Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
40. Teman Lama


__ADS_3

Setelah keluar dari ruang kepala sekolah, Tya dan keluarganya hendak pulang. Tapi ada yang memanggil Ayah Nadi.


" Nadi" panggil pak Gunawan.


Ayah Nadi berhenti dan berbalik melihat ke arah si pemanggil.


" Kamu Nadi kan?" tanya Pak Gunawan memastikan.


" Iya" ucap Ayah Nadi.


" Kamu gak ingat aku?" ucap Pak Gunawan.


Ayah Nadi melihat wajah pak Gunawan dengan seksama dan dia pun mengingatnya.


" Ya Allah, Gunawan" ucap Ayah Nadi.


Mereka pun berpelukan, karena bertahun-tahun lamanya tidak bertemu. Bu Sari dan Bu Dewi pun juga berpelukan setelah mereka saling mengenali. Sedangkan Tya dan Ardi bingung dengan keadaan ini. Setelah puas melepas rindu, mereka pun melepaskan pelukan mereka.


" Kamu kemana aja kamu? Setelah aku menikah kita tidak pernah ada kabar lagi" ucap Ayah Nadi.


" Aku pindah keluar kota, meneruskan perusahaan Ayahku" ucap Ayah Nadi.


" Lalu bagaimana kabar mereka, dan dimana Andi anak kalian?" tanya Ayah Nadi.


" Mereka sudah meninggal lima tahun yang lalu, dan Andi dia berada di kota ini setelah menikah dan sekarang istrinya sedang mengandung" ucap Pak Gunawan menjelaskan.


" Kami turut berduka cinta" ucap Ayah Nadi bersedih.


" Iya terima kasih" ucap Pak Gunawan.


" Jadi kalian sebentar lagi akan memiliki cucu? Selamat ya" Ucap Bu Sari.


" Terima kasih" jawab Bu Dewi tersenyum.


Ardi yang bingung dari tadi pun bertanya.


" Kok Ayah bisa kenal dengan paman Nadi" ucap Ardi.

__ADS_1


" Ayah, Ibu, Sari dan Nadi adalah teman lama.Kami berteman semenjak SMA" ucap Pak Gunawan.


" Sebentar jadi nak Ardi ini adalah anakmu?" tanya Ayah Nadi.


" Iya Di, setelah kami mengangkat Andi jadi anak kami dan pindah, istriku mengandung" ucap Pak Gunawan.


" Lalu ini anakmu?" tanya Pak Gunawan melihat ke arah Tya.


" Iya, ini anak pertama kami, dan anak kedua kami masih kelas 1 SMP" ucap Ayah Nadi.


Bu Dewi juga melihat ke arah Tya dan mendekatinya. Bu Dewi memegang dagu Tya.


" Kamu cantik sekali" ucap Bu Dewi.


" Terima kasih tante" ucap Tya tersenyum.


Pak Gunawan pun juga menghampiri Tya.


" Siapa namamu sayang?" tanya pak Gunawan tersenyum.


" Tya om" ucap Tya.


" Saat umur dua tahun Tya kecelakaan tertabrak mobil, dia sempat koma sekitar dua bulan dan setelah sadar keadaannya sudah seperti ini" ucap Ayah Nadi.


" Maafkan aku ya Di, kalau aku tidak pindah pasti aku akan menemani melewati masa sulit itu" ucap Pak Gunawan sambil menyentuh pundak Ayah Nadi.


" Ini bukan salahmu" jawab Ayah Nadi tersenyum.


Bu Dewi pun teringat akan tujuan awal saat mereka ke kota ini.


" Apakah besok kalian sibuk?" tanya Bu Dewi.


" Tidak, kami tidak sibuk" jawab Bu Sari.


" Kalau begitu datanglah ke rumah Andi, dia akan mengadakan tujuh bulanan istrinya" ucap Bu Dewi.


" Baiklah kami akan datang" ucap Ayah Nadi.

__ADS_1


" Biar Ardi yang menjemput kalian" ucap Pak Gunawan.


" Tidak usah, nanti merepotkan" ucap Ayah Nadi sungkan.


" Tidak papa paman, Ardi malah senang" ucap Ardi.


" Baiklah " ucap Ayah Nadi.


Setelah lama mengobrol dan melepas rindu mereka pun memutuskan pulang ke rumah mereka masing-masing.


" Paman, biar saya yang mengantarkan Tya ke rumah, paman cuma bawa satu motorkan" ucap Ardi.


" Memangnya gak merepotkanmu" ucap Tya, padahal dalam hatinya sangat senang karna Ardi berniat mengantarkannya pulang.


" Nggak kok" ucap Ardi tersenyum.


" Bagaimana paman?" tanya Ardi pada Ayah Nadi.


" Baiklah" jawab Ayah Nadi tersenyum.


" Biar saya saja paman" ucap Ardi lalu mengambil alih kursi roda Tya.


Ardi dan Tya pun mendahului mereka ke arah parkiran. Sedangkan orang tua mereka mengikuti di belakang.


Pak Gunawan merasa bahwa anaknya itu menyukai Tya dan juga sebaliknya.


" Sepertinya putraku menyukai putrimu, bagaimana kalau nanti kita menjadi besan" ucap Pak Gunawan pada Ayah Nadi.


" Tapi apakah tak apa, kamu tau sendiri keadaan Tya, bagaimana nanti Tya mengurus suaminya dan apakah kalian menerima kekurangannya" ucap Ayah Nadi sendu.


" Itu bukan masalah, kami akan menerimanya apa adanya"ucap Pak Gunawan tersenyum.


" Terima kasih" ucap Ayah Nadi.


" Selanjutnya kita serahkan pada mereka" ucap Pak Gunawan.


Ayah Nadi pun tersenyum. Bu Dewi dan Bu Sari hanya mendengarkan pembicaraan itu dan tersenyum.

__ADS_1


Maaf sekali semuanya baru bisa up, karena kemarin sibuk sekali.


Saya minta bantuan dari pembaca semua untuk memberikan like untuk karya saya ini. Terima Kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2