
Setelah acara ijab qobul selesai dan para tamu sudah pergi, Bu Dewi meminta Ardi untuk membawa Tya ke kamar pengantin di hotel itu untuk beristirahat.
" Sayang, bawa istrimu ke kamar. Kalian istirahat lah dulu " ucap Bu Dewi pada Ardi.
" Iya bu " jawab Ardi.
" Paman bibi kita izin ke kamar dulu " ucap Ardi pada Ayah Nadi dan Bu Sari.
" Kok masih panggil paman dan bibi sih. Panggil ayah dan ibu sama seperti Tya " ucap Bu Sari tersenyum.
" Iya bu " jawab Ardi.
Kemudian Ardi juga pamit pada teman-temannya yang kebetulan masih berada disana.
" Kita tinggal dulu ya guys " ucap Ardi pada teman-temannya.
" Iya deh, udah sana pengantin baru " ucap Yeni.
" Inget pesen aku tadi Ar jangan kasih kendor " ucap Reno tertawa dan disambut tawa dari yang lain.
Ardi hanya tersenyum menanggapi ucapan Reno. Sedangkan Tya wajahnya semakin memerah.
" Kalo gitu kita ke kamar dulu " ucap Ardi.
Mereka semua menganggukkan kepalanya. Ardi mendorong kursi roda Tya menuju kamar pengantin mereka.
Sesampainya di kamar mereka, terlihat kamar pengantin itu sudah didekor dengan banyak sekali bunga mawar merah. Ardi membawa Tya ke samping tempat tidur.
" Kamu mau mandi sekarang?" tanya Ardi pada Tya.
" Mas Ardi aja mandi duluan. Aku mau ganti baju dulu " jawab Tya.
Kemudian Ardi pun beranjak memasuki kamar mandi. Sedangkan Tya mengganti kebayanya dengan baju rumahan. Tya menunggu Ardi untuk bergantian mandi.
Setelah lima belas menit Ardi pun keluar dari kamar mandi. Ardi bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya.
__ADS_1
Mata Tya membulat sempurna saat melihat pemandangan langka di hadapannya. Tya merasa menjadi canggung berdua dengan Ardi. Dulu memang mereka sering berdua saja tapi sekarang beda status mereka sudah mereka suami istri. Walaupun sudah sah Tya masih canggung pada Ardi.
Wajah Tya memerah dan kedua pipinya terasa panas karena malu melihat Ardi seperti itu. Ardi menyadari itu, ia mendekati Tya masih mengenakan handuknya. Tya yang melihat Ardi mendekat menjadi gugup.
" Mas Ardi pake baju dulu sana " ucap Ardi gugup.
" Nanti aja " ucap Ardi tersenyum pada Tya.
Tya semakin gugup dan wajahnya bertambah merah. Ardi menggendong Tya menuju tempat tidur mereka. Tya terkejut Ardi tiba-tiba menggendongnya.
" Mas Ardi turunin aku mau mandi " ucap Tya.
" Nanti aja mandinya. Sekarang kita main aja dulu " ucap Ardi tersenyum penuh arti.
" Main?" ucap Tya bingung.
" Iya main " jawab Ardi.
Ardi menurunkan di tempat tidur. Kemudian Ardi duduk di hadapannya. Ardi terus menatapnya dan Tya hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu Ardi terus menatapnya.
" Aku suka lihat wajah kamu kalo lagi malu gitu bikin tambah gemes " ucap Ardi.
Kemudian Ardi memegang kedua pipi Tya dan mengangkat wajahnya sehingga mereka sekarang saling menatap. Tatapan Tya membuat Ardi terhipnotis. Ardi mendekatkan wajahnya pada Tya. Terus mendekat dan akhirnya bibirnya menyentuh bibir Tya. Mata Tya membulat sempurna saat Ardi menciumnya tapi setelahnya dia memejamkan matanya menikmati ciuman Ardi. Tya meletakan tangannya di dada bidang Ardi menahan badan Ardi. Ardi terus membuat Tya hanyut dalam ciumannya walaupun ini pertama kali untuk Ardi tapi naluri laki-lakinya yang menuntunnya bisa melakukannya.
Hingga akhirnya ada seseorang yang mengetuk pintu kamar mereka. Ardi dan Tya menghentikan ciuman itu dan menjadi salah tingkah. Wajah Tya sudah sangat merah karenanya.
" Mba ini aku Yeni " ucap seseorang yang ternyata Yeni dari luar.
" Iya dek sebentar " jawab Tya.
" Biar aku aja yang buka " ucap Ardi.
" Tapi kamu pake baju mas " ucap Tya.
" Oh iya, aku pake baju dulu " jawab Ardi.
__ADS_1
" Kamu pake baju aja biar aku yang buka " ucap Tya pada Ardi.
Tya beranjak ke kursi rodanya sedangkan Ardi memakai bajunya. Tya membuka pintu dan terlihat Yeni di sana membawa sebuah paper bag besar.
" Lama banget sih mba " keluh Yeni pada Tya.
" Iya maaf " ucap Yeni.
" Lagi ngapain sih emangnya sampai bajunya berantakan gitu " ucap Yeni tersenyum.
Tya melihat bajunya yang memang berantakan karena adegan ciumannya dengan Ardi tadi.
" Gak ngapa-ngapain " ucap Tya dengan wajah memerah karena mengingat kejadian tadi.
" Tapi kok mukanya jadi merah gitu " goda Yeni.
" Udah deh dek jangan godain mba terus. Kamu ngapain ke sini ? " tanya Tya.
" Ini aku mau nganterin baju mba " ucap Yeni sambil memberikan paper bag besar itu pada Tya.
" Makasih ya " ucap Tya menerima paper bag itu.
" Iya aku pergi dulu " ucap Yeni lalu melangkah pergi.
Setelah pergi Tya menutup pintu kamar pengantinnya itu.
" Siapa ?" tanya Ardi yang sudah selesai memakai bajunya.
" Yeni mas. Dia nganterin baju buat aku " jawab Tya.
" Sekarang kamu mandi gih. Setelah itu kita sholat Zuhur berjamaah " ucap Ardi.
Tya menganggukkan kepalanya meletakan paper bag dan megambil baju yang dibawakan Yeni karena Tya hanya membawa baju yang dipakainya.
Kemudian Tya memasuki kamar mandi dan setelah itu sholat berjamaah dengan diimami Ardi.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komennya ya π Terima kasih ππ