
Di dalam mobil Tya merasa sangat mengantuk. Ardi yang menyadari itu langsung menarik Tya ke dalam pelukan dan membawa kepala Tya ke dadanya.
" Kamu tidur aja. Nanti kalo sudah sampai aku bangunin kamu " ucap Ardi pada Tya.
Tya pun menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya dalam pelukan Ardi. Tidak butuh waktu lama Tya pun tertidur. Ardi tersenyum melihat Tya yang tertidur pulas di pelukannya lalu mencium pucuk kepala Tya. Setelah itu Ardi pun ikut memejamkan matanya dan tertidur bersama Tya.
Yeni menoleh ke belakang dan melihat Ardi dan Tya tertidur dengan berpelukan mesra. Yeni pun tersenyum.
" Semoga nanti aku bisa seperti itu bersama Leon " batin Yeni lalu beralih melihat ke arah Leon yang sedang fokus menyetir.
" Jangan melihatku seperti itu " ucap Leon tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
" Memangnya kenapa?" tanya Yeni.
" Aku tidak nyaman " jawab Leon.
" Kalau begitu kamu juga lihat aku supaya nyaman " ucap Yeni.
" Jika aku melihatmu kita akan mengalami kecelakaan nanti " ucap Leon pada Yeni.
" Baiklah kamu benar " ucap Yeni mengalihkan pandangannya ke jendela.
Leon melirik ke arah Yeni sebentar dan tersenyum kemudian fokus melihat ke jalan kembali.
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat jam mereka pun sampai di Jakarta. Leon mengantarkan Ardi dan Tya ke kediaman keluarga Wicaksono terlebih dahulu.
Saat sampai di depan rumah keluarga Wicaksono Tya pun terbangun. Dia mulai mengerjapkan matanya.
" Kita sudah sampai mas?" tanya Tya pada Ardi.
" Iya sayang. Ayo kita turun " jawab Ardi.
Ardi pun menggendong Tya keluar dari mobil dan membawa ke kursi roda yang sudah dibawakan oleh Angga.
__ADS_1
Terlihat kedua orang tua dan mertuanya menunggu kepulangannya. Ardi mendorong kursi roda Tya menghampiri mereka diikuti oleh Leon dan Yeni di belakang.
Bu Sari pun langsung memeluk putrinya. Begitu pun dengan Ayah Nadi. Bu Sari tidak bisa menahan air matanya lagi.
" Kamu baik-baik saja kan sayang ?" ucap Ayah Nadi pada Tya.
" Tya baik-baik saja yah" jawab Tya.
Tya yang melihat ibunya menangis pun langsung menghapus air mata ibunya dengan kedua ibu jarinya.
" Ibu jangan menangis. Tya sudah kembali dengan baik-baik saja " ucap Tya pada ibunya.
" Iya sayang " jawab Bu Sari tersenyum.
Kemudian Bu Dewi pun memeluk Tya. Dia sudah menganggap Tya seperti putrinya sendiri.
" Akhirnya kamu pulang sayang. Kami semua disini sangat mengkhawatirkanmu " ucap Bu Dewi pada Tya.
" Maafkan Tya bu sudah membuat ibu dan semuanya khawatir " ucap Tya.
Tya pun membalasnya dengan senyuman. Semua orang yang berada disana merasa bahagia karena Tya kembali dengan selamat.
" Hmm semuanya kami pamit pulang dulu " ucap Leon.
" Terima kasih ya Leon sudah membantu membawa Tya kembali " ucap Bu Sari memegang pipi sebelah kanan Leon.
" Sama-sama bibi " jawab Leon tersenyum.
" Makasih juga Yen " ucap Bu Sari pada Yeni.
" Aaa bibi. Bibi tidak perlu berterima kasih pada Yeni " ucap Yeni memeluk Bu Sari.
" Jika ada apa-apa beritahukan pada kami. Kami pasti akan membantumu " ucap Ayah Nadi pada Leon.
__ADS_1
" Benar. Kamu tidak perlu sungkan " sambung Pak Gunawan.
" Baik. Terima kasih banyak " ucap Leon.
" Sekali lagi terima kasih. Gue pasti bakal kehilangan istri gue kalo gak ada, bantuan dari lo " ucap Ardi pada Leon.
Leon pun menganggukkan kepalanya dan segera akan pulang.
" Kalau begitu kami permisi. Assalamualaikum " ucap Leon mencium tangan para orang tua diikuti oleh Yeni.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Leon dan Yeni pun menaiki mobil milik Leon dan pergi dari kediaman keluarga Wicaksono.
" Ardi sekarang kamu bawa istri kamu ke kamar kalian " ucap Bu Dewi pada Ardi.
" Baik bu " jawab Ardi.
" Ayah ibu kami ke kamar dulu " ucap Ardi pada kedua mertuanya dan mereka pun tersenyum menganggukkan kepalanya.
Ardi pun mendorong kursi roda Tya ke kamarnya. Setelah sampai kamar mereka Ardi langsung mengunci pintu kamar tersebut.
" Sayang bersiaplah " bisik Ardi di telinga Tya.
Tya pun menelan salivanya dengan kasar. Tubuhnya meremang saat napas Ardi menyentuh telinga dan lehernya.
Dengan cepat Ardi menggendong Tya dan membawanya ke tempat tidur mereka. Tanpa menunggu persetujuan dari Tya, ia melepas semua pakaian yang dikenakan Tya.
" Mas " ucap Tya dengan wajah memerah karena malu.
" Aku sudah tidak tahan sayang " ucap Ardi.
Ardi pun langsung menyerang Tya dan mengulangi penyatuan mereka seperti tadi malam. Dia benar-benar tidak akan melepaskan Tya hari itu.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ