
Hari pun berganti malam tapi mereka belum bisa mengetahui keberadaan Tya. Angga melihat kembali rekaman Tuan Smith. Dia mencoba mengamati jalan dari rekaman itu yang terlihat dari jendela mobil yang membawa Tya.
" Bukankah ini arah jalan ke Lembang Bandung ? Berarti kemungkinan besar nona muda dibawa kesana " ucap Angga.
Angga mematikan rekaman itu lalu beranjak pergi untuk menemui Ardi. Angga mengetuk pintu kamar Ardi.
Tok tok tok.
Tak lama pintu pun terbuka. " Ada apa kak?" tanya Ardi.
" Saya perlu berbicara pada anda tuan muda. Ini mengenai keberadaan nona muda" ucap Angga pada Ardi.
" Ayo masuk " ucap Ardi.
Mereka pun masuk ke kamar Ardi dan Tya. Ardi menyuruh Angga untuk duduk di sofa yang ada di kamar itu.
" Apa kamu sudah mendapatkan informasi dari anak buahmu?" tanya Ardi pada Angga.
" Belum tuan muda. Tapi saat saya melihat kembali rekaman yang kirim oleh Tuan Smith sepertinya mobil yang membawa nona muda itu menuju ke arah Lembang Bandung " jawab Angga.
" Baiklah. Kita akan segera pergi kesana " ucap Ardi.
" Tunggu dulu tuan muda. Biar anak buah saya memastikan dulu kesana. Kita jangan gegabah. Kita harus menyusun rencana untuk bisa membawa nona muda kembali " ucap Angga.
__ADS_1
" Kau benar " jawab Ardi.
Angga pun menyuruh anak buahnya pergi ke Lembang Bandung untuk memastikan apakah Tya benar dibawa kesana. Setelah itu Ardi dan Angga mulai menyusun rencana agar mereka dapat membawa Tya kembali.
Setelah menyusun rencana untuk membawa Tya kembali, Angga pun pergi menuju paviliun yang berada di belakang rumah itu.
Setelah Angga pergi Ardi duduk dibibir ranjang. Ardi mengambil foto pernikahan mereka di atas nakas.
" Kamu dimana sayang ? Semoga kamu baik-baik aja. Tunggu aku membawamu kembali" ucap Ardi sambil mengusap foto tersebut.
" Aku sangat merindukanmu " lanjutnya lagi memeluk foto itu.
Kemudian Ardi membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tidak butuh waktu lama dia pun tertidur dengan memeluk foto tersebut. Ardi sangat terlihat sangat lelah. Bukan hanya fisiknya saja yang lelah tapi pikirannya juga.
" Permisi nona. Saya membawakan makan malam untuk anda " ucap seorang pelayan yang sudah cukup berumur.
" Aku tidak mau makan" jawab Tya menatap ke arah luar jendela.
" Jika tidak makan nanti nona akan sakit " ucap pelayan tersebut mendekati Tya.
" Siapa namamu?" tanya Tya.
" Nama saya Sinta nona " jawabnya.
__ADS_1
" Bolehkah saya memanggil anda bibi ?"ucap Tya pada Bibi Sinta.
" Tentu nona " jawab Bibi Sinta.
" Bisakah bibi membantu saya ke kamar mandi?" ucap Tya.
" Tentu saja nona. Mari saya bantu " jawab Bibi Sinta tersenyum.
" Bi apakah bibi bisa carikan saya mukena. Saya ingin sholat" ucap Tya.
" Baik nona" jawab Bibi Sinta.
Kemudian Tya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai Tya melaksanakan sholat dengan menggunakan mukena yang dibawakan oleh Bibi Sinta.
Setelah melaksanakan sholat Tya berdoa mengadahkan tangannya ke atas.
" Ya Allah, tolong hamba. Tolong keluar hamba dari sini. Suami hamba pasti sedang gelisah mencari hamba saat ini " ucap Tya dalam doanya.
Tya terus menangis dalam doanya. Tya masih tetap berada dalam sejadah.
" Aku sangat merindukanmu mas " ucap Tya kembali meneteskan air matanya.
Karena lelah menangis, tanpa sadar Tya tertidur di atas sajadah dan masih mengenakan mukenanya.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ