Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
138. Melepaskan Rindu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusan permasalahan dengan Tuan Smith, mereka pun menuju vila dan akan kembali ke Jakarta besok pagi karena hari sudah beranjak petang.


Sesampainya di vila terlihat Yeni berdiri di depan vila menunggu mereka. Ardi menggendong Tya turun dari mobil dan diikuti oleh Leon di belakang.


" Assalamualaikum " ucap mereka.


" Walaikumsalam " jawab Yeni.


" Alhamdulillah kalian semua kembali dengan selamat " ucap Yeni senang.


" Iya Yen. Alhamdulillah " jawab Ardi tersenyum.


" Ayo kita masuk " ucap Yeni.


Mereka semua pun masuk ke dalam vila tersebut.


" Kita ke kamar duluan " ucap Ardi dan diangguki oleh Yeni dan Leon.


Setelah Ardi dan Tya masuk ke kamar mereka Yeni langsung memeluk Yeni. Leon yang terkejut karena Yeni tiba-tiba memeluknya hanya terdiam dan tidak membalas pelukan Yeni.


Jantungnya berdetak begitu cepat seperti pacuan kuda.


" Aduh jantungku begini lagi " batin Leon.


" Terima kasih. Kamu menepati janjimu dengan akan kembali dengan baik-baik saja " ucap Yeni pada Leon.


" Aku sudah berjanji padamu dan aku harus menepatinya " jawab Leon.


Yeni pun melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Leon.


" Lebih baik kamu bersihkan dirimu sekarang. Sebentar lagi hari akan berganti malam " ucap Yeni.

__ADS_1


Leon pun menganggukkan kepalanya lalu beranjak pergi menuju kamar yang tempatinya. Begitu juga dengan Yeni.


Sedangkan Ardi sejak membawa Tya ke kamar tadi dia terus memeluk Tya dan tidak ingin melepaskannya.


" Mas lepaain ih. Kamu udah meluk aku dari tadi " ucap Tya.


" Aku masih kangen sama kamu sayang " jawab Ardi sambil mencium tengkuk Tya.


" Kangennya dilanjutin nanti lagi. Aku gerah banget pengen mandi " ucap Tya mencoba melepaskan pelukan Ardi.


" Kita mandi bareng " ucap Ardi menggendong Tya ala bridal style.


" Enggak " jawab Tya cepat.


" Kenapa?" tanya Ardi.


Tya pun mencoba mencari alasan. Jika harus mandi berdua dengan Ardi akan memakan waktu yang lama.


" Mas aku kan gak punya baju ganti. Kamu tolong cariin ya " ucap Tya pada Ardi.


" Terima kasih mas " ucap Tya mencium pipi Ardi.


" Kamu udah berani ya " ucap Ardi yang mendapatkan ciuman di pipi dari Tya dan Tya pun hanya tersenyum.


Ardi membawa Tya ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut. Kemudian dia keluar untuk meminta Angga mencari baju ganti untuk Tya.


Lima belas menit kemudian Tya sudah selesai dengan ritual mandinya. Tya mencoba keluar dari kamar mandi sendiri dengan memegang dinding.


Tak berapa lama Ardi pun memasuki kamardengan membawa paper bag.


" Kamu kenapa gak nunggu aku sayang " ucap Ardi saat melihat Tya sudah duduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


" Aku masih bisa sendiri kok mas " jawab Tya.


" Ini. Ada mukena juga di dalam " ucap Ardi memberikan paper bag yang dibawanya pada Tya.


" Terima kasih mas" ucap Tya menerima paper bag itu.


" Iya sayang " jawab Ardi.


" Mending mas mandi sekarang " ucap Tya pada Ardi.


" Iya " jawab Ardi kemudian memasuki kamar mandi.


Tya pun langsung memakai bajunya dan tak lupa juga menyiapkan baju untuk Ardi. Setelah Ardi selesai mandi mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah.


Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah mereka keluar kamar untuk makan malam. Disana sudah ada Yeni dan Leon.


" Semoga kalian suka ya sama masakan aku " ucap Yeni pada mereka.


" Sejak kapan kamu bisa masak dek? " tanya Tya pada Yeni.


" Lumayan lama sih mba tapi ya masih belajar " jawab Yeni.


Kemudian mereka makan malam bersama dengan tenang. Setelah selesai makan malam Ardi langsung membawa Tya ke kamar mereka.


Setelah sampai di kamar, Ardi langsung memeluk Tya dan menciumi tengkuk Tya.


" Mas " panggi Tya dengan suara serak karena mulai terpancing dengan perlakuan Ardi.


" Sayang apa boleh aku memintanya. Aku sangat menginginkannya. Beberapa hari ini aku tidak mendapatkan hakku " ucap Ardi pada Tya dan Tya pun menganggukkan kepalanya karena memang dia juga merindukan sentuhan dari suaminya.


Setelah mendapat persetujuan dari sang istri Ardi pun langsung membalik tubuh Tya menghadap dirinya. Kemudian langsung mencium bibir Tya dengan penuh gairah. Tya terkejut Ardi mencium bibirnya tanpa aba-aba tapi setelah itu Tya juga menikmatinya.

__ADS_1


Mereka pun melakukan penyatuan setelah beberapa hari menahan rindu. Malam itu mereka melepaskan rindu yang terpendem. Hanya terdengar erangan dan desahan di kamar itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2