
Pagi harinya, Leon turun untuk sarapan. Di meja makan sudah ada Mama Rita, Papa Axcel dan Siska.
Leon duduk di sebelah Mama Rita. " Ini sayang" ucap Mama Rita memberikan roti pada Leon.
" Leon gue ikut ke sekolah lo ya " ucap Siska.
" Ngapain lo ikut ke sekolah gue?" ucap Leon dingin.
" Mau nemuin seseorang, ternyata dia satu sekolah sama lo" jawab Siska.
Leon diam tidak menjawab. " Siapa mantan Siska?" batin Leon.
" Emang siapa yang mau kamu temuin Sis?" tanya Mama Rita pada Siska.
" Hmm ada deh " ucap Siska.
" Boleh ya " ucap Siska memohon pada Leon.
" Leon turuti permintaan Siska " ucap Papa Axcel.
" Ya udah ayok " ucap Leon kemudian menghabiskan susunya.
" Leon berangkat Ma Pa " pamit Leon.
" Siska juga Om Tante " sambung Siska.
" Kalian hati-hati " ucap Mama Rita. Leon dan Siska pun menganggukkan kepalanya kemudian menuju keluar.
__ADS_1
Mereka menaiki motor Leon untuk ke sekolah.
Sedangkan Ardi sekarang berada di rumah Tya untuk menjemputnya dan berangkat sekolah bersama.
" Paman bibi kami berangkat dulu. Insya Allah mulai hari ini Tya ke sekolah bareng Ardi " ucap Ardi pada Ayah Nadi dan Bu Sari.
" Makasih nak Ardi " ucap Bu Sari.
" Gak perlu berterima kasih bi, Ardi seneng kok bisa anter jemput Tya " ucap Ardi tersenyum.
" Jaga anak paman ya nak Ardi " ucap Ayah Nadi.
" Pasti paman " jawab Ardi.
" Kita berangkat dulu yah bu" ucap Tya kemudian menyalami Ayah Nadi dan Bu Sari. Begitu pun dengan Ardi.
" Assalamulaikum" ucap Ardi dan Tya bersamaan.
Ardi membawa Tya ke motornya kemudian melajukannya menuju sekolah.
Hanya butuh waktu lima belas menit mereka sudah sampai di sekolah, Ardi menuju tempat parkir dan disana juga sudah ada teman-teman mereka yang juga baru sampai.
" Kalian baru sampe?" tanya Tya pada teman-temannya saat sudah berada di kursi rodanya.
" Iya" jawab Lisa mewakili yang lain.
Ketika mereka hendak beranjak pergi menuju kelas ada seseorang memanggil Ardi.
__ADS_1
" Ardi" panggil orang itu.
Mereka semua pun menoleh ke arah suara. " Siska ?" gumam Ardi terkejut.
Siska berlari ke arah Ardi kemudian langsung memeluknya.
" Sayang, aku kangen banget sama kamu" ucap Siska sambil memeluk Ardi.
" Sayang? Siapa perempuan itu?" gumam Tya. Hatinya terasa sakit saat ada perempuan yang memanggil Ardi dengan sebutan sayang dan memeluknya.
Ardi langsung melepas pelukan Siska. Kemudian dia melirik ke Tya melihat wajah Tya, Ardi takut Tya salah faham melihat itu.
" Apa-apaan sih kamu?" ucap Ardi marah.
" Ar, aku masih sayang sama kamu. Aku mohon kamu balik lagi sama aku " ucap Siska memohon.
" Cukup Sis, cerita udah berakhir sejak penghinaan keluargamu sama aku" ucap Ardi cukup keras.
" Tolong Sis kita sekarang cukup jadi temen aja dan tolong jangan ganggu aku lagi. Aku takut ada yang salah paham, sekarang udah ada hati yang harus aku jaga" ucap Ardi kemudian menggenggam tangan Tya.
Tya menatap Ardi, dia melihat Ardi bersungguh-sungguh. Tya menjadi lebih yakin bahwa Ardi memang sayang menyayanginya.
" Sekali lagi aku mohon Sis, jangan minta aku balik lagi sama kamu " ucap Ardi.
Siska menangis mendengar ucapan Ardi. Sekarang dia tidak ada harapan lagi untuk kembali bersama Ardi.
Kemudian mendorong kursi roda Tya. Kemudian diikuti oleh teman-teman yang lain.
__ADS_1
Disana hanya tertinggal Siska, Leon serta Yeni yang dari tadi memperhatikan sikap Leon yang seperti sudah tahu semuanya.
Mohon bantuan vote, like, dan komennya yaπ Terima kasih ππ