Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
79. Demam


__ADS_3

Setelah acara selesai satu persatu tamu undangan pun pulang. Hanya tersisa keluarga Tya dan teman-temannya. Mereka juga berpamitan hendak pulang.


" Tante om kami semua pamit pulang dulu " ucap Aska berpamitan mewakili teman-temannya.


" Terima kasih ya sudah hadir " ucap Pak Gunawan.


" Sama-sama om, kita juga seneng kok. Mana boleh makan banyak lagi " ucap Reno dengan cengirnya.


" Lo sih makan mulu " celetuk Ilham dan Reno hanya menunjukkan senyumnya dengan memperlihatkan jejeran giginya.


" Kami pamit om, tante, Ar" ucap Aska


" Assalamualaikum " ucap mereka bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Kemudian Ayah Nadi dan keluarganya juga pamit untuk pulang ke rumah. Ardi memaksa untuk mengantarkan mereka pulang. Setelah sampai di rumah mereka menuju kamar masing-masing untuk membersihkan dirinya kemudian beranjak tidur.


Azan Subuh sayup-sayup terdengar di telinga Tya. Tya mulai membuka matanya, kepalanya terasa sangat pusing dan badannya serasa lemas. Tya mendudukkan tubuhnya, kemudian sekuat tenaga dia berpindah ke kursi rodanya untuk ke kamar mandi mengambil wudhu dan mandi lalu melaksanakan sholat Subuh.


Setelah sudah siap dengan seragamnya, Tya keluar menuju meja makan.


" Kak muka kakak pucet banget, kakak sakit?" tanya Khaya.

__ADS_1


" Nggak, cuma sedikit gak enak badan mungkin kecapekkan. Tapi gak papa kok " jawab Tya.


" Jangan memaksakan diri kak. Lebih kamu izin aja dulu gak usah ke sekolah " ucap Bu Sari khawatir.


" Benar kata ibu kak. Lebih baik kamu tidak usah sekolah dulu " sambung Ayah Nadi.


" Aku gak papa kok. Ibu sama Ayah gak usah khawatir " jawab Tya meyakinkan orang tuanya.


Mereka pun memulai sarapan mereka. Setelah itu mereka melakukan kegiatan masing-masing. Ardi sudah berada di depan rumah untuk menjemput Tya.


" Kok muka kamu pucet banget. Kamu sakit ?" tanya Ardi khawatir.


" Nggak kok " jawab Tya tersenyum.


Setelah sampai dan memarkirkan motornya, Ardi dan Tya langsung menuju kelas. Ardi membawa Tya ke bangkunya lalu dia pun beranjak pergi ke bangkunya sendiri.


Kepala Tya semakin terasa sakit dan sekarang dia menjado menggigil. Ardi yang melihat wajah Tya menjadi pucat dan seperti mulai kehilangan kesadarannya pun langsung menghampirinya.


" Sayang, kamu kenapa?" ucap Ardi memegang kedua pipi Tya.


" Badan kamu panas banget kayanya kamu demam " ucap Ardi panik.


Teman-teman yang melihat Ardi panik langsung menghampiri mereka.

__ADS_1


" Mba Tya kenapa Ar ?" tanya Yeni panik melihat Tya yang sudah mulai kehilangan kesadarannya.


" Dia demam. Badannya panas banget " jawab Ardi langsung membawa Tya dalam gendongannya.


" Yen, lo ikut gue ke UKS " ucap Ardi.


" Aska tolong izinin kita ya " lanjut Ardi pada Aska.


" Lo tenang aja. Sekarang cepet bawa Tya ke UKS " jawab Aska.


Ardi pun langsung berjalan menuju UKS dengan menggedong Tya diikuti oleh Yeni di belakang. Sedangkan Leon diam-diam mengikuti mereka. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi Tya.


" Lo mau kemana?" tanya Dareen saat melihat Leon berdiri dari bangkunya.


" Keluar bentar "jawab Leon lalu melenggang pergi.


" Dasar tu anak " ucap Risky menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kemudian Leon berjalan menuju UKS tapi berusaha bersembunyi agar Ardi dan Yeni tidak mengetahuinya.


" Semoga kamu gak papa Tya. Aku bener-bener khawatir sama kamu " gumam Leon sambil berjalan mengikuti Ardi dan Yeni.


Mohon bantuan vote, like dan komennya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2