
Saat sedang memeluk Ardi, Tya merasakan ada sesuatu yang keluar di bawah sana.
" Mas lepasin dulu " ucap Tya pada Ardi.
Ardi pun keluar dari dalam baju kaos Tya.
" Kenapa sayang ?" tanya Ardi.
" Aku mau kamar mandi sebentar "jawab Tya.
" Baiklah " ucap Ardi.
Ardi langsung menggendong Tya ke kamar mandi. Ardi mendudukkan Tya di atas kloset.
" Kamu keluar mas " ucap Tya saat melihat Ardi masih diam di tempat.
" Aku mau disini aja " jawab Ardi.
" Ngapain disini? Udah sana keluar " ucap Tya mendorong tubuh Ardi.
" Baiklah aku keluar. Jika sudah panggil aku " ucap Ardi lalu keluar dari kamar mandi.
Setelah Ardi keluar Tya memeriksa apa benar yang rasakannya tadi. Ternyata memang benar jika dirinya sekarang baru saja mendapatkan tamu bulanannya.
" Ais kenapa cepat sekali. Aku kan tidak ada persiapan pembalut " ucap Tya saat mengetahui dirinya sedang menstruasi.
" Mas " panggil Tya.
Ardi pun langsung masuk ke kamar mandi saat mendengar Tya memanggilnya.
" Iya sayang " ucap Ardi saat sudah masuk kamar mandi.
" Hmm mas tolong bilang sama Mbok Inem ya suruh beli pembalut di mini market depan " ucap Tya pada Ardi.
" Kamu menstruasi ?" tanya Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
__ADS_1
" Berarti kita tidak bisa melakukan itu ?" tanya Ardi lagi.
Tya mengerutkan keningnya. " Melakukan itu?" ucap Tya.
" Iya membuat baby " jawab Ardi.
Tya memukul Ardi saat dengan mudahnya Ardi berkata seperti itu.
" Kok dipukul sih " ucap Ardi.
" Kamu juga ngomong kek gituan " jawab Tya kesal.
" Emang itu kenyataanya. Bagaimana ini aku selalu menginginkan itu " ucap Ardi kecewa.
Tya tak habis pikir dengan Ardi setelah menikah Ardi menjadi gampang sekali mengatakan hal-hal seperti itu pada Tya.
" Kamu harus berpuasa dulu mas " ucap Tya.
" Gak bisa sayang " jawab Ardi.
" Biar aku aja yang beli " ucap Ardi.
" Yakin kamu mau beliin aku barang kek gitu?" tanya Tya.
" Iya sayang " jawab Ardi.
" Pembalut seperti apa yang harus aku beli ?" tanya Ardi pada Tya.
" Yang warna hitam dan warna merah. Masing-masing dua ya mas. Jangan lupa juga yang bersayap " ucap Tya menjelaskan pada Ardi.
Ardi pun mendengarkan apa yang Tya ucapkan. " Bersayap? Seperti burung saja " ucap Ardi.
" Udah pokoknya kamu beli aja apa yang aku bilang. Aku tunggu disini " jawab Tya.
" Iya aku berangkat ni " ucap Ardi.
" Jangan lama-lama " ucap Tya.
__ADS_1
" Iya sayang " jawab Ardi.
Ardi pun hendak melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi tapi Tya memanggilnya.
" Mas " panggil Tya.
" Apa lagi sayang ?" jawab Ardi membalikkan tubuhnya.
" Salim dulu " ucap Tya lalu meraih tangan Ardi dan menciumnya.
Ardi pun tersenyum kemudian dia mencium pucuk kepala Tya.
" Hati-hati mas " ucap Tya tersenyum pada Ardi.
" Iya sayang. Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab Tya.
Ardi pun keluar dari kamar mandi. Ardi mengambil kunci motornya. Di hanya menggunakan celana sebatas lutut dan kaos polos berwarna hitam karena hanya ke mini market di depan komplek.
Bu Dewi yang melihat Ardi hendak keluar rumah pun bertanya.
" Sayang mau kemana?" tanya Bu Dewi pada Ardi.
Ardi pun menghentikan langkahnya. " Ke mini market depan bu " jawab Ardi.
" Kamu mau beli sesuatu ? Kenapa gak suruh Mbok Inem aja " ucap Bu Dewi.
" Iya bu. Ardi masih bisa sendiri kok " jawab Ardi.
" Ardi pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab Bu Dewi.
Ardi pun melanjutkan lamgkahnya ke garasi untuk mengambil motornya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ
__ADS_1