Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
167. Berbuka Puasa


__ADS_3

Hari sudah berganti malam dan matahari sudah kembali ke tempat persembunyiannya. Setelah makan malam bersama Ardi dan Tya pun langsung masuk ke dalam kamar. Mereka melaksanakan sholat isya terlebih dahulu sebelum beranjak untuk tidur.


Setelah selesai melaksanakan sholat isya Tya mencium tangan Ardi sebagai tanda hormatnya pada sang suami. Ardi pun tak lupa untuk mencium kening Tya.


Ardi pergi mengganti pakaiannya sedangkan Tya merapikan peralatan sholat yang mereka gunakan. Setelah itu Tya langsung naik ke atas tempat tidur.


Terlihat Ardi keluar dari ruang ganti hanya menggunakan celana, pendek tanpa menggunakan bajunya


" Loh mas kenapa gak pake baju?" tanya Tya pada Ardi.


" Buat apa juga pake baju kalo nanti dilepas semua " jawab Ardi menghampiri Tya.


Tya pun langsung mengerti arti dari ucapan Ardi itu. Dia pun langsung menundukkan kepalanya karena malu. Ardi tersenyum lalu duduk tempat di depan Tya.

__ADS_1


Ardi memegang dagu Tya dan mengangkat wajahnya. Mata mereka pun bertemu. Ardi mendekat wajahnya pada wajah Tya. Bibir merah muda milik Tya menjadi tujuannya.


Cup.


Bibir Ardi sudah menempel pada bibir Tya. Ardi pun mulai menyesap dan ******* bibir milik sang istri itu. Sedangkan Tya hanya bisa memejamkan matanya dan menikmati permainan yang buat Ardi. Dia memang merindukan setiap sentuhan suaminya karena selama hamil Ardi tidak pernah menyentuhnya lebih.


Mereka pun kehabisan napas dan melepaskan ciuman itu. Ardi dan Tya sama-sama berebut oksigen. Kemudian Ardi menatap wajah Tya.


" Sayang apa boleh aku melakukannya? Aku sangat menginginkannya. Selama ini aku menahannya agar tidak menyakitimu dan anak kita " ucap Ardi pada Tya.


" Tapi pelan-pelan ya mas " ucap Tya dengan wajah memerah seperti tomat.


Ardi sudah mendapatkan persetujuan dari Tya pun langsung mencium kembali bibir Tya. Ciuman itu lebih panas dan menuntut dibanding sebelumnya. Tak puas hanya dengan bibir, ciuman Ardi turun ke leher Tya dan meninggalkan banyak tanda kepemilikan disana.

__ADS_1


Tya hanya menikmatinya dan sesekali terdengar suara desahan yang keluar dari mulutnya. Ardi mencoba membuka semua pakaian yang Tya gunakan hingga Tya tidak menggunakan sehelai benang pun.


Kemudian Ardi turun ke dada Tya. Disana lah tempat favorit Ardi. Ardi tidak membiarkan satu bagian tubuh Tya manapun tidak tersentuh olehnya.


Ardi mengusap perut Tya yang sudah terlihat membuncit. " Ayah akan menjengukmu sayang " ucap Ardi lalu mencium perut Tya.


Ardi melepaskan celana pendek yang ia gunakan. Kemudian ia memulai penyatuannya dengan Tya. Ardi terus menikmati dan tidak mau berhenti karena dia baru merasakannya setelah lama berpuasa menahan untuk melakukan hal itu.


Ardi menghentikan kegiatan panas itu saat melihat Tya yang sudah kelelahan. Ardi menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang tidak menggunakan sehelai benang pun.


Ardi mengecup kening Tya. " Terima kasih sayang. Aku sangat mencintaimu " ucap Ardi pada Tya.


" Aku juga sangat mencintaimu mas " jawab Tya.

__ADS_1


Kemudian Tya langsung memeluk Ardi dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Ardi. Ardi pun mencium pucuk kepala Tya lalu memeluknya. Karena kelelahan setelah melakukan kegiatan panas itu mereka pun tertidur.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2