Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
222. Menyukai Ardi


__ADS_3

Sementara itu, di sebuah mobil yang sedang melaju di salah satu jalan di Jakarta terdapat seorang gadis yang tak henti tersenyum. Gadis itu adalah Anita. Pak Herman sang ayah pun menjadi heran.


" Kamu kenapa senyum-senyum terus sayang?" tanya Pak Herman pada sang putri.


" Ardi ganteng ya pa " ucap Anita dan bukannya menjawab pertanyaan Pak Herman.


" Kenapa? Kamu suka sama Ardi ?" tanya Pak Herman.


" Kayanya si iya pa " jawab Anita tersenyum malu.


" Ardi itu sudah punya istri. Mending kamu cari laki-laki lain" ucap Pak Herman.


Ucapan Pak Herman membuat Anita terkejut.


" Maksud papa ardi sudah menikah?" tanya Anita terkejut.


Pak Herman pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Terlihat sekali dari wajahnya bahwa Anita kecewa.


" Sudahlah. Masih banyak laki-laki yang suka sama putri cantik papa ini " ucap Pak Herman mengusap kepala Anita.


" Tapi kan pa. Ardi bahkan lebih muda dari aku dan dia masih kuliah " ucap Anita.


" Papa denger Ardi menikah setelah lulus SMA. Papa juga diundang sama Pak Gunawan tapi papa gak bisa dateng " jawab Pak Herman.


Anita pun terdiam mendengar jawaban dari Pak Herman.

__ADS_1


" Paling juga bocah istrinya. Bentar lagi juga cerai. Gak bakal tahan lama kalo nikah muda. Aku deketin gak papa kali " ucap Anita dalam hati.


Setelah sampai di perusahaan milik keluarganya, Anita langsung bergegas pergi ke ruangannya. Tapi sebelum itu ia pergi ke ruangan sekretaris sang papa untuk mendapatkan nomor ponsel Ardi. Mungkin saja kan ia memiliki nomor ponsel beberapa partner kerja perusahaan sang papa.


" Mba ada nomor ponsel Ardi dari Wicaksono Grup gak? Saya ada project sama dia. Biar mudah menghubungi " tanya Anita.


" Tidak ada bu. Hanya ada nomor sekretaris Pak Gunawan. Karena kita biasanya menghubungi sekretaris beliau jika ada kerjasama " jawab sang sekretaris.


" Tolong carikan ya mba. Biar enak nanti buat kerjasamanya karena aku sama dia yang nanganin " ucap Anita.


" Baik bu " jawab sekretaris sang papa.


Setelah itu Anita pun langsung menuju ruangannya.


Tak lama terdengar notifikasi pesan pada ponselnya. Terlihat sekretaris papanya telah mengirimkan nomor ponsel Ardi.


" Yes dapet " ucap Anita senang.


Anita pun mengirimkan pesan pada Ardi untuk mengajak bertemu dengan alasan kerjasama.


" Hai Ardi. Ini aku Anita. Besok bisa kan kita ketemu buat kelanjutan kerja sama kita " ucap Anita dalam pesannya.


Tak lama terlihat balasan dari Ardi. " Oke " balas Ardi singkat.


Walau hanya mendapat balasan singkat dari Ardi, Anita merasa begitu senang.


Di tempat lain, Ardi sedang bersiap-siap untuk pulang saat waktu sudah menunjukkan jam pulang kantor. Ardi dengan cepat melajukan motornya agar cepat sampai di rumah. Dia sudah sangat merindukan sang putra.

__ADS_1


Sesampainya di rumah ia melihat sang putra sedang di gendong sang kakek.


" Assalamualaikum " ucap Ardi lalu mencium tangan Pak Gunawan.


" Walaikumsalam " jawab Pak Gunawan.


" Aditya ayah kangen " ucap Ardi ingin mencium sang putra.


" Kamu bersih-bersih dulu. Kalo ibu sama istri kamu liat kamu pasti dimarahin sama mereka " ucap Pak Gunawan mencegah Ardi.


" Ya sudah Ardi ke kamar dulu " ucap Ardi.


Kemudian Ardi pun bergegas menuju kamarnya dan Tya. Saat membuka pintu terlihat Tya merapikan pakaiannya dan Ardi ke dalam lemari.


" Sayang " panggil Ardi lalu mendekati Tya.


Tya menoleh dan tersenyum pada Ardi. " Udah pulang mas " ucap Tya lalu mencium tangan Ardi.


" Iya sayang " jawab Ardi lalu memberikan kecupan pada puncak kepala Tya.


" Sekarang cepet mandi gih. Sudah sore " ucap Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi setelah meletakkan tas dan melepas sepatunya.


Setelah Ardi masuk kamar mandi, Tya segera menyiapkan baju ganti untuk Ardi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2