Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
275. Solo


__ADS_3

Ardi dan Tya sudah berada di atas tempat tidur dan mereka akan bersiap untuk tidur. Tapi Ardi terus saja membujuk Tya untuk mendapatkan jatah malamnya.


" Ayolah sayang. Ini malam jumat Lo sayang, pas buat ibadah " ucap Ardi masih terus berusaha membujuk Tya.


" Tapi satu ronde aja ya " ucap Tya akhirnya.


" Iya sayang " jawab Ardi tersenyum senang.


Walaupun hanya satu ronde setidaknya ia bisa mendapatkan jatah malamnya sekarang.


Ardi langsung mencium bibir Tya dengan sangat panas. Tangannya tidak tinggal diam dan berusaha untuk membuka kancing piyama yang digunakan oleh Tya. Tya yang sudah terbuai dengan ciuman Ardi mengalungkan tangannya pada leher Ardi. Ardi benar-benar membuat Tya melayang saat ini dengan sentuhan-sentuhan di titik sensitif tubuh Tya.


" Akh Mas " desah Tya saat Ardi sudah berpindah menciumi dadanya.


Ardi terus melancarkan aksinya membuat Tya merasa terbang ke awan. Ia ingin mendengar lagi suara *******-******* Tya yang terdengar sangat indah di telinga.


Saat Ardi sudah siap memasukkan miliknya ke dalam milik Tya, terdengar suara Aditya yang menangis memanggil Tya.


" Mas, itu Adit bangun " ucap Tya mendorong dada Ardi.


" Sebentar sayang. Tanggung ini mau masuk " jawab Ardi.


" Tapi itu anak kami nangis Mas " ucap Tya kesal.


Ardi pun dengan terpaksa menyingkir dari atas tubuh Yeni dengan rasa yang tidak karuan. Tya dengan segera turun dari tempat tidur dan memakai piyamanya kembali.


Tya dengan segera pergi ke kamar Aditya dan memeriksa keadaan Aditya yang masih menangis.


" Sabar ya. Setelah ini aku gak biarin kamu nganggur " ucap Ardi saat melihat miliknya yang masih berdiri tegak.


Tak lama kemudian, Tya kembali ke kamar dengan membawa Aditya dalam gendongannya.


" Sayang, kok Adit kamu bawa ke sini sih " ucap Ardi saat Tya duduk di sebelahnya.


" Adit gak mau ditinggal, kayaknya dia mimpi buruk. Biar malam ini Adit tidur sama kita " jawab Tya yang sedang menidurkan kembali Aditya di pelukannya.


Ardi seketika saja langsung lemas mendengar itu. Jika Aditya tidur bersama mereka, ia tidak dapat menuntaskan hasratnya.


" Terus ini gimana sayang " ucap Ardi menunjuk miliknya yang menyembul di bawah selimut.


" Kamu main sendiri dulu Mas. Aku gak tega ninggalin Adit, dia ketakutan banget tadi " jawab Tya.


Ardi menghela napas berat. Ia pun bangkit dari tempat tidur tanpa menggunakan apapun di tubuhnya.


" Mas jangan telanjang, nanti kalo Aditya liat gimana " ucap Tya saat melihat Ardi telanjang pergi ke kamar mandi.


" Adit tidur juga " jawab Ardi.


Ardi masuk ke dalam kamar mandi. Ardi memgambil sabun cair dan bermain solo dari pada ia harus merasakan sakit kepala sepanjang malam.


" Argh... " desah Ardi setelah menuntaskan hasratnya.


Ardi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Ia memakai kembali piyama miliknya.


Tya sebenarnya merasa kasihan melihat Ardi tapi ia juga tidak tega meninggalkan Aditya sendiri di kamarnya.


" Kenapa belum tidur sayang? " tanya Ardi naik ke atas tempat tidur.


" Gak papa Mas. Aku nungguin kamu " jawab Tya.


" Ya sudah sekarang kita tidur ya " ucap Ardi.


Tya pun menganggukkan kepalanya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Ardi mencium kening Tya dan Aditya bergantian lalu merebahkan tubuhnya. Mereka memejamkan mata masing-masing lalu pergi ke alam mimpi.


***


Hai para readers, ini ada karya aku yang lain nih.


Judul: Mengejar Cinta Pertama



Satria Bimantara


Di sebuah kamar yang cukup besar seorang pemuda sedang menyisir rambutnya di depan cermin.


" Udah cakep " ucapnya tersenyum puas.


Dia adalah Satria Bimantara. Seorang pemuda asal Kalimantan yang baru saja pindah ke Jakarta mengikuti orang tuanya. Satria memiliki tubuh yang atletis dengan tinggi 180 cm. Ia selalu melatih dirinya dan selalu berolahraga raga karena cita-citanya dari kecil untuk menjadi anggota polisi.


Hari ini adalah hari pertama Satria bersekolah di sekolah barunya. Ia sekarang berusia 18 tahun dan duduk di kelas 3 SMA.


Satria adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ia anak dari pasangan Arif Bimantara dan Wulandari. Kakak Satria adalah perempuan bernama Aulia Puspasari. Ia sudah menikah dan juga tinggal di Jakarta.


" Adek, ayo turun sarapan " teriak Bunda Wulan yang tak lain adalah ibu Satria.

__ADS_1


" Iya Bun " jawab Satria.


Satria pun langsung keluar dari kamarnya dan turun menuju meja makan. Disana sudah ada sang ayah yang sedang membaca koran.


" Pagi Ayah Bunda " ucap Satria lalu duduk untuk sarapan.


" Pagi sayang " jawab Bunda Wulan.


" Pagi " jawab Ayah Arif.


Bunda Wulan pun langsung menyiapkan sarapan untuk Ayah Arif dan Satria. Tak lupa juga untuk dirinya sendiri.


Satria memakan dengan lahap nasi goreng buatan Bunda Wulan yang sangat lezat untuknya.


" Makasih sarapan yang sangat enak ini Bunda. Satria berangkat dulu. Takut telat " ucap Satria setelah menghabiskan susunya.


" Hati-hati ya sayang. Bawa motornya jangan ngebut-ngebut " ucap Bunda Wulan.


" Iya Bunda " jawab Satria.


" Ingat jangan buat masalah di sekolah baru kamu. Jangan buat ayah dan bunda malu. Belajar yang benar " ucap Ayah Arif.


" Iya ayah. Satria berangkat dulu " pamit Satria lalu mencium tangan kedua orang tuanya.


" Assalamualaikum " ucap Satria.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.


Satria menaiki motor maticnya untuk menuju sekolah. Ia lebih suka menggunakan motor matic daripada motor gede seperti teman-temannya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, akhirnya Satria sampai di sekolah baru dimana ia akan menimba ilmu. Sekolah baru Satria merupakan sekolah negeri favorit. Beruntung Satria adalah anak yang pintar sehingga mudah masuk sekolah tersebut.


Satria memarkirkan motornya di parkiran khusus siswa. Setelah itu ia akan mencari ruang kepala sekolah untuk mengetahui ia akan ditempatkan di kelas mana.


Saat Satria memasuki sekolah tersebut cukup banyak siswa yang memperhatikanya. Mungkin karena ia siswa baru dan ada juga yang terpesona dengan ketampanan. Satria memilik wajah yang tampan, kulit kuning langsat dan tubuh yang bagus sehingga banyak gadis yang menyukainya.


Satria cukup kebingungan saat mencari ruangan kepala sekolah. Ia pun memutuskan bertanya pada salah satu siswa yang ia temui.


" Aku tanya dia aja kali " ucap Satria.


Satria pun menghampiri seorang siswa yang sedang membawa sejumlah buku.


" Permisi " ucap Satria.


Siswa yang name tag Raka Kusuma itu pun menoleh pada Satria.


" Bisa tolong tunjukkan dimana ruang kepala sekolah " jawab Raka.


" Oh ruang kepala sekolah lurus aja nanti ada ruang paling ujung " ucap Raka.


" Terima kasih " ucap Satria.


Raka pun menganggukkan kepalanya.


" Siswa baru ya? " tanya Raka.


" Iya. Kalo begitu aku permisi " jawab Satria.


Raka menganggukkan kepalanya lagi.


Satria pun segera pergi ke ruang kepala sekolah sesuai petunjuk dari Raka. Tak butuh waktu lama Raka pun menemukannya. Satria mengetuk beberapa kali pintu ruangan tersebut.


" Masuk " terdengar suara seseorang dari dalam.


Satria pun membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Permisi pak " ucap Satria.


Bapak kepala sekolah itu mendongak melihat ke arah Satria setelah sibuk dengan dokumen di tangannya.


" Kamu Satria Bimantara ya, siswa pindahan dari Kalimantan? " tanya Pak kepala sekolah yang bernama Pak Rudi itu.


" Iya pak " jawab Satria.


" Ah iya selamat bergabung di sekolah ni ya Satria " ucap Pak Rudi menyalami Satria.


Satria tersenyum membalas uluran salam dari Pak Rudi.


" Mari saya antar kamu ke ruang guru. Nanti wali kelas kamu yang akan mengantar kamu ke kelas " ucap Pak Rudi.


" Baik pak " jawab Satria.


Satria dan Pak Rudi pun berjalan beriringan menuju ruang guru.


Sesampainya di ruang guru terlihat para guru sedang bersiap untuk pergi ke kelas masing-masing.


" Pak Haikal " panggil Pak Rudi pada salah satu guru yang masih cukup muda.

__ADS_1


Guru yang bernama Pak Haikal itu pun menghampiri Pak Rudi dan Satria.


" Iya pak. Ada apa? " tanya Pak Haikal.


" Ini Satria, siswa pindahan dari Kalimantan. Ia akan bergabung dengan kelas bapak di kelas 12 MIPA " ucap Pak Rudi.


" Baik pak " jawab Pak Haikal.


" Kalau begitu saya permisi dulu. Satria kamu sama Pak Haikal " ucap Pak Rudi.


" Baik pak " jawab Satria.


Pak Rudi pun pergi meninggalkan ruang guru.


" Ayo Satria saya antar kamu ke kelas " ucap Pak Haikal.


" Iya pak " jawab Satria.


Satria dan Pak Haikal langsung menuju kelas 12 MIPA. Tak butuh lama mereka pun sampai di kelas tersebut.


Pak Haikal memasuki kelas tersebut diikuti oleh Satria di belakangnya.


" Selamat pagi anak-anak " ucap Pak Haikal pada murid-muridnya.


" Pagi pak " jawab mereka semua.


" Baiklah anak-anak, kita kedatangan murid baru pindahan dari Kalimantan. Silahkan perkenalkan diri kamu " ucap Pak Haikal.


Satria pun maju satu langkah dan menatap teman sekelasnya.


" Selamat pagi semua. Perkenalkan nama saya Satria Bimantara. Saya pindahan dari Kalimantan. Mohon bantuannya teman-teman semua " ucap Satria memperkenalkan diri.


" Baik bapak kira cukup. Nanti kalian bisa berkenalan langsung dengan Satria. Sekarang Satria kamu duduk di kursi kosong di sebelah Raka " ucap Pak Haikal.


" Baik pak " jawab Satria.


Kemudian Satria pergi menuju kursi yang ditunjukkan Pak Haikal.


" Jangan ribut dan tunggu guru lain masuk " ucap Pak Haikal.


" Baik pak " jawab mereka semua.


Satria duduk di sebelah Raka. Ia tidak mengira orang akan satu bangku dengan Raka.


" Kamu yang tadi kan? " tanya Satria.


" Iya. Perkenalkan nama aku Raka " ucap Raka mengulurkan tangannya.


" Aku Satria " jawab Satria menerima uluran tangan Raka.


" Semoga kita bisa jadi teman ya " ucap Raka.


Satria pun menganggukkan kepalanya.


Saat sedang mengobrol bersama Raka, tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri mereka.


" Hai kenalin aku Alisa " ucap gadis bernama Alisa tersenyum centil mengulurkan tangan.


" Satria " jawab Satria menerima uluran tangannya.


" Aku harap kita bisa deket ya " ucap Alisa.


Satria hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Alisa.


Satria kurang suka dengan Alisa yang centil dan penampilan yang menurutnya kurang sopan dengan rok terlalu pendek dan baju yang ketat.


" Hus sana jangan ganggu " ucap Raka mengusir Alisa.


" Apa sih lo " ucap Alisa sewot.


Tapi saat melihat ke Satria ia kembali menunjukkan senyum centilnya.


" Aku duduk lagi ya Satria " ucap Alisa.


Satria hanya diam dan tidak menjawab. Alisa kembali ke kursinya.


" Hati-hati sama cewek ganjen itu " ucap Raka pada Satria.


" Gak tertarik juga " jawab Satria.



Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2