
Ardi baru saja sampai kampus setelah mengendarai motornya selama dua puluh menit. Ia sengaja memilih mengendarai motor agar lebih cepat sampai kampus. Setelah memarkirkan motornya, Ardi langsung menuju kelasnya karena sudah hampir terlambat.
Tiga jam pun berlalu. Setelah menyelesaikan kelasnya hari itu, Ardi pun pergi untuk mengajukan cuti Tya.
" Mau kemana lo habis ini? " tanya Aska.
Mereka sedang berjalan bersama di koridor.
" Nyerahin pengajuan cuti Tya terus pulang " jawab Ardi.
" Loh Tya cuti?" tanya Aska.
" Iya. Dia mau fokus ngerawat anak kami. Paling enggak sampai enam bulan " jawab Ardi.
Aska pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Gue duluan ya " ucap Ardi.
" Oke, Salam buat Tya" jawab Aska.
Ardi pun menganggukkan kepalanya lalu pergi lebih dahulu meninggalkan Aska.
Setelah menyerahkan pengajuan cuti sang istri, Ardi pun langsung pulang karena ia sudah janji pada Tya untuk pulang makan siang.
Ardi melajukan motornya di jalanan yang cukup lenggang sehingga ia bisa lebih cepat sampai rumah.
" Assalamualaikum " ucap Ardi saat memasuki rumah.
" Walaikumsalam " jawab Mbok Inem.
__ADS_1
" Tya di kamar mbok?" tanya Ardi.
" Iya tuan muda " jawab Mbok Inem.
" Apa dia sudah sarapan dan minum obat serta vitaminnya?" tanya Ardi lagi.
" Sudah tuan muda " jawab Mbok Inem.
" Baiklah. Saya ke kamar dulu mbok " ucap Ardi.
" Iya tuan muda " jawab Mbok Inem.
Ardi langsung bergegas menuju kamar untuk menemui istri dan anaknya. Saat membuka pintu kamar terlihat Tya sedang memompa asi untuk Aditya. Sedangkan Aditya si bayi mungil tertidur di samping sang bunda.
" Sudah pulang mas? " ucap Tya melihat kedatangan Ardo.
" Iya sayang " jawab Ardi mendekati Tya.
" Hai putra ayah " ucap Ardi pada Aditya.
Saat hendak memegang sang anak, Tya melarangnya.
" Mas jangan pegang Aditya dulu. Kamu habis dari luar banyak kuman. Sana kamu bersih-bersih dulu " ucap Tya.
" Sebentar saja sayang. Kangen banget sama anak kita " ucap Ardi.
" Enggak mas. Bersih-bersih dulu baru boleh dekat-dekat Aditya " ucap Tya tidak mau dibantah.
" Baiklah " jawab Ardi menurut.
__ADS_1
Tya memang lebih posesif sejak Aditya lahir.
Ardi langsung mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa saat kemudian Ardi keluar dari kamar mandi. Kebetulan Tya juga sudah selesai memompa asi dan meletakkan di kulkas kecil yang ada di kamar mereka.
Setelah sholat zuhur mengganti pakaiannya, Ardi langsung menghampiri sang putra.
" Aaa putra ayah bangun ya " ucap Ardi saat melihat Aditya membuka matanya.
" Sini-sini sama ayah " ucap Ardi menggendong Aditya.
" Kamu mau makan siang sekarang mas ? Biar aku siapin " tanya Tya pada Ardi.
" Nanti aja sayang. Mas masih pengen main sama anak kita yang ganteng inu " jawab Ardi menciumi Aditya.
Tya yang melihat itu pun tersenyum lalu mendekati suami dan putranya.
" Gimana mas pengajuan cuti ku?" tanya Tya.
" Semuanya sudah beres sayang. Kamu tenang aja" jawab Ardi.
" Syukurlah " ucap Tya.
" Aditya gak rewel kan sayang? Kalo kamu capek nanti minta bantuan mbok Inem aja " ucap Ardi.
" Gak kok mas. Aku masih bisa ngurus Aditya sendiri. Lagian putra kita ini pinter banget. Enggak nyusahin bundanya " jawab Tya tersenyum.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π