Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
38. Hampir Saja


__ADS_3

Pagi harinya Tya sudah berada di sekolah, dia sengaja berangkat pagi sekali.


Yeni menghampiri Tya yang sudah berada di dalam kelas.


" Pagi Mba"panggil Yeni.


"Pagi "jawab Tya.


" Mba udah beli kursi roda?"tanya Yeni.


" Iya, hadiah dari Ayah" ucap Tya tersenyum. Terlihat dia sangat senang.


" Wih, gini kan enak mba mau kemana-mana sendiri"ucap Yeni juga ikut senang.


" Iya dek" jawab Tya tersenyum.


Tak lama siswa yang lain pun juga datang, termasuk Ardi.


" Hai" ucap Ardi.


Tya hanya tersenyum.


" Hari ini kan gak ada pelajaran gimana kalo kita ke kantin aja, kebetulan aki belum sarapan nih" saran Reno.


" Boleh deh dari pada di kelas bosen" sambung Sasa.


" Tya kamu ikut juga ya, gak ada penolakan kan kamu udah ada kursi roda jadi gak ada alasan lagi"ucap Lisa.


" Iya tu " sambung Yeni.


" Oke deh" jawab Tya akhirnya.


" Biar aku yang dorong ya" ucap Ardi tersenyum melihat Tya.


Tya menggangguk mengiyakan.


Mereka pun menuju kantin. Di tengah perjalanan Leon my lihat mereka.


" Tya udah punya kursi roda?" tanya Risky.


" Sepertinya,syukur deh kalo gitu jadi nanti dia bisa keluar gak di kelas terus" ucap Leon.


" Lo gak cemburu?" tanya Dareen.


" Cemburu juga gak ada gunanya" ucap Leon. Ia hendak melangkah pergi tapi keburu Cintia menghampirinya.


" Gimana kalo lo setuju aja kita kerja sama buat misahin mereka" ucap Cintia tersenyum sinis.

__ADS_1


" Gak akan pernah" ucap Leon lalu melangkah pergi.


Risky dan Dareen pun ikut melangkah pergi meninggalkan mereka.


" Liat aja apa yang akan gue lakuin ke cewek lumpuh itu" gumam Cintia tersrnyum licik.


Sesampainya di kantin mereka pun memesan makanan. Mereka makan bersama dan terkadang mengobrol.


Setelah puas berada di kantin mereka pun menuju ke kelas.


" Ardi, Tya kita duluan ya" ucap Aska lalu mereka meninggalkan Tya dan Ardi berdua.


Ardi mengerti maksud teman-temannya agar dia bisa berdua dengan Tya.


" Kenapa mereka meninggalkan kita?" ucap Tya.


" Mungkin mereka ingin membiarkan kita berdua saja" ucap Ardi santai.


Seketika wajah Tya memerah karena ucapan Ardi. Lalu Ardi menyadari jika sekarang wajah Tya sedang memerah.


" Kenapa tu muka jadi merah?" goda Ardi.


" Mana? enggak tu" elak Tya, dia mencoba menyembunyikannya.


Ardi pun tertawa karena melihat wajah Tya yang malah semakin merah.


Tiba-tiba perut Ardi terasa sakit dan dia ke toilet.


" Tya aku ke toilet dulu ya, perutku tiba-tiba sakit" ucap Ardi.


" Ya udah sana, aku bisa ke kelas sendiri"ucap Tya.


" Jangan, kamu tunggu di sini, nanti aku kembali" ucap Ardii.


" Ya sudah" ucap Tya.


Lalu Ardi pun berlari menuju toilet. Sedangkan Tya diam menunggu Ardi kembali .


Tapi tiba-tiba Cintia menghampirinya.


" Ey Tya ikut gue yuk" ucap Cintia tersenyum memegang kursi roda Tya.


"Gak mau, emang mau kemana" ucap Tya yang merasa Cintia berniat jahat.


" Udah Ayo ikut aja" ucap Cintia lalu mendorong kursi roda Tya.


" Cintia kamu mau bawa aku kemana, berhenti" ucap Tya mencoba menghentikan Cintia. Tetapi Cintia tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Di toilet Ardi baru saja keluar dari toilet, dia menuju tempat dia meninggalkan Tya. Sesampainya di sana ternyata Tya sudah tidak ada.


" Loh, Tya kemana?" ucap Ardi mulai panik.


Dia pun bertanya pada siswa yang berada di situ tapi tidak ada yang melihat. Sampai pada akhirnya ada yang melihat Tya di bawa oleh Cintia.


" Liat Tya gak?" tanya Ardi pada siswa itu.


" Tadi dia dibawa Cintia ke arah gerbang" jawab Siswa itu.


" Oke makasih" ucap Ardi lalu berlari menuju gerbang.


Tak sengaja Leon melihat Ardi panik pun menghampiri siswa tadi.


" Ardi kenapa panik gitu?" tanya Leon.


" Gak tau tapi tadi dia nanyain Tya" jawabnya.


" Emang Tya kenapa? " tanya Leon lagi.


" Tya tadi dibawa sama Cintia ke arah gerbang"ucap Siswa itu.


Ardi yang mendengar itu langsung berlari menuju gerbang. Dia sangat mengkhawatirkan Tya.


Saat sampai di gerbang di sana ada Cintia yang hendak mendorong Tya ke jalanan.


" Cintia kamu ngapain?" tanya Tya ketakutan.


Cintia tidak menjawab dia malah mendorong Tya ke jalanan.


"Aaaaaaa" teriak Tya.


Leon yang hendak menyelamatkan Tya menghentikan langkahnya karena Ardi terlebih dahulu menyelamatkannya.


Ardi menahan kursi roda Tya agar tidak bergerak. Setelah berhenti Ardi memastikan kondisi Tya.


" Tya kamu gak papa?"tanya Ardi khawatir.


Tya menangis dan langsung memeluk Ardi, dia benar-benar takut.


" Kamu udah aman, ada aku di sini" ucap Ardi mengusap punggung Tya memberikan ketenangan.


Setelah Tya tenang Ardi melonggarkan pelukan Tya.


"Kita ke kelas ya" ucap Ardi.


Tya pun menganggukkan kepalanya, lalu Ardi mendorong kursi roda Tya menuju kelas.

__ADS_1


__ADS_2