Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
21. Dijemput


__ADS_3

Setelah mematikan telponnya, Tya tersenyum mengingat Ardi yang akan menjemputnya.


" Cie, kayanya Ardi suka sama mba deh" goda Yeni sambil tertawa.


" Apaan sih" ucap Tya, sekarang wajahnya sudah semerah tomat karna malu.


" Sikapnya ke mba tu beda, aku yakin dia suka sama mba" ucap Yeni lagi.


" Gak mungkin lah Ardi suka sama mba, lagi pula keadaan mba gini" ucap Tya lagi.


Yeni pun menggenggam tangan Tya. " Kalo Ardi tulus, dia gak peduli itu, dia pasti nerima mba apa adanya" ucap Yeni.


" Iya dek, tapi mba gak mau terlalu berharap, kalo ternyata Ardi gak suka gimana?" ucap Tya.


" Tapi perasaan mba ke Ardi gimana?" tanya Yeni penasaran dengan perasaan Tya terhadap Ardi.


" Gimana ya, mba nyaman deket dia, dia buat mba senyum terus sama tingkahnya walau kadang kesel tapi tu slalu kebayang terus, apalagi nih jantung kalo deket dia kaya mau copot" ucap Tya tersenyum mengingat saat bersama Ardi.


" Berarti mba suka sama dia, jatuh cinta sama dia" ucap Yeni.


" Mungkin sih, tapi ya udah lah mending kita tidur aja" ajak Tya. Lalu mereka beranjak tidur.


Tya bangun lebih dahulu dibanding Yeni. Tya melihat jam ternyata hampir masuk waktu subuh, dan tak lama suara azdan pun terdengar.


" Dek bangun, udah subuh" ucap Tya sambil menggoyangkan tubuh Yeni.


" Hmm iya mba" jawab Yeni sambil mengucek matanya.

__ADS_1


Tya dan Yeni pun mandi dan setelah itu melaksanakan sholat subuh. Setelah itu mereka bersiap-siap untuk sekolah.


Mereka hanya sarapan roti dan susu karena tidak sempat untuk memasak. Saat mereka sedang sarapan, ada suara seseorang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Tok tok tok.


" Assalamualaikum" ucap orang tersebut.


" Walaikumsalam" jawab Yeni dan Tya bersamaan.


" Aku liat dulu ke depan mba" ucap Yeni beranjak dari duduknya. Tya hanya mengangguk.


Saat membuka pintu, ternyata Ardi yang datang.


" Eh Ardi, cepet banget datengnya" ucap Yeni.


" Gak sabar ya pengen ketemu mba Tya" lanjut Yeni menggoda Ardi sambil menaik turunkan alisnya.


Yeni hanya tertawa melihat itu. " Ya udah, ayo masuk mba Tya masih sarapan" ucap Yeni lalu masuk ke rumah diikuti Ardi.


" Selamat pagi" ucap Ardi saat sudah berada di meja makan.


" Pagi. Pagi banget, kamu udah sarapan?" tanya Tya.


" Belum hehe" jawab Ardi menunjukkan jejeran giginya.


" Aku buatin roti ya " ucap Tya.

__ADS_1


" Boleh deh" ucap Ardi. Lalu Tya pun mulai mengoleskan selai pada roti.


Sedangkan Yeni hanya melihat interaksi mereka sambil tersenyum. Lalu dia menyiapkan bekal untuknya dan Tya.


" Ini, di minum juga susunya" ucap Tya memberikan roti kepada Ardi lalu menuangkan susu ke gelas Ardi.


Ardi pun memakan roti dan meminum susunya.


" Ehem, di kacangin nih" sindir Yeni karna dari tadi mereka hanya asik ngobrol berdua.


" Apaan sih dek" ucap Tya karena disindir Yeni


" Bilang aja lo iri kan gak bisa gini sama Aska" ucap Ardi sambil tertawa. Dia memang tau kalau Aska dan Yeni saling menyukai tapi mereka tidak sadar, dan Yeni tidak mau mengakuinya.


" Apaan sih, kenapa juga bawa Aska" ucap Yeni kesal. Ardi masih tertawa dan diikuti Tya.


Setelah mereka selesai sarapan mereka lalu berangkat ke sekolah. Ardi memaksa lagi untuk membantu menggendong Tya dan melarang Yeni.


Tya yang pendapat perlakuan seperti itu dari Ardi seketika jantungnya berdegub kencang seperti lampu disko.


Saat hendak membawa Tya ke motor Yeni, Yeni mencegahnya.


" Ar, mba Tya ikut kamu aja gak papa kan" ucap Yeni. Dia ingin Ardi dan Tya tambah dekat.


" Tapi... " belum sempat Tya menjawab langsung dipotong oleh Ardi.


" Iya, kamu ikut aku aja , tenang aja aman kok" ucap Ardi lalu membawa Tya ke motornya. Tya pun pasrah.

__ADS_1


" Pegangan ya" ucap Ardi sambil menaruh tangan Tya di pinggangnya. Jantung Tya seakan ingin melompat karna perlakuan Ardi.


Lalu mereka pun menuju sekolah yang hanya menempuh waktu 15 menit dari rumah Tya.


__ADS_2