Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
208. Kehebohan Yeni


__ADS_3

Hari sudah beranjak siang Tya baru saja menidurkan putranya setelah memberikannya asi. Bu Dewi juga sudah kembali dari yayasan. Sedangkan Ardi pergi karena harus memberi keterangan di kantor polisi.


" Kamu tidur saja sayang. Kamu harus banyak istirahat. Biar ibu yang menjaga putramu" ucap Bu Dewi pada Tya.


" Gak papa bu. Tya juga tidak mengantuk " jawab Tya.


Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba ada seseorang yang mengucapkan salam yang tak lain adalah kedua orang tua Tya.


" Assalamualaikum " ucap Ayah Nadi.


" Walaikumsalam " jawab Tya dan Bu Dewi.


" Ayah ibu " ucap Tya tersenyum.


Ayah Nadi pun mendekat ke arah Tya diikuti oleh Bu Sari. Tya mencium tangan Ayah Nadi dan Bu Sari lalu memeluknya.


" Bagaimana kabar ayah dan ibu ?" tanya Tya saat sudah melepaskan pelukannya.


" Ayah dan ibu baik sayang" jawab Bu Sari.


" Apa ini cucu ayah ?" tanya Ayah Nadi mendekati box bayi.


" Iya yah itu cucuk ayah " jawab Tya tersenyum.


Kemudian Bu Sari dan Bu Dewi juga mendekati box bayi itu.


" Ini cucu kita " ucap Bu Dewi.


" Dia mirip sekali dengan Ardi ya " ucap Bu Sari menggendong cucu pertamanya.


" Iya bu. Semuanya mirip Ardi. Putri kita tidak kebagian apa-apa" sambung Ayah Nadi.


" Ayah dia juga mirip aku " ucap Tya mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Mereka semua pun tertawa melihat ekspresi Tya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


Tok tok tok.


" Biar aku aja yang buka pintunya " ucap Bu Dewi.


Bu Dewi pun beranjak untuk membukakan pintu.


Ceklek.


Saat pintu terbuka terlihat Leon dan Yeni.


" Assalamualaikum tante " ucap Yeni tersenyum.


" Walaikumsalam " jawab Bu Dewi.


" Leon Yeni ayo masuk " ucap Bu Dewi.


" Terima kasih tante " ucap Yeni sedangkan Leon hanya tersenyum tipis.


Mereka pun masuk ke dalam ruang perawatan Tya.


" Mba Tya " panggil Yeni lalu langsung memeluk Tya.


Tya pun membalas pelukan Yeni.


Sedangkan Leon duduk di sofa bersama Ayah Nadi setelah memberikan buah tangan yang mereka bawa.


" Mba kenapa gak yang ngasih tau aku kalau mba sudah melahirkan dan kejadiannya seperti ini. Aku menghubungi mba gak bisa terus aku telepon ke rumah tante Dewi dan Mbok Inem memberitahukan kalau mba di rumah sakit " ucap Yeni dengan hebohnya.


" Gak kepikiran dek. Kejadiannya juga cepet banget " jawab Tya.

__ADS_1


" Iya deh gak papa yang penting mba sama ponakan aku baik-baik aja " ucap Yeni.


" Oh iya aku belum menemui ponakanku " lanjut Yeni.


Yeni pun beranjak menghampiri Bu Sari. " Aduh ponakan aunty ganteng banget sih. Uhh lucu banget aaaaa. Pengen boleh bi " ucap Yeni gemas.


" Kamu cepat-cepat nyusul punya bayi Yen " ucap Bu Sari memberikan cucunya pada Yeni.


" Masih proses bi. Doakan saja cepat bi " jawab Yeni.


" Aamiin " ucap Bu Sari.


Yeni mencoba menggendong putra Tya dan Ardi dengan hati-hati.


" Aduh aduh ponakan bibi " ucap Yeni sambil mencium keponakan barunya.


Tya tersenyum melihat Yeni yang begitu heboh saat melihat putranya.


" Dek kamu sudah coba tes pakai tespack belum ?" tanya Tya. pada Yeni.


" Belum mba " jawab Yeni.


" Coba tes aja. Siapa tau kamu hamil. Biar anakku ada temennya " ucap Tya.


" Hmm nanti aku coba " jawab Yeni ragu takut jika tidak sesuai harapan.


Kemudian mereka pun mengobrol sambil sesekali bergantian menggendong putra Tya dan Ardi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2