
Setelah kepergian Bela mereka semua pun mulai membubarkan diri. Ardi dan Tya serta Leon dan Yeni pun hendak langsung pulang.
" Lo dapet dari mana video itu?" tanya Leon pada Ardi.
" Angga gue suruh cari tahu. Kebetulan om-om itu rekan bisnis bokap gue jadi gue dapat banyak informasi dan lebih gampang " jawab Ardi.
" Jadi yang jadiin Bela simpenan itu rekan bisnis ayah mas?" tanya Tya memastikan.
" Iya sayang " jawab Ardi.
" Wih pantes aja dia sudah gak masuk kampus lagi ternyata jadi simpenan sugar daddy " ucap Yeni.
" Sudahlah yang penting masalah ini sudah selesai " ucap Tya.
Mereka pun pergi ke mobil masing-masing dan menuju ke tempat tinggal masing-masing.
Sesampainya di rumah, Ardi mengantar Tya sampai ke dalam kamar.
" Mas berangkat selesai sholat zuhur dan makan siang sja ya. Tanggung tuh bentar lagi azan zuhur " ucap Tya pada Ardi.
" Iya sayang. Mas mandi dulu gerah banget " jawab Ardi.
" Aku siapin airnya dulu mas " ucap Tya.
" Gak usah sayang " jawab Ardi.
Ardi mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi. Tya menuju lemari dan menyiapkan baju ganti untuk Ardi lalu meletakkannya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Setelah Ardi menyelesaikan mandinya, kini giliran Tya untuk mandi lalu mereka mengerjakan sholat zuhur berjamaah.
Tya merapikan peralatan sholat yang mereka gunakan. Sedangkan Ardi mengganti bajunya dan bersiap-siap untuk pergi bekerja.
" Sudah siap mas?" tanya Tya.
" Sudah " jawab Ardi.
" Ayo kita keluar " ucap Tya.
Ardi mendekat ke arah Tya dan langsung memeluknya.
" Sebentar sayang " ucap Ardi mencium pipi Tya.
" Mas. Kok malah peluk aku sih " ucap Tya mencoba melepaskan pelukan Ardi.
" Sayangnya ayah kangen juga kan sama ayah " ucap Ardi berbicara pada bayi yang ada di dalam kandungan Tya.
Bayi itu pun merespon dengan memberikan tendangan.
" Lihat sayang. Dia juga merindukan ayahnya " ucap Ardi tersenyum.
" Jadi bolehkan aku menjenguknya " lanjut Ardi penuh arti pada Tya.
Tya yang mengerti maksud Ardi pun langsung menundukkan kepalanya.
" Jangan sekarang mas. Kamu harus berangkat bekerja " ucap Tya dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
" Baiklah. Tapi nanti malam aku akan menjenguknya " ucap Ardi.
" Mas " ucap Tya.
" Bagaimana sayang apa kau setuju?" tanya Ardi menempelkan wajahnya pada perut Tya.
Lagi-lagi bayi itu merespon dengan sebuah tendangan.
" Nah dia setuju sayang " ucap Ardi senang.
" Ayah akan menjenguk kamu sayang " lanjutnya.
" Udah ah mas. Kita keluar aja sekarang makan siang " ucap Tya.
Mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Mbok Inem sudah menyiapkan makan siang untuk mereka. Mereka hanya makan siang berdua karena Pak Gunawan masih berada di kantor sedangkan Bu Dewi pergi ke yayasan.
" Kamu makan yang banyak ya sayang " ucap Ardi mengambilkan makanan untuk Tya.
" Mas kok kamu ambilin makanan aku. Seharusnya kan aku yang ambilin makanan buat kamu " ucap Tya.
" Gak papa sekali-kali sayang " ucap Ardi tersenyum.
Kemudian mereka makan siang bersama dengan tenang. Hanya terdengar suara piring dan sendok yang saling beradu.
Setelah selesai makan, Ardi langsung pergi untuk bekerja sedangkan Tya pergi ke kamar untuk beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
__ADS_1
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05π