
Sesampainya di rumah Tya, Ardi langsung pamit kembali ke rumahnya. Tya bersama keluarganya pun masuk ke dalam rumah.
Hari pun berganti, Tya sudah bersiap-siap berangkat ke sekolah. Dia memoleskan lipbalm pada bibirnya kemudian menyemprotkan parfum pada tubuhnya. Kemudian Tya menuju meja makan.
" Pagi " ucap Tya saat sampai meja makan.
" Pagi sayang " ucap Bu Sari.
Tya mengambil kotak bekalnya kemudian meraih beberapa lembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat.
" Kamu gak sarapan kak?" tanya Bu Sari.
" Nggak bu, aku lagi males makan. Tapi kalo laper ini bawa bekal kok " jawab Tya.
Kemudian terdengar suara motor dari luar.
" Itu kayanya Ardi deh. Tya berangkat dulu yah bu " ucap Tya kemudian mencium tangan Ayah Nadi dan Bu Sari.
Tya pun menuju pintu keluar. " Assalamualaikum " salam dari luar.
" Walaikumsalam " jawab Tya kemudian membuka pintu.
" Udah siap?" tanya Ardi saat melihat Tya membuka pintu.
" Udah, ayo berangkat" ucap Tya lalu menutup pintu.
__ADS_1
Ardi melajukan motornya menuju sekolah. Hanya butuh waktu lima belas menit mereka sudah sampai di sekolah. Mereka menuju ke kelas. Saat hendak masuk ke dalam kelas mereka berpasasan dengan Ahmad. Ahmad juga sedang menuju kelasnya bersama Abdul.
Ahmad tersenyum pada Tya dan Tya pun membalas dengan senyum manisnya. Ardi yabg melihat itu merasa hatinya terbakar kemudian mendorong kursi roda Tya memasuki kelas. Sampai di bangkunya Tya masih tidak menyadari bahwa wajah Ardi sudah tekuk karena cemburu.
Ardi duduk di bangku sebelah Tya. " Bahagia ya disenyumin sama mantan " sindir Ardi.
" Kamu nyindir aku?" tanya Tya pada Ardi.
" Kamu ngrasa?" ucap Ardi ketus.
Tya merasa aneh dengan sikap Ardi. " Kamu kenapa sih?" tanya Tya.
" Pikir aja sendiri " jawab Ardi masih ketus.
" Bilang aja masih sayang mantan. Mana pake kasih senyum manis lagi " lanjut Ardi.
" Jadi kamu cemburu ?" ucap Tya menggoda Ardi.
" Iya aku cemburu. Puas?" ucap Ardi masih cemberut.
Tya pun menjadi makin tergelak mendengar jawaban Ardi.
" Kok malah ketawa " ucap Ardi kesal.
" Kamu lucu sih kalo cemburu gitu" jawab Tya saat sudah berhenti tertawa.
__ADS_1
Ardi pun bertambah kesal. Dia memposisikan tubuhnya berhadapan dengan Tya dan memegang bahu Tya.
" Kamu gak boleh liatin senyum kamu lagi buat cowok lain " ucap Ardi seperti perintah.
" Kan cuma buat hormatin dia aja, gak lebih " jawab Tya.
" Tapi aku gak suka, senyum kamu cuma boleh aku yang lain. Apalagi dia mantan kamu. Aku cemburu " ucap Ardi sambil menatap mata Tya.
Tya memegang kedua pipi Ardi. " Iya gak lagi deh. Kamu juga gak usah cemburu, sekarang hati sama cinta aku cuma buat kamu " ucap Tya yang membuat sebuah senyuman terukir di bibir Ardi.
" Kamu ya buat gak bisa lama-lama marah sama kamu " ucap Ardi mendekatkan hidungnya dengan hidung Tya.
Kebetulan di kelas tidak ada siapa pun kecuali mereka. Sampai sebuah suara mengagetkan mereka.
" Hey kalo mesra-mesraan jangan di sekolah " ucap Yeni yang baru memasuki kelas.
Spontan Tya langsung mendorong tubuh Ardi supaya menjauh darinya. Wajah Tya menjadi sangat merah seperti tomat yang sudah matang. Sedangkan Ardi hanya tersenyum dan tampak biasa saja.
" Ganggu aja lo " ucap Ardi yang langsung mendapat cubitan di perut dari Tya.
" Aw sakit sayang " ucap Ardi sambil memegang perutnya.
Yeni pun tertawa. " Udah minggir sana " ucap Yeni mengusir Ardi dari bangkunya.
Kemudian Ardi bangkit dari duduknya dan menuju bangkunya sendiri
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komennya ya π Terima kasih ππ