Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
252. Memanggil Ayah


__ADS_3

Hari dan Minggu terus berganti begitu juga dengan bulan. Aditya sekarang sudah berusia delapan bulan. Putra pertama Ardi dan Tya itu tumbuh dengan sangat baik. Di usianya yang menginjak delapan bulan itu, ia sudah bisa merangkak. Bahkan Aditya merangkak dengan sangat cepat yang membuat kedua orang tuanya kewalahan menjaganya. Aditya juga sudah berceloteh saat ini. Ia juga sudah bisa memanggil Tya dengan Bunda walau belum jelas. Terkadang Ardi merasakan iri karena putranya itu selalu memanggilnya Bunda tapi belum bisa memanggilnya dengan kata Ayah.


" Undah " panggil Aditya saat Tya sedang memakaikannya baju.


" Iya sayang " jawab Tya tersenyum.


" Undah, Undah mam " ucap Aditya yang sepertinya sudah lapar.


Aditya masih meminum ASI Tya tapi ia juga sudah mulai memakan makanan pendamping ASI sejak usia enam bulan. Tya memang berencana untuk memberikan ASI eksklusif pada Aditya selama dua tahun.


" Iya sayang, pakai baju dulu. Setelah itu Adit makan " jawab Tya.


" Bunda pegang tangannya ya " ucap Tya meraih tangan Aditya ke dalam lengan baju.


" Yayaya " jawab Aditya sambil tertawa.


Kinara tersenyum. Ia sangat bahagia melihat putranya yang tumbuh dengan baik dan sehat.


" Nah sudah selesai " ucap Tya sambil menyisir rambut tipis Aditya.


" Wah wah anak Ayah sudah ganteng " ucap Ardi yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Ardi yang masih menggunakan handuk di pinggangnya menghampiri Tya dan Aditya.


" Mas pakai baju kamu dulu " ucap Tya pada Ardi.


" Bentar sayang. Aku mau main sama Adit " jawab Ardi.

__ADS_1


Ardi mengangkat tubuh kecil Aditya dan membawa ke atas pangkuannya dan mulai menciuminya. Aditya pun tertawa karena ulah ayahnya itu.


" Sudah dulu mainnya Mas. Cepat pakai baju kamu dan kita sarapan. Adit sudah lapar " ucap Tya pada Ardi.


" Mam mam mam " celoteh Aditya yang ingin cepat makan.


" Bilang ayah dulu baru ayah lepaskan. Ayo bilang ayah " ucap Ardi pada Aditya.


Aditya hanya meresponnya dengan tawa.


" Kamu tu Mas, jangan dipaksa. Nanti juga dia bisa panggil kamu ayah " ucap Tya.


" Tapi Adit sudah bisa panggil Bunda dari lama. Tapi dia belum bisa panggil Ayah " ucap Ardi.


Jujur saja ia ingin mendengar Aditya memanggilnya dengan sebutan ayah.


" Nanti Aditya pasti bisa panggil kamu ayah Mas " ucap Tya.


Ardi pun memberikan Aditya pada Tya. Ia memakai pakaiannya yang sudah Tya siapkan di atas tempat tidur.


Hari sudah beranjak siang. Tya sedang menemani Aditya bermain di kamarnya. Mereka sekarang sedang duduk di karpet bulu yang ada disana. Aditya juga memakan biskuit yang ia pegang.


" Yah yah yah " ucap Aditya tiba-tiba.


Tya yang mendengarnya pun terkejut. Ia sangat senang Aditya akhirnya bisa memanggil ayah.


" Ayo sayang bilang sekali lagi. Ayah " ucap Tya pada Aditya.

__ADS_1


" Yah yah " ucap Aditya lalu tertawa.


Tya pun langsung menelpon Ardi. Ardi pasti akan sangat senang jika mendengar Aditya memanggilnya Ayah.


" Halo, kenapa sayang? " tanya Ardi setelah menjawab telepon Tya.


" Aku mau tunjukin sesuatu sama kamu Mas " jawab Tya.


" Apa sayang? " tanya Ardi.


" Sayang, ayo panggil ayah lagi " ucap Tya pada Aditya.


" Yah yah " ucap Aditya.


Ardi yang mendengar itu pun tanpa sadar meneteskan air matanya. Ia sangat bahagia Aditya memanggilnya Ayah.


" Sayang, Adit panggil aku Ayah? " tanya Ardi belum percaya.


" Iya Mas " jawab Tya.


" Baiklah sayang, ayah akan menyelesaikan pekerjaan ayah dengan cepat agar cepat pulang. Ayah akan belikan Adit mainan saat pulang nanti " ucap Ardi.


Setelah itu mereka pun mengakhiri panggilan telepon itu. Tya langsung menidurkan Aditya untuk tidur siang.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2