Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
169. Seperti Pengantin Baru


__ADS_3

Di kamar, Tya masih saja kesal karena Ardi mengulangi lagi kegiatan panas mereka di kamar mandi. Sedangkan Ardi tersenyum melihat Tya yang terus saja mengomel di depan meja rias.


" Sudah sayang jangan marah terus. Kamu juga suka kan kegiatan panas kita tadi " ucap Ardi memeluk Tya dari belakang.


" Apa sih kamu mas. Udah lepas ah ini. Aku mau keringkan rambutku dulu ini " ucap Tya.


" Nanti juga kering sendiri. Ayo kita keluar aku sudah lapar " ucap Ardi.


" Sebentar lagi mas. Kamu keluar aja duluan. Nanti aku nyusul " jawab Tya.


" Aku maunya sama kamu " ucap Ardi lalu mendorong kursi roda Tya keluar dari kamar.


Ardi dan Tya pun menuju meja makan. Disana hanya terlihat Mbok Inem yang sedang mencuci piring. Sedangkan anggota keluarga yang lain berkumpul di ruang keluarga.


" Mbok di kulkas masih ada telur gak?" tanya Tya pada Mbok Inem.


" Masih nona " jawab Mbok Inem.


Tya pun membuka kulkas dan mengambil beberapa butir telur.


" Kamu mau ngapain sayang ?"tanya Ardi pada Tya.


" Mau buat nasi goreng mas " jawab Tya.

__ADS_1


" Mas juga mau dong sayang " ucap Ardi.


" Iya mas. Kamu tunggu aja di meja makan " ucap Tya.


Kemudian Tya pun mulai memasak nasi goreng untuk dirinya dan juga Ardi. Setelah selesai Tya pun membawa dua piring nasi goreng ke meja makan.


" Ini mas " ucap Tya memberikan sepiring nasi goreng pada Ardi.


" Makasih sayang " ucap Ardi.


Mereka pun memakan nasi goreng itu untuk sarapan yang kesiangan. Setelah selesai sarapan Ardi dan Tya pun pergi ke ruang keluarga.


" Bu maaf tadi Tya bangunnya kesiangan" ucap Tya pada Bu Dewi.


" Gak papa sayang. Kamu pasti lelah karena acara semalam " jawab Bu Dewi tersenyum.


Pak Gunawan tidak sengaja melihat tanda kepemilikan Ardi di leher Tya serta rambut Ardi dan Tya yang sama-sama terlihat basah.


" Apaan sih yah " ucap Ardi lalu duduk di sofa.


Semua orang yang ada di sana pun tersenyum melihat itu. Sedangkan Tya sudah menundukkan kepalanya karena malu.


" Kalian lihat saja rambut mereka masih basah dan tato di leher Tya itu masih baru " goda Mas Andi.

__ADS_1


" Sudah-sudah jangan menggoda putri bibi terus. Lihat saja wajahnya sudah sangat merah " ucap Bu Sari tersenyum.


" Ibu " ucap Tya malu.


Mereka semua pun tertawa melihat pasangan itu yang terlihat seperti pengantin baru yang digoda tentang malam pertama.


" Kalian ini seperti pengantin baru saja. Betah sekali di dalam kamar tidak mau keluar " ucap Mas Andi pada Ardi dan Tya.


" Kan baru berbuka puasa setelah sekian lama mas. Kaya mas gak pernah ngalamin aja " jawab Ardi.


" Mas " ucap Tya mencubit perut Ardi.


" Sakit sayang. Kamu ini hobi sekali mencubit perut suamimu ini " ucap Ardi.


Tya tidak menjawab. Dia masih sangat malu karena digoda oleh seluruh anggota keluarga.


Alika yang sedang bermain dengan Khaya, menghampiri Tya.


" Bibi " panggil Alika lalu memeluk Tya.


" Apa sayang ?" ucap Tya menciumi Alika.


" Kenapa leher bibi merah ? Apa bibi digigit nyamuk? Sebesar apa nyamuknya ?" tanya Alika dengan pengucapan yang belum jelas.

__ADS_1


" Ah iya sayang ini gigit nyamuk. Nyamuk sangat besar " jawab Tya melirik pada Ardi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2