Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
99. Ke Jakarta


__ADS_3

Kini Tya sedang bersama teman-temannya di sebuah kafe tidak jauh dari rumahnya. Mereka sengaja berkumpul karena besok Tya akan pergi ke Jakarta dan setelah menikah dia akan menetap disana.


" Jadi kamu beneran berangkat besok ke Jakarta?" tanya Lisa pada Tya.


" Iya, kata Ardi sih jam tujuh pagi udah terbang " jawab Tya.


" Kita pisah dong " ucap Sasa sedih.


" Kita kan masih bisa saling kasih kabar " ucap Yeni.


" Iya kalian juga kan bakal ke Jakarta ke pernikahanku. Kita bakal ketemu lagi " sambung Tya.


" Gak nyangka kamu nikah duluan diantara kita " ucap Nisa.


" Ya gimana jodohku datang duluan" ucap Tya tersenyum.


" Kalian disini jangan lupain aku ya " lanjut Tya pada teman-temannya.


" Gak akan " jawab mereka semua kemudian memeluk Tya.


Keesokan harinya pukul enam pagi keluarga Tya bersiap untuk berangkat ke bandara. Mereka menggunakan taksi online.


" Kakak adek ayo cepet. Taksinya sudah datang " ucap Bu Sari memanggil kedua anaknya.

__ADS_1


Kemudian Tya dan Khaya pun keluar. Mereka pun langsung menuju bandara.


Sesampainya di bandara, Ardi bersama keluarganya sudah berada disana. Mereka menghampiri Ardi dan keluarganya.


" Assalamualaikum " ucap Ayah Nadi.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Ardi langsung menyalami kedua calon mertuanya begitu juga dengan Tya.


" Kalian sudah lama?" tanya Ayah Nadi.


" Belum, kita juga baru sampai " jawab Pak Gunawan tersenyum.


Terdengar panggilan yang dilakukan oleh petugas bandara. Mereka pun langsung melakukan chek in.


" Ar malu ih lepas ini tangannya" ucap Tya.


" Malu sama siapa? Aku gak mau lepasin pokoknya " jawab Ardi.


Tya pun pasrah tangannya terus digenggam Ardi, dia juga merasa sangat nyaman merasakan sentuhan hangat dari Ardi.


Tidak lama pesawat pun lepas landas. Tanpa sadar Tya tertidur dan menjatuhkan kepalanya di bahu Ardi. Ardi menoleh dan melihat Tya sedang tertidur dengan pulasnya di bahunya. Ardi tersenyum dan menyisihkan anak rambut Tya yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


" Kenapa kamu imut banget buat aku gemes aja " ucap Ardi tersenyum sambil terus memandang wajah imut Tya yang sedang tertidur pulas.


" Aku gak akan melepaskan kamu dari pelukanku. Kamu hanya milikku " lanjut Ardi kemudian dia juga ikut tertidur.


Tak terasa pesawat yang mereka tumpangi hendak mendarat. Ardi mencoba membangunkan Tya yang masih betah tertidur.


" Sayang bangun yuk, kita hampir mendarat " ucap Ardi sambil menepuk pelan pipi gembul Tya.


Tya yang merasa pipinya ditepuk oleh seseorang pun terbangun. Tya mengerjapkan matanya sampai terlihat Ardi yang sedang tersenyum padanya.


" Kita udah sampai ya ?" tanya Tya saat sudah sadar sepenuhnya.


" Sebentar lagi " jawab Ardi.


Setelah pesawat mendarat mereka pergi keluar bandara. Disana sudah ada supir keluarga Pak Gunawan yang sudah membawa tiga mobil untuk mereka.


" Kalian tinggal di rumahku aja ya sampai nanti Ardi dan Tya menikah" ucap Pak Gunawan pada calon besan sekaligus sahabatnya.


" Tidak Gun kami akan merepotkan kalian dan juga tidak baik bagi mereka tinggal satu rumah walaupun ada kita. Lagi pula mereka nanti harus dipingit sebelum hari pernikahan. Jika satu rumah sudah dipastikan mereka akan selalu berduaan. Kami akan tinggal di rumah keponakanku yang kebetulan ada di sini" jawab Ayah Nadi.


" Bener tu paman. Ardi tu kalo gak ketemu Tya aja sehari aja udah uring-uringan pengennya berduaan terus " ucap Mas Andi tertawa yang mendapat delikan mata dari Ardi.


" Makanya itu ayah langsung menikahkan mereka supaya bisa berduaan tanpa mengkhawatirkan hal-hal lain " ucap Pak Gunawan dan diangguki semuanya.

__ADS_1


Kemudian mereka pun berpisah. Keluarga Pak Gunawan ke rumah mereka dan keluarga Ayah Nadi menuju rumah Mba Yola kakak dari Yeni.


Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2