Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
49. Status Baru


__ADS_3

Di meja lain, Leon memperhatikan sepasang sejoli yang baru saja jadian.


" Lo gak papa kan?" tanya Dareen pada Leon.


" Gue gak papa" jawab Leon.


" Hati lo gak sakit gitu liat Ardi sama Tya udah jadian" ucap Risky. Risky tau bahwa perasaan Leon untuk Tya masih ada.


"Nggak" jawab Leon dingin. Dia membohongi dirinya sendiri tidak merasakan sakit ketika melihat Ardi dan Tya bersama.


" Lo gak bisa bohongin kita, kita tau lo masih suka sama Tya" ucap Risky.


" Iya gue suka sama dia, tapi dia gak suka sama gue, selama ini juga kita gak pernah deket, jadi biar gue pendem rasa ini sendiri" ucap Ardi lalu beranjak pergi meninggalkan taman.


" Bro kita duluan" ucap Risky pamit pada semuanya.


Diangguki oleh semuanya, hubungan pertemanan mereka cukup membaik, tidak seperti dulu.


Kemudian mengikuti Leon pergi, begitu pun dengan Dareen.


" Kayanya dia masih punya perasaan sama Tya " batin Ardi.


" Kamu kenapa? " tanya Tya yang melihat Ardi melamun.


" Gak papa kok" ucap Ardi setelah tersadar. " Kita pulang yuk, udah malam juga" ucap Ardi kemudian melihat jam di tangannya.

__ADS_1


Tya pun menganggukkan kepalanya mengiyakan.


" Kita pulang duluan ya" ucap Ardi pada teman-temannya.


" Iya yang baru jadian sana" ucap Reno.


" Apaan sih Ren" ucap Tya salah tingkah.


" Kamu gak pulang dek? " tanya Tya pada Yeni.


" Mba duluan aja, aku mau anterin Lisa dulu " ucap Yeni.


Kemudian Ardi dan Tya pun menuju mobil dan Ardi membantu Tya ke dalam mobil.


Ardi melajukan mobilnya menuju rumah Tya. Di dalam mobil suasana menjadi hening.


" Kenapa jadi canggung begini sih " batin Tya. Kemudian dia melirik ke arah Ardi yang sedang fokus menyetir.


Tya terkejut saat tangan Ardi sudah memegang tangannya. Tya pun langsung menoleh ke arah Ardi.


Ardi hanya tersenyum dengan sesekali melirik ke arah Tya. Dengan posisi seperti ini jantung Tya mulai berkerja lebih cepat.


" Aduh ni jantung mulai lagi deh" gumam Tya pelan tapi Ardi masih bisa mendengarnya.


" Kamu ngomong apa?" tanya Ardi pada Tya.

__ADS_1


Tya terkejut dan menjadi salah tingkah karena Ardi mendengarnya. " Eh, emm gak ngomong apa-apa kok" jawab Tya gugup.


" Makasih ya " ucap Ardi dengan masih menggenggam tangan Tya.


" Makasih buat apa?" tanya Tya.


" Buat semuanya, udah mau nerima cintaku" ucap Ardi tersenyum.


" Aku yang seharusnya ngucapin terima kasih sama kamu, kamu udah tulus sama aku, mau nerima aku apa adanya" ucap Tya tersenyum menatap Ardi.


" Iya sayang " ucap Ardi kemudian mengecup punggung tangan Tya.


Deg jantung Tya kembali berdetak lebih kencang karena Ardi memanggilnya sayang dan mengecup punggung tangannya.


Wajah Tya pun memerah karena perlakuan Ardi yang begitu manis.


" Setelah ini aku akan bicara dengan Ayahmu tentang hubungan kita" ucap Ardi.


Tya terkejut, dia takut ayahnya akan melarangnya. " Jangan " ucap Tya.


Ardi mengerutkan keningnya. " Kenapa? " tanya Ardi.


" Aku takut ayah marah lalu melarang hubungan kita, setidaknya jangan bilang dulu sampai kita lulus " ucap Tya dengan tatapan melas pada Ardi.


"Baiklah " ucap Ardi tersenyum.

__ADS_1


" Makasih " ucap Tya spontan memegang tangan Ardi.


Ardi menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dia mengerti ketakutan Tya. Mereka masih sangat muda dan kebanyakan orang tua pasti melarangnya. Apalagi Ayah Nadi sangat menyayangi Tya.


__ADS_2