Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
209. Hukuman Setimpal


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya kantor polisi, Ardi baru saja selesai memberikan kesaksian atas kejadian yang dialami oleh Tya bersama dengan Angga. Ia ingin Bela berikan sanksi sesuai hukum. Ia ingin memastikan Bela mendapatkan hukuman yang setimpal karena hampir saja membuatnya kehilangan istri dan anaknya.


" Kita kembali ke rumah sakit " ucap Ardi pada Angga.


" Baik tuan muda " jawab Angga.


Tapi saat mereka hendak memasuki mobil, ada pasangan suami istri yang menghampiri mereka.


" Nak Ardi tunggu "panggil sang suami.


Ardi pun menoleh ke arah suara. " Maaf ada apa ya pak?" tanya Ardi sopan.


" Saya Sofyan dan ini istri saya Arni. Kami orang tua Bela" ucap Pak Sofyan yang tak lain adalah ayah Bela.


" Tolong maafkan semua yang dilakukan Bela nak. Tolong bebaskam dia " ucap Bu Arni sambil menangis.


" Sebelumnya saya minta maaf pak bu. Tapi tindakan yang dilakukan Bela sudah melewati batas. Dia sudah mencelakai istri dan anak saya. Saya tidak bisa memaafkan Bela begitu saja. Dia harus menerima semua akibat dari apa yang telah dilakukannya. Saya akan memastikan itu terjadi " jawab Ardi.


" Kami mohon nak. Bela putri satu-satunya kami. Kami minta maaf atas semua perbuatannya " ucap Pak Sofyan memohon pada Ardi.


" Maaf pak saya tidak bisa. Biar semuanya berjalan sesuai hukum yang berlaku. Saya permisi " jawab Ardi.


Kemudian Ardi pun langsung masuk ke dalam mobil setelah mengatakan itu.

__ADS_1


" Kita jalan sekarang kak " ucap Ardi saat Angga sudah duduk di belakang kemudi.


" Baik tuan muda " jawab Angga.


Angga pun langsung melajukan mobil itu menuju rumah sakit tempat Tya dirawat. Di tengah perjalanan terdengar suara ponsel Ardi berbunyi. Ardi pun langsung mengambilnya dari dalam saku. Ternyata itu adalah Pak Gunawan. Ardi pun mengangkat panggilan telepon tersebut.


" Halo Assalamualaikum " ucap Pak Gunawan di seberang telepon.


" Walaikumsalam " jawab Ardi.


" Apa semuanya berjalan dengan lancar ?" tanya Pak Gunawan.


" Alhamdulillah semuanya lancar yah dan sudah bisa di proses " jawab Ardi.


" Alhamdulillah syukur jika begitu.


" Tindakan kamu sudah benar. Apa yang telah dia perbuat menyelakai istri kamu harus dipertanggungjawabkan. Biar semua berjalan sesuai hukum yang berlaku. Jika mereka berbuat macam-macam kita akan bertindak " ucap Pak Gunawan.


" Iya yah. Ardi sedang di perjalanan ke rumah sakit. Ardi tutup dulu. Assalamualaikum " ucap Ardi


" Walaikumsalam " jawab Pak Gunawan.


Setelah itu sambungan telepon pun terputus.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Ardi pun langsung bergegas menuju ruang perawatan Tya. Terdengar suara orang sedang bercanda dari dalam.


" Assalamualaikum " ucap Ardi saat membuka pintu.


" Walaikumsalam " jawab semua orang.


Terlihat disana ada kedua mertua serta adik iparnya. Kakaknya juga sudah sampai bersama keluarganya. Tak ketinggalan juga Yeni dan Leon.


Ardi memasuki ruangan tersebut. Ia menyalami dan menanyakan kabar mertua dan kakaknya.


" Selamat ya Ar. Kamu sudah benar-benar menjadi ayah sekarang " ucap Mas Andi sambil memeluk Ardi.


" Terima kasih mas " ucap Ardi.


Kemudian mereka pun melepaskan pelukan itu.


" Liat kak dia sangat lucu " ucap Khaya menyentuh pipi keponakannya yang berada dalam gendongan Mba Rina.


" Adik Alika memang lucu " ucap Alika anak Mas Andi dan Mba Rina dengab bahasa balitanya.


Semua orang tersenyum mendengar ucapan Alika.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Jangan lupa follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2