Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
121. Manja


__ADS_3

Setelah memasuki kamar Tya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Ardi membuka laptopnya untuk melihat pekerjaannya.


Setelah lima belas menit Tya keluar dari kamar mandi. Dia langsung mengambil baju di lemari dan memakainya. Ardi masih fokus dengan pekerjaan.


" Mas" panggil Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


" Mandi dulu setelah itu kita sholat sudah Dzuhur. Pekerjaannya dilanjutkan nanti lagi " ucap Tya.


" Sebentar lagi sayang " jawab Ardi.


Tak lama Ardi beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah itu mereka melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah. Seperti biasa Tya mencium tangan Ardi sebagai tanda baktinya kepada suami. Tak lupa Ardi juga mencium puncak kepala Tya.


Setelah Tya selesai merapikan peralatan sholat, Ardi langsung menggendong Tya.


" Mas " pekik Tya.


" Turuni aku " ucap Tya pada Ardi.


" Gak mau " jawab Ardi.


Ardi mendudukkan dirinya di sofa dan membawa Tya dalam pangkuannya.


" Mas turunin aku " ucap Tya.


" Nggak " ucap Ardi melingkarkan tangannya di pinggang Tya.


" Kita belum makan siang lo. Ayo keluar makan siang dulu " ucap Tya agar Ardi menurukannya.


" Kita makan di kamar aja " jawab Ardi.


Kemudian Ardi meraih telepon yang ada di kamarnya dan menelepon dapur.

__ADS_1


" Halo Mbok tolong antar makan siang untuk saya dan Tya " ucap Ardi pada Mbok Inem di dapur.


Setelah itu Ardi pun meletakkan telepon itu kembali.


" Udah kan kita tinggal tunggu Mbok Inem mengantar makan siang ke sini " ucap Ardi pada Tya


Tya pun hanya menghela nafasnya panjang. Ardi mempererat pelukannya pada Tya. Dia membenamknan wajahnya pada dada Tya. Tya terkejut dengan tindakan Ardi.


" Mas" pekik Tya.


" Geli " ucap Tya tertawa.


Ardi tidak memperdulikannya, dia malah menggesek-gesekkan wajahnya pada kedua benda kenyal Tya.


Mereka di kagetkan dengan Mbok Inem yang mengetuk pintu kamar mereka. Ardi menjauhkan wajahnya dari dada Tya.


" Permisi tuan muda. Saya mengantarkan makan siang anda dan Nona Muda " ucap Mbok Inem.


" Iya mbok sebentar saya keluar " ucap Ardi.


" Makasih mbok " ucap Ardi menerima nampan berisi makanan.


Kemudian Ardi menutup pintu kamar mereka kembali. Ardi berjalan menghampiri Tya dan menaruh makanan itu di meja dekat mereka.


Ardi duduk di sofa dan membawa Tya ke pangkuannya kembali.


"Mas kita kan mau makan" ucap Tya pada Ardi.


" Iya kamu suapin aku " jawab Ardi.


" Turunin aku dulu " ucap Tya.


" Nggak. Biar aja seperti ini " ucap Ardi memeluk Tya.


" Cepet suapin aku " lanjutnya.

__ADS_1


" Manja banget " ucap Tya.


" Biarin aja. Manja sama istri sendiri juga " jawab Ardi.


Tya pun mengambil makanan itu dan mulai menyuapkan pada Ardi. Tak lupa juga pada dirinya sendiri.


Setelah makanan itu habis Tya akan membereskannya tapi Ardi melarangnya.


" Biarkan saja. Lebih baik kamu peluk aku sekarang " ucap Ardi.


Tya merasa bingung dengan sikap Ardi yang tiba-tiba sangat manja padanya.


" Mas kok kamu manja banget sih " ucap Tya.


" Aku hanya ingin saja " jawab Ardi.


" Cepat peluk aku " lanjutnya.


Tya pun menurutinya dengan segera memeluk Ardi. Ardi pun membenamkan wajahnya kembali di dada Tya.


" Sayang tidak enak ada yang mengganjal seperti ini " ucap Ardi menjauhkan wajahnya dari dada Tya.


" Mengganjal ?" ucap Tya mengerutkan keningnya.


Ardi memasukkan tangannya ke baju Tya dan mencari pengait bra Tya.


" Mas kamu ih " ucap Tya memukul Ardi saat berhasil melepaskan pengait bra miliknya.


Ardi melepaskan bra Tya lalu memasukan wajahnya di kaos yang dipakai Tya. Kemudian membenamkan wajahnya kembali.


" Begini kan nyaman " ucap Ardi.


Tya pun hanya pasrah menerima perlakuan dari Ardi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2