Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
97. Melamar Tya


__ADS_3

Setelah acara kelulusan selesai, mereka satu per satu pulang bersama keluarganya masing-masing. Tapi tidak dengan Ardi dia ingin mengajak Tya ke suatu tempat.


Sebenarnya Ardi akan melamar Tya malam ini, tapi dia ingin membuat kejutan yang tidak akan pernah Tya lupakan. Orang tuanya dan orang tua Tya serta teman-teman sudah tahu dan membantunya menyiapkan kejutan untuk Tya.


" Paman, Ardi izin mengajak Tya pergi sebentar " ucap Ardi meminta izin pada Ayah Nadi.


" Emang kita mau kemana?" tanya Tya bingung karena Ardi tidak memberitahunya apa-apa.


" Nanti juga kamu tahu " jawab Ardi tersenyum.


" Kami pergi sekarang " ucap Ardi kemudian menyalami orang tuanya dan orang tua Tya bergantian diikuti juga oleh Tya.


" Kalian hati-hati" ucap Bu Dewi pada Ardi dan Tya.


" Iya bu "jawab Ardi.


" Jaga putri paman " ucap Ayah Nadi pada Ardi.


" Pasti paman " jawab Ardi yakin.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya.


" Walaikumsalam" jawab mereka bersamaan.


Ardi mendorong kursi roda Tya menuju mobilnya. Ardi membantu Tya menaiki mobil. Setelah menaruh kursi roda Tya di bagasi, Ardi duduk di kursi kemudi.


Ardi melepaskan jas yang dipakainya dan menaruhnya di kursi belakang. Lengan bajunya di lipat sampai ke siku, dengan begitu menambah ketampanan Ardi.


Tya tersenyum memperhatikan Ardi dan menikmati ketampanannya yang terpampang nyata.


" Jangan pandang aku terus " ucap Ardi saat tahu Tya terus memandangnya.


" Biarin kan yang dipandang pacar sendiri juga " jawab Tya.


" Kamu buat aku gak tahan kalo kamu pandang aku terus " ucap Ardi.


Tya mengernyitkan keningnya. " Gak tahan apa?" tanya Tya.


" Gak tahan pengen makan kamu " ucap Ardi tertawa.


Tya yang mengerti maksud Ardi pun menjadi malu dan wajahnya sudah pasti bersemu merah. Ardi semakin tergelak saat melihat wajah Tya yang menurutnya semakin lucu karena malu.


Setelah puas tertawa, Ardi pun melajukan mobilnya untuk ke tempat tujuan. Setelah menempuh waktu selama tiga puluh menit, Ardi memberhentikan mobilnya di depan sebuah butik.


" Udah sampe?" tanya Tya.


" Udah " jawab Ardi sambil melepas seatbelt Tya.


Ardi pun keluar dan mengambil kursi roda Tya lalu Ardi membantu Tya turun dari mobil.


" Kok kita ke butik? Mau ngapain?" tanya Tya saat mereka sudah berada di depan butik.


" Mau beli baju lah " jawab Ardi.


" Buat siapa?" tanya Tya.


" Buat kamu " jawab Ardi pada Tya.


" Ayo kita masuk " ucap Ardi kemudian mendorong kursi roda Tya dan memasuki butik tersebut.

__ADS_1


Saat Ardi dan Tya memasuki butik mereka disambut oleh pemilik butik yang merupakan sahabat Bu Dewi.


" Ardi kamu udah datang " ucap Tanta Fara pemilik butik.


" Iya tante " ucap Ardi tersenyum.


" Oh iya ini Tya tante pacar Ardi " ucap Ardi memperkenalkan Tya pada Tante Fara.


Tya menyalami Tante Fara dan tersenyum.


" Pinter kamu pacar Ar, Tya ini cantik " ucap Tante Fara tersenyum.


Ardi dan Tya pun hanya tersenyum.


" Kami kesini mau cari dress yang buat Tya " ucap Ardi pada Tante Fara.


" Ayo ikut Tante. Tante ada beberapa dress yang cocok buat Tya " ucap Tante Fara kemudian beranjak ke sebuah ruangan diikuti oleh Ardi dan Tya.


Di dalam ruangan tersebut banyak sekali gaun berjajar rapi.


" Bagaimana kalo yang ini cocok banget sama Tya. Modelnya juga pas buat usia Tya " ucap Tante Fara menunjukkan dress selutut dengan perpaduan warna navy dan moca.


" Bagaimana sayang?" tanya Ardi pada Tya.


" Aku suka yang itu " jawab Tya.


" Oke yang ini aja tante " ucap Ardi.


Tante Fara kemudian menyuruh pegawainya membungkus dress yang dipilih Tya. Setelah selesai membeli sebuah dress, Ardi akan mengantar Tya pulang.


" Ar, sebenernya buat apa kamu beliin aku dress segala ?" tanya Tya pada Ardi saat sudah di mobil.


" Aku mau ajak kamu pergi malam ini. Jadi kamu harus pake dress yang kita beli tadi " jawab Ardi.


" Nanti juga kamu bakal tahu " jawab Ardi.


" Gitu aja terus " ucap Tya dan Ardi pun tersenyum.


Hari sudah berganti malam, Tya sudah siap dengan dress yang belikan Ardi tadi. Dress itu sangat cocok dan pas untuk Tya.



( Kira-kira seperti itu dressnya)


Sesaat kemudian Ardi sudah datang untuk menjemputnya. Ardi terlihat sangat tampan menggunakan kemeja panjang denga warna navy yang senada dengan dress yang dipakai Tya.



( Seperti itulah kemeja yang dipakai Ardi)


" Sebentar ya Kak Ardi, aku panggilin Kakak " ucap Khaya saat sudah mempersilahkan Ardi duduk di ruang tamu.


Ardi pun menganggukkan kepalanya. Tak lama Tya keluar bersama Khaya dan kedua orang tuanya. Ardi berdiri dan menyalami Ayah Nadi dan Bu Sari.


" Kalian berangkat sekarang?" tanya Ayah Nadi.


" Iya paman" jawab Ardi.


" Ayah Tya pergi dulu ya sama Ardi " ucap Tya.

__ADS_1


" Iya sayang " jawab Ayah Nadi tersenyum.


Tya dan Ardi menyalami Ayah Nadi dan Bu Sari bergantian.


" Assalamualaikum" ucap Ardi dan Tya.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Nadi dan Bu Sari bersamaan.


Ardi dan Tya berangkat menuju tempat yang sudah dipersiapkan Ardi yang dibantu teman-temannya.


Saat sudah sampai di tempat tujuan mereka pun turun. Kemudian mereka melihat Yeni yang turun dari mobil bersama Leon.


" Itu Leon sama Yeni kan?" tanya Ardi.


" Iya itu mereka " jawab Tya.


" Kok bisa mereka datang bersama?" ucap Tya penasaran.


Kemudian mereka menghampiri Leon dan Yeni.


" Dek " panggil Tya.


" Eh mba " ucap Yeni tersenyum kaku.


" Kalian dateng bareng ?" tanya Tya.


" Iyy-iya mba " jawab Yeni gugup sedangkan Leon hanya terdian dan menunjukkan wajah dinginnya.


" Mba mending kita kesana temen-temen yang lain ada disana" ucap Yeni supaya Tya tidak menanyakan sesuatu lagi.


" Iya sayang kita kesana aja. Tapi kamu tutup mata ya " ucap Ardi.


" Kenapa harus tutup mata?" tanya Tya bingung.


"Udah tutup aja sampe aku bilang buka kamu baru boleh buka " jawab Ardi.


Kemudian Tya pun menutup matanya lalu Ardi membawanya ke suatu tempat.


" Sekarang buka " ucap Ardi saat sudah sampai ditempat itu.



Ternyata disana ada keluarganya dan keluarga Ardi berserta teman-temannya.


" Ayah ibu " gumam Tya saat melihat mereka tersenyum padanya.


" Tya " panggil Ardi.


Tya pun langsung melihat ke arah Ardi. Ardi berjongkok dihadapannya.


" Aku gak bisa merangkai kata-kata yang indah. Tapi yang kamu harus tahu aku sangat mencintaimu kamu. Kita sudah menjalin hubungan ini cukup lama. Jadi hari ini aku ingin bertanya sesuatu padamu. Maukah kamu Tya Ningrum Wulandari menjadi istriku, ibu dari anak-anakku kelak dan menemani hari-hariku hingga kita tua nanti " ucap Ardi yang membuat Tya meneteskan air mata.


Tya melihat ke arah ayah dan ibunya, mereka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bu Sari dan Bu Dewi juga meneteskan air mata bahagia.


" Aku mau " jawab Tya yang disambut tepuk tangan semuanya.


Ardi merasa sangat bahagia, Ardi berdiri dan mengambil sebuah kotak berisi cincin bermata berlian. Ardi memasangkannya ke jari manis tya.


__ADS_1


Kebahagiaan menyelimuti mereka. Para orang tua juga sibuk menentukan tanggal pernikahan untuk Ardi dan Tya.


Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2