Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
192. Jahil


__ADS_3

Hari telah berganti malam dan langit sudah menjadi gelap. Ardi dan Tya keluar dari kamar mereka untuk makan malam. Mereka hanya makan malam berdua karena Pak Gunawan dan Bu Dewi sudah pergi dari sore untuk menghadiri sebuah acara rekan bisnisnya.


" Silakan tuan nona muda" ucap Mbok Inem pada Ardi dan Tya.


" Terima kasih ya mbok " ucap Tya.


" Sama-sama nona " jawab Mbok Inem.


" Saya permisi dulu tuan nona muda" lanjutnya dan Tya pun menganggukkan kepalanya.


Setelah Mbok Inem meninggalkan mereka. Tya mengambilkan nasi dan lauk untuk Ardi.


" Segini cukup mas ?" tanya Tya pada Ardi.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Mereka pun mulai makan malam setelah Tya mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


" Sayang kamu ke kamar duluan ya. Aku mau buatin susu kamu dulu " ucap Ardi pada Tya setelah selesai makan malam.


" Gak usah mas. Biar aku buat sendiri aja " jawab Tya.


" Sudah mas aja. Kamu ke kamar aja sekarang " ucap Ardi.


" Ya udah mas. Aku ke kamar dulu " ucap Tya.


Ardi pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


Setelah Tya pergi menuju kamar, Ardi pun bergegas pergi ke dapur.


" Ada yang bisa saya bantu tuan muda?" tanya Mbok Inem saat melihat Ardi memasuki dapur.


" Enggak ada bi. Saya cuma mau buat susu untuk Tya " jawab Ardi.


" Biar saya saja tuan muda " ucap Mbok Inem.


" Gak usah mbok " tolak Ardi.


" Lebih baik mbok istirahat aja. Pekerjaan mbok juga sudah selesai kan" lanjut Ardi.


" Baik tuan muda. Saya permisi " jawab Mbok Inem.


Ardi pun langsung membuat segelas susu ibu hamil untuk Tya. Setelah itu Ardi langsung membawanya ke kamar.


" Sayang ini susunya diminum dulu " ucap Ardi memberikan segelas susu ibu hamil pada Tya.


" Makasih mas " ucap Tya tersenyum.


Tya menerima susu itu lalu meminumnya sampai habis. Setelah habis ia langsung meletakkannya di nakas. Sedangkan Ardi naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Tya.


Tya mengambil bukunya dan hendak membacanya kembali tapi Ardi tiba-tiba memeluk Tya.


" Mas lepasin. Aku mau baca buku " ucap Tya.


" Tapi aku mau peluk kamu " jawab Ardi sambil mencium pipi Tya.

__ADS_1


Akhirnya Tya pun membiarkan Ardi memeluknya. Tya melanjutkan kegiatan membacanya. Tapi Ardi tidak membiarkan Tya membaca dengan tenang. Ardi mulai jahil untuk menganggu Tya membaca. Tangan Ardi mulai menyusup ke dalam piyama yang Tya pakai. Ia mengusap-usap perut buncit Tya dan lama kelamaan naik ke tempat favoritnya.


" Mas tangannya jangan jahil deh. Ini cepet keluar " ucap Tya tidak bisa fokus membaca karena tangan Ardi yang tidak diam.


" Mas gak jahil tuh " jawab Ardi.


" Ini buktinya apa?" ucap Tya mendengus kesal sambil menunjuk tangan Ardi yang ada di balik piyamanya.


" Ini gerak sendiri lo sayang. Dia mau cari mainan kesukaannya " jawab Ardi.


" Alasan kamu aja mas " ucap Tya.


Kemudian Tya menaruh bukunya di atas nakas.


" Sudah ah mas ini lepas. Aku mau tidur" ucap Tya.


" Gak mau main dulu sebelum tidur?" tanya Ardi penuh maksud pada Tya.


Tya pun yang mengerti maksud Ardi menghela napasnya. " Aku capek mas mau istirahat " jawab Tya.


" Ya sudah kita tidur sekarang " ucap Ardi.


Ardi pun melepaskan pelukannya lalu membantu Tya membaringkan tubuhnya. Setelah itu ia memeluk Tya dan mereka pun tidur.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2