Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
266. Penuh Haru


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam empat puluh menit akhirnya Ardi dan Tya serta Aditya sampai di Surabaya. Mereka akan dijemput oleh Andi dan Rina serta Alika yang sekarang sudah berusia empat tahun.


Ardi dan Tya langsung menghampiri Andi dan Rina yang sudah menunggu mereka di luar bandara.


" Mas Andi, Mbak Rina " ucap Tya saat melihat Andi dan Rina.


" Tya " ucap Rina.


Tya yang sedang menggendong Aditya langsung memeluk Rina. Begitu juga dengan Rina yang membalas pelukan Tya.


" Mbak nyangka kamu bisa berjalan sekarang " ucap Rina pada Tya.


" Iya Mbak, aku juga masih gak nyangka " jawab Tya.


" Kami ikut seneng liat kamu sudah bisa berjalan Tya " ucap Andi.


" Iya Mas, makasih " jawab Tya tersenyum.


Aditya yang berada di gendongan Tya menatap Andi dan Rina dengan bingung karena ia merasa asing dengan wajah-wajah mereka.


" Hey ponakan Bude sudah besar " ucap Rina saat melihat Aditya.


Aditya pun tertawa dan saat Rina ingin menggendongnya, Aditya langsung mau.


" Bibi, gak ingat aku? " tanya Alika pada Tya yang merasa tidak dihiraukan.


Tya tersenyum lalu berjongkok mensejahterakan tubuhnya dengan Alika.


" Ingat dong sayang. Mana mungkin Bibi gak ingat sama keponakan Bibi ini " ucap Tya memeluk tubuh kecil Alika.


Alika membalas pelukan Tya. Ia memang sangat dekat dengan Tya sedari ia bayi.


" Terus Alika gak ingat sama Paman? " tanya Ardi juga ikut berjongkok.


" Ingat kok " jawab Alika lalu memeluk Ardi.

__ADS_1


Setelah itu, mereka masuk ke dalam mobil Andi dan menuju rumah kedua orang tua Tya. Mereka tidak tahu tentang kedatangan Ardi dan Tya serta Aditya ke Surabaya.


" Jadi orang tua kamu belum tau kalau kamu sudah bisa jalan? " tanya Rina pada Tya.


Mereka duduk di kursi penumpang bersama Alika dan Aditya. Sedangkan Ardi duduk di sebelah Andi yang menyetir mobil.


" Belum Mbak. Aku mau kasih kejutan buat mereka " jawab Tya.


Saat sampai di rumah kedua orang tua Tya, mereka pun langsung turun. Terlihat semua orang berada di rumah terlihat dari kendaraan yang berada di depan rumah. Mereka semua turun dari mobil lalu menuju pintu rumah.


Tok tok tok.


Ardi mengetuk pintu rumah itu.


Tak lama pintu terbuka dan menampilkan Ayah Nadi. Ayah Nadi begitu terkejut saat melihat Ardi yang berada di hadapannya. Tya berdiri di belakang Ardi sehingga Ayah Nadi tidak bisa melihatnya.


" Assalamualaikum " ucap Ardi lalu mencium tangan Ayah Nadi.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Nadi.


" Ardi? Kamu ke Surabaya kenapa gak kabarin Ayah? " tanya Ayah Nadi pada Ardi.


" Terus Tya sama cucu Ayah mana? " tanya Ayah Nadi yang tidak melihat keberadaan putri dan cucunya.


Ardi bergeser dari hadapan Ayah Nadi sehingga menampilkan Tya yang berdiri sambil menggendong Aditya. Ayah Nadi sangat terkejut saat melihat Tya berdiri di hadapannya. Putri yang dinyatakan lumpuh permanen kini berdiri di hadapannya.


" Kamu berdiri sayang? " ucap Ayah Nadi dengan mata berkaca-kaca.


Tya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kedua matanya juga sudah berkaca-kaca.


Ardi mengambil alih Aditya yang berada di dalam gendongan Tya.


Tya menghampiri Ayah Nadi dan langsung memeluk. Ayah Nadi pun membalasnya begitu erat.


" Alhamdulillah sayang. Ayah bisa lihat kamu berdiri dengan kaki kamu sendiri. Ayah sangat bahagia " ucap Ayah Nadi mencium puncak kepala Tya penuh haru.

__ADS_1


" Iya Yah " jawab Tya dengan air mata yang terus mengalir.


Terdengar suara Bu Sari dark dalam rumah. " Siapa Yah? " tanya Bu Sari.


Bu Sari keluar bersama dengan Khaya di belakangnya.


" Tya? " ucap Bu Dewi terkejut seperti Ayah Nadi.


" Kakak? " ucap Khaya tak kalah terkejut.


" Ibu " ucap Tya langsung memeluk Bu Sari.


" Ini kamu sayang? Kamu bisa berjalan? " tanya Bu Sari belum percaya.


" Iya Bu " jawab Tya.


" Alhamdulillah " ucap Bu Sari memeluk Tya dengan erat.


Mereka berpelukan sambil menangis penuh haru. Rina bahkan tidak dapat menahan air matanya melihat momen haru itu.


" Ibu sangat bahagia sayang. Ini yang Ibu ingin lihat dari dulu " ucap Bu Sari.


Tya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Kak " panggil Khaya.


" Dek " ucap Tya.


Tya juga memeluk adiknya itu.


Setelah adegan yang cukup haru itu, mereka pun masuk ke dalam rumah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2