
diperjalan menuju ke rumah Tya merasa khawatir jika nanti ayahnya akan marah. Ardi menyadari kekhawatiran, Ardi pun mengelus tangan Tya yang ada dipinggangnya supaya lebih tenang.
" Nanti aku yang bicara sama ayah kamu. Kayanya kita harus ngomong tentang hubungan kita, gak enak ditutupin gini " ucap Ardi.
" Tapi aku takut Ar " jawab Tya.
" Ada aku. Walaupun nanti ayah kamu gak setuju sama hubungan kita, aku bakal tetep perjuangin kamu" ucap Ardo tersenyum.
Akhirnya mereka sampai di rumah Tya. Ayah Nadi sudah berada di teras menunggu mereka. Mereka memang baru sampai setelah jam makan siang.
Ardi menelan salivanya saat melihat Ayah Nadi, nyalinya menciut. Tya menatap Ardi dan Ardi tersenyum mencoba menenangkan jika tidak akan terjadi apa-apa.
" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan. Ardi mendorong kursi roda Tya menuju teras.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Nadi.
Ardi dan Tya pun menyalami Ayah Nadi.
" Maaf paman Tya pulang bersama Ardi dan maaf juga baru pulang jam segini " ucap Ardi.
" Memangnya kalian dari mana?" tanya Ayah Nadi.
" Dari lapangan paman " jawab Ardi.
" Baiklah, nak Ardi ada yang ingin paman bicarakan" ucap Ayah Nadi.
" Kamu masuk ke kamar sekarang" ucap Ayah Nadi pada Tya.
" Tapi yah... " Tya belum selesai bicara sudah potong Ayah Nadi.
" Kakak" ucap Ayah Nadi.
__ADS_1
" Iya yah " jawab Tya kemudian masuk ke dalam rumah.
Setelah Tya masuk Ayah Nadi menyuruh Ardi duduk di kursi teras.
" Ayo nak Ardi duduk" ucap Ayah Nadi kemudian duduk diikuti Ardi.
" Iya paman" ucap Ardi kemudian mendudukkan dirinya di kursi.
Sedangkan Tya, dia tidak masuk ke kamar tetapi mencoba mendengarkan pembicaraan mereka dibalik pintu.
" Apa yang ayah mau bicarakan sama Ardi " batin Tya. Dia takut jika ayahnya akan memarahi Ardi.
Ardi sangat gugup saat berhadapan begini dengan Ayah Nadi.
" Paman tahu kamu dan Tya itu memiliki hubungan lebih, itu benar kan?" tanya Ayah Nadi.
Deg.
Tya yang mendengar ayahnya mengatakan itu pun semakin tak karuan.
" Begini nak Ardi, paman tidak melarang yang penting kalian tahu batasan. Kamu tahu sendiri kondisi Tya kan, paman hanya tidak ingin nantinya jika kalian bersama Tya akan merepotkanmu. Paman tidak mau kamu terbebani. Paman hanya ingin Tya bisa dicintai oleh orang yang tulus padanya. Lagian kalian juga masih sangat muda, kalian harus fokus belajar untuk ujian. Paman tidak mau prestasi kalian menurun karena ini " ucap Ayah Nadi panjang lebar.
" Ardi tulus paman. Ardi bisa menerima Tya apa adanya, Ardi benar-benar menyayangi Tya " ucap Ardi meyakinkan Ayah Nadi.
Ayah Nadi melihat ketulusan di mata Ardi. Ayah Nadi menjadi yakin bahwa Ardi benar-benar mencintai putrinya dengan tulus.
Ayah Nadi tersenyum. " Apa kamu yakin?" tanya Ayah Nadi.
" Yakin paman" jawab Ardi mantap.
" Baiklah, paman pegang omongan kamu" ucap Ayah Nadi.
__ADS_1
" Jadi paman memberikan izin Ardi menjalin hubungan sama Tya?" tanya Ardi.
Ayah Nadi pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Terima kasih paman" ucap Ardi senang.
Hatinya lega saat telah mendapatkan izin dari Ayah Nadi. Begitu pun Tya kekhawatiran dan ketakutannya menghilang.
Setelah Ardi pulang, Ayah Nadi hendak memasuki rumah tapi Tya menghadang didepannya.
" Ayah terima kasih " ucap Tya langsung memeluk ayahnya.
Ayah Nadi pun membalas pelukan Tya.
" Sama-sama sayang " ucap Ayah Nadi sambil melepas pelukannya.
" Tapi kamu harus pertahankan presetasimu, jika sampai menurun ayah bakal larang kamu punya hubungan sama Ardi " ucap Ayah Nadi.
" Siap yah " jawab Tya tersenyum.
" Cie yang udah punya pacar " ucap Khaya yang dari tadi memperhatikan mereka bersama Bu Sari.
" Apaan sih dek " ucap Tya.
" Kamu harus jaga kepercayaan ayah sama ibu yang sudah diberikan sama kamu. Jangan buat kami kecewa" ucap Bu Sari pada Tya.
" Pasti bu " jawab Tya tersenyum.
" Ya udah sekarang kamu sholat dulu terus makan siang" ucap Bu Sari.
" Iya bu" jawab Tya.
__ADS_1
Tya pun menuju kamarnya. Sedangkan Ayah Nadi kembali berangkat bekerja.
Mohon bantuan likenya ya ๐Terima kasih ๐๐