
Di meja makan, Tya dan keluarganya sedang makan malam. Mereka semua makan dengan sangat lahap karena masakam ibu Sari sangat enak, karena Ibu Sari memang pandai memasak.
Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Gimana sekolahmu kak?" Tanya Ayah Nadi pada Tya.
" Baik yah" Jawab Tya.
" Belajar yang rajin, kamu juga dek" Ucap Ayah Nadi kepada anak- anaknya.
" Iya yah" jawab Tya dan Khaya.
Mereka pun akhirnya pergi ke kamar dan tidur karena sudah menjelang tengah malam.
Keesokan paginya, Tya telah bersiap hendak ke sekolah. Dia sudah ada di meja makan untuk sarapan bersama keluarganya. Terdengar salam dari luar.
" Assalamualaiku" Ucap orang itu.
" Walaikumsalam" Jawab mereka. " Biar aku yan buka" Ucap Khaya. Lalu dia pergi membukakan pintu.
Dan tak lama muncul lah Khaya bersama Yeni.
" Eh Yeni" Ucap Bu Sari.
" Hehe iya Bi" Ucap Yeni sambil tersenyum. " Oh iya bi, ini ada kue" lanjut Yeni sambil memberikan kue kepada Bu Sari.
Bu Sari mengambil kue dari Yeni dan mengucapkan terima kasih. " Terima kasih ya, ayok sarapan bareng" ucap Bu Sari.
" Iya bi"jawab Yeni.
__ADS_1
Setelah sarapan mereka pun melaksanakan kegiatan masing-masing. Ayah Nadi berangkat bekerja bersama Khaya yang berangkat sekolah, sedangkan Bu Sari mengantar Tya dan Yeni.
Setelah sampai dikelas Yeni pun duduk di depan Tya, tak lama teman-teman mereka pun datang.
" Ey, Selamat Pagi"sapa Reno.
" Pagi" jawab Tya dan Yeni.
"Kalian berangkat bareng?" tanya Lisa.
" Iya, tadi aku kerumah mba Tya dulu, jadi bareng deh" jawab Yeni.
Nisa dan Sasa hanya ber oh ria menanggapi perbincangan temannya.
" Yeni" panggil Aska dia memang senang menggoda Yeni dan terlebih lagi dia menyukai Yeni.
Tya tersenyum melihat mereka berdua. " Aduh dek, jangan jutek-jutek napa, kasian tu pangeran kuda putihmu" ucap Tya menggoda Yeni.
" Apaan mba, yang ada malah pangeran kecebong" seloroh Yeni yang membuat mereka semua tertawa. Sedangkan Aska hanya memanyukan bibirnya.
Ardi pun datang, begitu juga dengan Leon dan gengnya. Tak lama lonceng masuk berbunyi. Mereka bubar ke meja masing-masing.
Mereka melewati dua jam yang pusing karena ini jam perlajaran yang mereka hindari yaitu matematika. Guru pelajaran ini juga adalah guru killer. Jadi ini adalah jam pelajaran yang paling dibenci mereka.
Setelah lonceng istirahat berbunyi mereka pun sangat senang. Mereka keluar kelas untuk mengisi perut mereka.
" Kamu gak jajan?" tanya Ardi yang sudah duduk di sebelah Tya.
Tya pun terkejut. " Aku bawa bekal" jawab Tya.
__ADS_1
Mereka pun diam. Ardi terus memandangi Tya, dan Tya merasa tidak nyaman dengan itu.
" Kenapa kamu ngelihatin aku terus?" ucap Tya kesal.
Ardi yang melihat muka kesal Tya pun tersenyum. " Gak papa cuma gemes liat kamu" jawab Ardi sambil mencubit pipi Tya yang memang cubby.
" Apa- apaan sih kamu" ucap Tya sambil menepis tangan Ardi yang sedang mencubit pipinya.
Tiba-tiba teman mereka kembali dari kantin dan melihat Ardi sedang mencubit pipi Tya.
" Cie, ada yang lagi cubit-cubitan" ucap Ahsan sambil tertawa.
Tya dan Ardi terkejut lalu memandang mereka. " Nggak" jawab Tya dengan ekpresi kesalnya. Dan yang lebih membuat Tya kesal adalah Ardi yang hanya diam dan tersenyum.
" Nggak apanya kita lihat loh" ucap Sasa sambil tertawa menggoda mereka.
Tya pun tambah kesal dan diam tidak meghiraukan ucapan Sasa dan itu mengundang gelak tawa mereka semua.
Leon dan gengnya memasuki kelas dan melihat mereka tertawa.
" Kenapa kalian tertawa sampai begitu?" tanya Dareen penasaran.
" Kepo deh" jawab Yeni.
Leon yang melihat wajah Tya yang kesal pun lali bertanya. " Kenapa wajah dia kesel gitu"ucap Leon sambil menunjuk Tya. Tya pun hanya diam karena dia masih kesal.
Teng.
Obrolan mereka terhenti saat jam masuk berbunyi. Mereka menuju meja mereka masing-masing. Leon yang belum mendapat jawaban pun masih penasaran.
__ADS_1