
Hari berganti malam. Setelah melaksanakan sholat isya Ardi dan Tya pun makan malam di dalam kamar mereka karena Ardi mengkhawatirkan keadaan Tya jika banyak bergerak. Padahal Tya sudah merasa baik-baik saja.
" Mas kita makan malam di meja makan aja ya. Gak enak sama ayah dan ibu " ucap Tya pada Ardi.
" Mereka ngerti kok sayang. Malah ibu yang siapin ini buat kita " jawab Ardi.
Tya pun menyerah untuk membujuk Ardi karena Tya sudah berkali-kali membujuk Ardi tapi selalu saja dijawab brgitu.
" Ayo makan aaa " ucap Ardi menyuapkan makanan pada, Tya.
" Aku makan sendiri aja mas " tolak Tya.
" Gak biar aku aja yang nyuapin kamu " ucap Ardi memaksa.
" Ayo aaa " ucap Ardi menyuapkan makanan lagi pada Tya.
Tya pun membuka mulutunya dan menerima suapan dari Ardi.
" Mas juga makan " ucap Tya pada Ardi.
" Iya nanti aku makan kok " jawab Ardi.
__ADS_1
" Makan sekarang " ucap Tya mengambil sendok di tangan Ardi.
" Ayo aa dong " lanjut Tya tersenyum sambil menyuapkan makanan ke mulut Ardi.
Ardi tersenyum lalu membuka mulutnya dan menerima makanan dari suapan Tya. Mereka pun salinh menyuapi sampai makan itu habis.
" Kamu tidur ya aku keluar sebentar " ucap Ardi menyelimuti Tya.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi pun keluar membawa bekas makan malam mereka ke dapur. Setelah itu Ardi kembali ke kamarnya. Terlihat Tya belum juga memejamkan matanya.
" Kenapa belum tidur sayang?" tanya Ardi.
Ardi pun tersenyum dan merangkak naik ke atas tempat tidur. Dia menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.
" Sini aku peluk " ucap Ardi tersenyum.
Tya pun langsung memeluknya Ardi dan membenamkan wajahnya di dada bidang Ardi. Ardi mengusap kepala Tya dan sesekali memberikan ciuman di puncak kepalanya.
Tak butuh waktu lama Tya pun tertidur dalam pelukan Ardi. Setelah Tya tertidur Ardi pun ikut memejamkan matanya dan menyusul Tya tidur.
__ADS_1
Keesokan harinya Ardi terbangun karena mendengar Tya yang muntah di kamar mandi. Dengan cepat Ardi pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
" Sayang kamu gak papa kan?" tanya Ardi di depan pintu kamar mandi.
Tya tidak menjawabnya. Ardi yang tidak mendapat jawaban pun langsung memasuki kamar mandi. Terlihat Tya yang masih lemas karena memuntahkan semua isi perutnya.
" Sayang muka kamu pucat banget. Kita ke rumah sakit ya sekarang " ucap Ardi khawatir.
" Aku gak papa mas " jawab Tya pelan.
" Gak papa gimana. Kamu aja lemes dan pucat banget gini. Pokoknya kita ke rumah sakit sekarang " ucap Ardi.
"Mas bentar lagi juga aku mendingan kok. Ini biasa dialami sama orang yang hamil muda namanya morning sickness " ucap Tya.
" Nanti siang juga kita bakal ke rumah sakit ketemu dokter Sinta buat lihat keadaan anak kita " lanjut Tya tersenyum memegang perutnya.
" Baiklah. Sekarang aku bantu kamu ke tempat tidur kamu istirahat " ucap Ardi pada Tya.
" Aku mau wudhu dulu mas. Ini udah masuk waktu subuh" jawab Tya.
Tak lama terdengar adzan berkumandang dari masjid terdekat. Ardi dan Tya pun mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat subuh berjamaah.
__ADS_1
Setelah melaksanakan sholat subuh Ardi langsung meminta Tya untuk beristirahat. Tya pun menuruti Ardi karena menang tubuhnya masih lemas.
Mohon bantua vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ