
Ardi baru saja menyelesaikan kegiatan mandinya setelah lima belas menit berada di dalam kamar mandi. Ardi keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya dan rambut yang basah. Ia melihat Tya yang sedang menyusui Aditya di atas tempat tidur. Ia pun langsung menghampiri istri dan anaknya itu.
" Ngapain Mas? Sana pakai baju tapi aku belum siapin " ucap Tya pada Ardi.
" Bentar sayang, kamu juga belum pakai baju " jawab Ardi.
" Aku kan masih nyusuin Adit Mas " ucap Tya.
" Aku juga mau nyusu kayak Adit sayang " ucap Ardi menaik-turunkan alisnya lalu duduk di samping Tya.
" Apa-apaan sih kamu Mas " ucap Tya pada Ardi.
" Ayolah sayang, kan masih ada satu lagi itu bagian aku. Masa Adit doang yang kamu susuin " bujuk Ardi.
Tya pun memukul lengan Ardi. " Masa sama anak sendiri iri sih. Lagian Adit tu masih butuh ASI aku " ucap Tya.
" Tapi kan awalnya itu punya aku sayang " ucap Ardi.
" Boleh ya ya " lanjut Ardi dengan wajah semelas mungkin.
__ADS_1
" Enggak Mas " tolak Tya.
" Ayolah sayang " ucap Ardi sambil membuka jubah mandi Tya yang bagian atas.
" Mas " pekik Tya memukul lengan Ardi lagi.
Gerakan itu membuat Aditya yang sedang tidur menjadi terganggu. Tya pun menepuk-nepuk pantat Aditya lagi supaya tidur kembali.
" Tidur lagi ya sayang " ucap Tya sambil menepuk-nepuk pantat Aditya.
Aditya pun tertidur kembali dengan mulut yang masih menghisap ****** dada Tya.
" Makanya kamu jangan gerak sayang biar Adit gak bangun. Diam dan nikmati aja " jawab Ardi.
" Tapi masa kamu mau nyusu kayak Adit sih Mas " ucap Tya pada Ardi.
" Aku kan juga bayinya kamu yang bisa buat bayi juga " jawab Ardi tersenyum smirk.
" Pokoknya kamu diam aja sayang " ucap Ardi mengecup bibir Tya.
__ADS_1
Ardi membuka jubah mandi Tya yang tadi sempat tertunda karena Aditya yang tidurnya terganggu. Tya hanya pasrah karena Ardi sudah tidak bisa di cegah lagi. Ardi membuka jubah mandi Tya hingga bagian tubuh Tya bagian atas menjadi polos.
Ardi meremas buah dada Tya yang tidak dihisap oleh Aditya. Ardi juga mencium bibir Tya sebentar lalu melepaskannya kembali. Ardi mengikuti apa yang dilakukan oleh Aditya. Entah mengapa ia merasa iri dengan putranya sendiri karena putranya itu menguasai buah melon milik Tya yang menjadi kesukaannya.
Lama kelamaan Tya merasakan Ardi yang hanya diam dengan napas yang beraturan.
" Dasar bayi besar " ucap Tya menggelengkan kepalanya melihat Ardi tertidur.
Tya meletakkan Aditya untuk tidur di sampingnya. Tya menutup kembali tubuh bagian atas dengan jubah mandinya. Tya juga merebahkan tubuhnya di antara Ardi dan Aditya karena ia juga merasa mengantuk.
" Selamat tidur bayi kecil dan bayi besarnya Bunda " ucap Tya mengusap kepala kedua laki-laki itu.
Akhirnya Tya pun ikut memejamkan matanya dan menyusul Ardi dan Aditya ke alam mimpi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " ππ
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π