Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
214. Cuti


__ADS_3

Setelah cukup lama menyusu dan merasa kenyang, Aditya pun terlelap. Ardi mengambil Aditya dengan hati-hati dari pangkuan Tya dan menidurkannya di box bayinya. Ardi pun duduk di sebelah Tya kembali dan langsung memeluknya.


" Sekarang giliran ayahnya Aditya yang disayang-sayang " ucap Ardi lalu mencium pipi Tya.


" Mas " ucap Tya hendak melepaskan pelukan Ardi.


" Sayang aku kangen " ucap Ardi mempererat pelukannya.


" Setiap hari aja ketemu masih kangen aja" ucap Tya.


" Kangen meraba-raba kamu" bisik Ardi.


" Mas ih " ucap Tya mengikut perut Ardi.


Tapi Ardi segera menahan tangan Tya agar tidak bergerak.


" Kamu tega lihat aku gini. Hampir dua minggu lo aku puasa" ucap Ardi.


" Ya gimana mas. Kan emang belum boleh " jawab Tya.


Ardi pun hanya bisa menghembuskan napasnya berat. Ia harus menahan diri untuk tidak menyentuh Tya yang baru melahirkan.


" Makanya biarin aja gini dulu. Mumpung Aditya juga sudah tidur " ucap Ardi.


Akhirnya Tya pun membiarkan Ardi memeluk dan bermanja-manja pada dirinya.


Tapi saat mereka sedang bermesraan, Mbok Inem datang untuk mengantarkan sarapan untuk Tya.


Tok tok tok.

__ADS_1


" Permisi nona muda. Saya mengantarkan sarapan untuk anda " ucap Mbok Inem dari luar.


" Mas lepasin dulu ada Mbok Inem tuh " ucap Tya.


" Biarin aja " jawab Ardi.


" Masuk aja Mbok " ucap Ardi menyuruh Mbok Inem masuk tanpa melepaskan pelukannya pada Tya.


Mbok Inem pun masuk dengan membawa nampan yang berisi sayur bening bayam dan tempe goreng serta segelas susu. Mbok Inem tersenyum saat melihat Ardi sedang memeluk Tya. Sedangkan Tya sudah sangat malu dan wajahnya menjadi merah.


" Ini sarapan anda nona muda " ucap Mbok Inem meletakkan nampan itu di nakas


" Terima kasih mbok " jawab Tya.


Mbok Inem pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Iya mbok " jawab Tya.


Setelah Mbok Inem pergi Tya pun meminta Ardi untuk melepaskan pelukannya.


" Mas lepasin dulu. Aku mau sarapan " ucap Tya.


" Baiklah " jawab Ardi melepaskan pelukannya.


" Biar aku suapi ya " ucap Ardi mengambil makanan Tya yang Mbok Inem letakan di atas nakas.


" Aku bisa sendiri mas " jawab Tya.


" Gak boleh nolak " ucap Ardi tidak mau dibantah.

__ADS_1


Ardi pun menyuapi Tya hingga makanan itu habis. Sedangkan Ardi sudah sarapan sebelum mengantarkan mertuanya ke bandara. Ardi memberikan segelas susu pada Tya setelah makanan itu habis.


" Minum dulu susunya " ucap Ardi memberikan segelas susu.


Tya menerimanya dan meminumnya sampai habis.


" Mas aku mau ngomong " ucap Tya saat sudah menghabiskan susunya.


" Ngomong aja sayang " jawab Ardi.


" Bagaimana kalau aku cuti kuliah dulu. Kasian Aditya kalau sering ditinggal. Setidaknya satu semester sampai usia Aditya sudah enam bulan. Aku juga gak enak ngerepotin ibu terus buat jagain Aditya " ucap Tya.


" Kalau itu keputusan kamu dan kamu pikir itu yang terbaik, aku dukung kamu " jawab Ardi tersenyum.


" Jadi kamu setuju mas? " tanya Tya memastikan.


" Iya sayang "jawab Ardi.


" Terima kasih mas " ucap Tya tersenyum.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Tya merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Ardi yang selalu mendukung keputusannya.


Mohon bantuan vote like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " ,Pria Kulkasku "πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2