Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
55. Khawatir


__ADS_3

Hari terus berganti, kini sudah sebulan Ardi di kota kelahirannya. Tapi sudah dua hari ini Ardi tidak memberi kabar dan menghubungi Tya seperti biasanya.


" Apa dia sibuk ya" gumam Tya. Jujur saja dia dengan keadaan Ardi karena tidak biasanya dia tidak memberikan kabar. Meskipun sibuk Ardi pasti selalu menyempatkan untuk menghubungi Tya.


Bu Sari melihat anaknya gelisah pun mendekatinya, mereka sedang berada di kebun belakang.


" Kamu kenapa kak, kok kaya gelisah gitu?" tanya Bu Sari pada anaknya.


" Gak papa kok bu" ucap Tya dengan senyum dipaksakan.


Dia tidak mungkin mengatakan jika mengkhawatirkan Ardi karena memang orang tua Tya tidak mengetahui hubungan mereka.


" Kamu gak ada masalah kan?" ucap Bu Sari.


" Nggak kok bu " jawab Tya.


" Ya sudah, kalau ada apa-apa cerita sama ibu" ucap Bu Sari tersenyum mengusap puncak kepala Tya.


" Iya bu" jawab Tya tersenyum.


Kemudian Bu Sari pergi ke kebun untuk mengambil sayur untuk dimasak karena hari sudah menjelang sore.


Setelah lama berada di kebun belakang Tya pun masuk menuju dapur menyusul ibunya.


" Ibu mau masak apa?" tanya Tya saat sudah berda di dapur.


" Ayam kecap kesukaan ayahmu" ucap Bu Sari tersenyum.


" Biar aku aja ya bu yang masak ayam kecapnya ibu kerjain yang lain aja" ucap Tya.


" Ya sudah " ucap Bu Sari.

__ADS_1


Tya pun mulai meracik bubuk untuk memasak ayam kecap. Saat sedang mengiris bawang untuk dijadikan bawang goreng jari Tya malah teriris pisau.


" Aw" pekik Tya. Dia memang sedang tidak fokus karena memikirkan Ardi yang belum juga memberinya kabar.


" Ya ampun kak, kok bisa keiris gini sih" ucap Bu Sari yang panik karena melihat darah segar yang mengalir dari jari Tya.


" Gak papa kok bu, cuma keiris sedikit. Tadi kurang hati-hati aja" ucap Tya supaya ibunya tidak khawatir.


" Ya udah kita ke kamarmu, biar ibu obatin. Kotak P3K mu masih ada kan?" ucap Bu Sari.


" Iya bu, ada di laci kamar" jawab Tya.


Bu Sari pun mematikan kompor kemudian mendorong kursi roda Tya menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar Bu Sari langsung mengambil kotak P3K di laci dan langsung mengobati luka Tya.


" Kamu mending mandi terus siap-siap sholat sebentar lagi magrib. Biar ibu yang selesaikan masaknya" ucap Bu Sari setelah selesai mengobati Luka Tya.


Tya mencoba melihat ponselnya berharap Ardi menghubunginya tapi hasilnya masih sama. Ardi sama sekali belum menghubunginya.


Perasaan Tya menjadi tidak tenang. Dia takut terjadi sesuatu pada Ardi.


" Astagfirullah, aku gak boleh berpikiran buruk. Mungkin aja Ardi benar-benar sibuk. Lagian sebentar lagi dia juga bakal balik ke sini " ucap Tya menenangkan dirinya.


Kemudian Tya memutuskan untuk mandi. Setelah itu dia melaksanakan sholat Magrib karena adzan sudah berkumandang.


Setelah melaksanakan sholat Magrib seperti biasa Tya keluar kamar untuk makan malam bersama.


Tya tidak berselera makan karena terus mengkhawatirkan Ardi. Ayah Nadi memperhatikan sikap Tya dari tadi.


" Kok kaya gak berselera makan, kamu sakit kak?" tanya Ayah Nadi pada Tya.

__ADS_1


" Iya kak nasinya cuma diaduk-aduk aja. Ini enak loh ayamnya masakan kakak kan?" sambung Khaya sambil menggigit ayam kecapnya.


" Gak kok yah, gak pengen makan aja" ucap Tya lesu.


Kemudian Tya mengambil gelas untuk minum, tapi saat dia mengangkat gelas itu terlepas dari tangannya dan pecah di lantai.


" Astagfirullah " ucap Tya. " Maaf bu " lanjutnya.


" Gak papa kak" ucap Bu Sari agar anaknya tidak merasa bersalah.


Tya membungkuk hendak membersihkan pecahan gelas itu tapi Bu Sari melarangnya.


" Udah ibu aja gak papa " ucap Bu Sari.


" Ya sudah aku ke kamar dulu" ucap Tya hendak berbalik.


" Makannya gak dihabisin dulu" ucap Ayah Nadi.


" Nggak yah, aku udah kenyang" jawab Tya kemudian menuju kamarnya.


Saat sudah berada di kamar, Tya langsung menutup pintu dan menguncinya. Air matanya tumpah setelah tadi dia menahannya.


Kejadian gelas pecah tadi semakin membuatnya mengkhawatirkan Ardi.


" Kenapa perasaanku jadi gak enak. Apa ini pertanda buruk " ucap Tya dalam tangisnya.


Setelah cukup lama dia menangis, Tya memutuskan untuk melaksanakan sholat Isya dan berdoa agar Ardi baik-baik saja.


Setelah selesai Tya merebahkan tubuhnya di ranjang. Air matanya tidak mau berhenti, sampai akhirnya dia tertidur karena lelah menangis.


Mohon bantuan likenya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2