
Tya membangunkan Ardi saat azan magrib berkumandang. Ia menggoyang tubuh Ardi hingga beberapa kali barulah Ardi bangun.
" Mas ayo bangun udah magrib " ucap Tya.
" Iya sayang " jawab Ardi langsung mendudukkan badannya.
" Kita sholat berjamaah ya " ucap Tya.
" Emang kamu udah selesai nifas? " tanya Ardi.
" Udah mas " jawab Tya.
Ardi pun langsung membuka matanya lebar.
" Beneran? " tanya Ardi dengan mata berbinar.
" Iya mas " jawab Tya tersenyum.
Tya memang baru setelah nifas setelah melahirkan Aditya.
" Berarti nanti malam bisa kan sayang? " tanya Ardi memeluk Tya.
Tya pun menundukkan kepalanya malu mengerti apa yang dimaksud Ardi
" Tapi pelan-pelan ya mas " ucap Tya.
" Iya sayang " jawab Ardi.
" Ya sudah, sekarang kamu siap-siap buat sholat magrib " ucap Tya.
" Iya sayang " ucap Ardi.
Ardi mengecup bibir Tya lalu berlari ke kamar mandi. Tya tersenyum melihat tingkah Ardi. Memang masa nifas Tya cukup lama dua bulan lebih dan membuat Ardi merindukan untuk menyentuh Tya.
Setelah siap, mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah. Tya sangat merindukan saat Ardi menjadi imamnya seperti ini.
Tya mencium punggung tangan Ardi dengan khusyuk. Ardi pun mengecup puncak kepala Tya cukup lama.
__ADS_1
" Tau gak mas, aku itu kangen banget imamin sama kamu " ucap Tya.
" Aku juga sayang. Apalagi ibadah yang itu aku kangen sayang " jawab Ardi mengedipkan sebelah matanya.
" Apaan sih kamu mas " ucap Tya sambil melepaskan mukenanya.
" Kamu juga pasti kangen juga kan sayang " ucap Ardi menggoda Tya.
" Enggak tuh " jawab Tya.
" Kangen dong sayang " ucap Ardi.
" Kok kamu maksa sih mas " ucap Tya.
Tya merapikan alat sholat mereka. Sedangkan Ardi naik ke atas tempat tidur bermain bersama Aditya.
" Kita makan di kamar aja ya sayang. Lagian ayah sama ibu pergi lagi " ucap Ardi.
" Emang ayah sama ibu kemana mas? " tanya Tya.
" Tadi bilangnya mau makan malam sama klien " jawab Ardi.
Aditya menangis dan sepertinya ia sudah mengantuk. Tya pun menyusui agar Aditya cepat tertidur.
Ardi kembali dengan membawa sepiring penuh makanan. Ardi duduk di depan Tya yang sedang menyusui Aditya.
" Anak ayah yang banyak nenennya terus cepet tidur. Ayah sama bunda mau bikinin adik buat kamu nanti " ucap Ardi sambil menoel-noel pipi Aditya.
" Kamu ni mas. Jangan ngomong gitu sama Adit. Jangan ganggu juga Adit nya " ucap Tya memukul lengan Ardi.
" Lah emang kamu gak mau Adit punya adik sayang? " tanya Ardi.
" Ya mau lah mas.Tapi enggak sekarang. Kasian Adit masih kecil. Lagian aku gak boleh hamil sama dokter sebelum dua tahun " jawab Tya.
" Iya sayang. Nanti kita ke dokter pasang alat kontrasepsi yang cocok buat kamu " ucap Ardi.
Ardi tidak ingin memaksakan kehendaknya walaupun ia ingin memiliki anak dalam jarak yang berdekatan. Tapi ia juga harus memikirkan Tya yang akan mengandungnya. Apalagi saat melahirkan Aditya, Tya mengalami hal yang cukup membuatnya trauma.
__ADS_1
" Sekarang kita makan " ucap Ardi.
Ardi menyuapi Tya dan juga dirinya sendiri bergantian hingga makanan di piring itu habis. Tak lupa juga Ardi menyuruh Tya meminum vitaminnya.
Setelah selesai, Ardi langsung mengembalikan piring bekas mereka ke dapur.
Ardi dan Tya melaksanakan sholat isya terlebih dahulu karena azan isya sudah terdengar
" Sini biar Adit aku pindahin ke kamarnya " ucap Ardi mengambil Aditya dari pangkuan Tya.
Ardi pun membawa Aditya yang sudah tidur dengan nyenyak ke kamarnya dan meletakkanya di box bayinya.
" Tidur yang nyenyak ya sayang " ucap Ardi mengecup kepala Aditya.
Ardi kembali ke kamarnya dan melihat Tya yang sedang meminum sesuatu.
" Kamu minum apa sayang? " tanya Ardi mendekati Tya.
" Pil KB mas " jawab Tya.
" Kami udah persiapan banget ya sayang " ucap Ardi tersenyum.
" Karena aku tau kamu gak bakal bisa tahan " jawab Tya dengan senyum menggoda.
Ardi pun tidak tahan. Ia langsung menyerang Tya. Ardi tidak akan memberi ampun Tya malam ini.
Dua anak manusia itu saling menyatu melepaskan kerinduan batin yang selama ini mereka tahan. Suara erangan dan ******* pun terdengar saling bersahutan.
" Akh mas " desah Tya.
" Tahan sayang. Sebentar lagi " ucap Ardi yang sedang bekerja di atas sana.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara erangan terdengar dari mulut keduanya. Ardi berhasil menyemburkan benihnya lagi di rahim Tya. Untung saja Tya sudah meminum pil KB jika tidak mungkin saja Aditya akan segera memiliki adik.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π