Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
35. Jatuh Cinta


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu dan artinya besok ulangan sudah dimulai.


Setelah makan malam Tya belajar untuk ulangan besok. Dia tidak mau nanti nilainya jelek. Dia akan berusaha keras supaya bisa membanggakan orang tuanya.


Saat Tya sedang belajar, Ayah Nadi masuk ke kamar Tya dan membawa susu hangat untuk Tya.


" Kak, ayah masuk ya" ucap Ayah Nadi di depan pintu.


" Iya yah" ucap Tya.


Tya yang sedang menyandarkan tubuhnya di ranjang sambil belajar langsung membenarkan duduknya.


" Ini ayah bawa susu, ayo di minum dulu" ucap Ayah Nadi memberikan segelas susu pada anaknya.


Tya meletakan bukunya dan mengambil gelas susu itu dan meminumnya.


" Terima kasih yah" ucap Tya tersenyum lalu meletakan gelas susu itu di nakas.


" Iya sayang" ucap Ayah Nadi.


" Yang rajin belajarnya, besok udah mulai ulangan kan" lanjut Ayah Nadi.


" Iya yah" jawab Tya.


" Ya sudah Ayah keluar dulu" ucap Ayah Nadi dan Tya menganggukkan kepalanya tersenyum.


Tak lupa Ayah Nadi mencium pucuk kepala Tya sebelum keluar.


Setelah Ayah Nadi keluar, Tya melanjutkan lagi belajarnya. Hingga dia merasa ngantuk dia pun tertidur dengan masih memegang bukunya.

__ADS_1


Pagi pun menjelang setelah selesai bersiap, Tya sarapan bersama keluarganya.


Setelah selesai makan Tya meminta doa pada ibu dan ayahnya.


" Ayah Ibu, doakan Tya supaya ulangannya lancar" ucap Tya.


" Pasti sayang" ucap ucap Ayah Nadi tersenyum.


" Doa ibu selalu menyertaimu sayang" ucap Bu Sari lagi.


Tya pun sangat bersyukur memiliki orang tua yang selalu menyayanginya.


" Kakak aja nih, aku nggak" ucap Khaya pura-pura merajuk.


" Kamu juga dong anak ayah yang paling manja" ucap Ayah Nadi lalu mencubit hidung Khaya.


Bu Sari dan Tya tersenyum melihat Ayah Nadi dan Khaya.


Sesampainya di kelas Tya kembali membuka kembali bukunya.


" Dooorrrrrr" Ardi mengagetkan Tya yang sedang fokus membaca bukunya.


" Allahu Akbar" ucap Tya.


Ardi pun tertawa melihat muka Tya yang kaget karena ulahnya.


" Ih Ardiiii, jantung aku hampir copot tau gak gara-gara kamu" ucap Tya kesal.


" Iya deh maaf, abisnya kamu fokus banget sampe gak nyadar kalo aku datang" ucap Ardi.

__ADS_1


" Aku tu lagi belajar jadi harus fokus" ucap Tya.


" Udahan belajarnya, mending kamu liatin aku aja" ucap Ardi tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


" Kalo liatin kamu aku malah gak fokus, nanti malah selalu keinget kamu" ucap Tya keceplosan. Setelah dia sadar akan ucapannya dia pun menutup mulutnya.


" Apa kata kamu, kamu keinget aku terus" ucap Ardi tersenyum.


" Ah, nggak kamu salah denger" ucap Tya gugup. Dia salah tingkah karena keceplosan di depan Ardi.


" Pendengaranku masih bener kok, jadi sekarang udah selalu keinget aku nih, fiks ni kamu udah jatuh cinta sama aku" ucap Ardi sambil ketawa.


" Apaan sih Ar" ucap Tya, wajahnya sudah kembali seperti tomat karena malu.


" Kalo kamu jatuh cinta sama aku,aku lebih jatuh cinta ke kamu" ucap Ardi dengan entengnya.


Tya tidak menjawab ucapan Ardi, dia sekarang tengah berusaha mengontrol jantungnya yang kumat berdisko gara-gara Ardi.


" Tya" panggil Ardi.


" Udah Ar, aku lagi belajar ni"ucap Tya.


" Iya deh, yang penting sekarang aku tau kamu udah jatuh cinta sama aku" ucap Ardi.


" Semangat ya ulangannya, jangan mikirin aku terus nanti kamu gak fokus ulangannya" ucap Ardi.


" Iya Ar, makasih sana" ucap Tya tak mau berlama-lama bersama Ardi karena jantungnya sudah berdisko dan hendak meloncat keluar.


" Eh kamu gak kasih semangat aku" ucap Ardi.

__ADS_1


" Semangat Ardiii. udah tu sana" ucap Tya supaya Ardi cepat pergi dari hadapannya.


Ardi pun menuju bangkunya sambil tertawa karena berhasil membuat Tya malu dan yang paling membuat Ardi sedang karena Tya bilang selalu teringat dia.


__ADS_2