuan Smith di depan vila.
" Paman " ucap Leon.
" Kau bersama siapa?" tanya Tuan Smith saat melihat Leon bersama dua orang asing.
" Apakah itu perlu? Tidakkah sebaiknya kalian menikah diam-diam saja " ucap Tuan Smith.
" Apakah paman lupa bahwa paman ingin membuat Om Gunawan dan Ardi menderita dengan menikahkanku dengan Tya. Jika aku mengadakan pernikahan yang lebih megah dari mereka maka mereka akan lebih menderita dengan melihat orang yang mereka cintai menikah dengan orang lain dan juga Tya akan lebih mencintaiku karena wanita akan menyukai jika lelakinya membuat sesuatu yang mewah untuknya. Aku ingin dia yang memilih pernikahan seperti apa yang dia inginkan denganku. Kita akan mendapatkan keuntungan dari ini. Paman bisa membalaskan dendam paman dan aku bisa mendapatkan gadis yang aku cintai " ucap Leon tersenyum miring. Dia berusaha menyakinkan Tuan Smith.
" Hebat sekali aktingnya. Jika bukan akting aku sudah membunuhmu " batin Ardi.
" Kau benar Leon " ucap Tuan Smith tersenyum.
" Sekarang temuilah dia di kamarnya " lanjut Tuan Smith.
" Baik paman. Kalian berdua ikuti aku " ucap Leon.
__ADS_1
" Baik tuan " ucap Ardi dan Tya supaya lebih menyakinkan.
Mereka pun menuju kamar yang di tempati oleh Tya. Leon membuka pintu kamar itu dan memasukinya diikuti oleh Ardi dan Yeni.
Terlihat Tya sedang duduk menatap jendela. Ardi yang melihat Tya setelah beberapa hari ingin sekali memeluknya.
" Sayang " panggil Ardi.
Tya pun membalikkan tubuhnya. " Mas Ardi?" ucap Tya.
Ardi pun langsung mendekati Tya dan memeluknya. Tya pun membalas pelukan Ardi. Dia sangat merindukan suaminya itu. Tya tidak bisa menahan air matanya lagi.
Ardi melepaskan pelukan itu dan mencium kening Tya cukup lama setelah itu melepaskannya. Ardi menangkup wajah Tya dengan kedua tangannya. Lalu menghampus air mata Tya dengan ibu jarinya.
" Kamu tenang saja. Aku sudah ada disini untuk membawamu kembali " ucap Ardi pada Tya.
Tya pun menganggukkan kepalanya dan memeluk Ardi kembali.
Leon dan Yeni tersenyum melihat mereka berdua.
" Kamu cemburu?" tanya Ardi pada Leon.
Leon menjawabnya dengan sebuah gelengan dan itu mampu membuat Yeni merasa bahagia.
Mohon batuan vote, like dan komentarnya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ
__ADS_1