Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
265. Ke Surabaya


__ADS_3

Langit sudah terlihat gelap saat matahari kembali ke peraduannya dan berganti dengan bulan. Tya sedang mengemas barang-barangnya dan Ardi serta Aditya yang akan mereka bawa ke Surabaya ke dalam koper besar. Ia baru bisa mengemas barang-barang itu saat Aditya sudah tidur karena seharian ini Aditya tidak mau lepas dari gendongannya.


Tya menutup koper itu setelah mengemas barang-barang mereka. Tiba-tiba saja ia merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Ia sudah tahu siapa pemilik tangan itu, sudah pasti suaminya.


" Mas, jangan peluk-peluk aku. Aku masih harus masukin barang-barang Adit ke dalam tas " ucap Tya pada Ardi.


" Itu kan bisa nanti sayang. Sekarang aku mau peluk kamu " jawab Ardi.


Ardi menduselkan wajahnya di tengkuk Tya. Ia bahkan menggigit leher Tya hingga meninggalkan beberapa tanda kemerahan disana.


" Mas " pekik Tya saat Ardi menggigit lehernya.


Ardi pun tertawa kecil mendengar itu.


" Jangan ketawa ah " ucap Tya mendengar Ardi tertawa.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Ardi mengeratkan pelukannya pada Tya dan menikmati aroma tubuh Tya yang begitu memabukkan baginya.


" Mas " panggil Tya.


" Hmm " jawab Ardi.

__ADS_1


" Makasih ya Mas. Kamu sudah mau terima aku apa adanya terus kamu terus ada di samping aku sampai aku bisa jalan lagi kayak sekarang " ucap Tya pada Ardi.


" Kamu gak perlu bilang makasih terus sayang. Aku kan suami kamu " jawab Ardi.


" Aku cinta sama kamu Mas " ucap Tya pada Ardi.


" Aku juga cinta sama kamu sayang " balas Ardi.


Tya pun tersenyum. Ia sangat bersyukur dicintai oleh laki-laki seperti Ardi.


" Sudah ah Mas. Lepasin ini pelukannya " ucap Tya.


Ardi melepaskan pelukan setelah sebelumnya mencium pipi Tya. Tya hanya tersenyum melihat itu.


***


Keesokkan paginya, Ardi dan Tya serta Aditya pergi ke bandara dengan diantar oleh Mang Asep. Pak Gunawan dan Bu Dewi tidak bisa mengantar anak dan menantunya serta cucunya karena mereka harus menghadirkan acara bulanan di yayasan milik Keluarga Wicaksono.


" Makasih ya Mang " ucap Ardi pada Mang Asep saat mereka sudah turun dari mobil.


" Sama-sama Tuan Muda " jawab Mang Asep.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam bandara untuk check in karena satu jam lagi pesawat yang akan mereka naiki akan lepas landas. Ardi membawa koper yang berisi barang-barang mereka dan Tya menggendong Aditya.

__ADS_1


Satu jam kemudian, mereka pun masuk ke dalam pesawat. Beruntung Aditya tidak rewel saat lepas landas. Apalagi ini adalah pengalaman pertama Aditya naik pesawat dan pergi jauh.


" Tidur ya sayang. Nanti kita bakal ketemu Kakek, Nenek, sama Bibi Khaya " ucap Tya pada Aditya.


Tya memberikan botol susu pada Aditya yang menepuk-nepuk pantat Aditya agar Aditya cepat tertidur.


Dan benar saja, tidak butuh waktu lama Aditya sudah pergi ke alam mimpinya.


" Adit tidur sayang? " tanya Ardi pada Tya.


" Iya Mas " jawab Tya.


" Ya sudah kamu juga tidur. Biar nanti gak capek saat sampai Surabaya " " ucap Ardi.


Ardi membawa kepala Tya untuk bersandar di bahunya. Tya pun menurut dan mencoba untuk memejamkan matanya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2