
Ardi dan Tya pun sampai di rumah Keluarga Wicaksono. Ardi membantu Tya turun dari mobil. Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab Pak Gunawan dan Bu Dewi.
Ardi dan Tya pun menghampiri Pak Gunawan dan Bu Dewi yang sedang bersantai di ruang keluarga lalu menyalami mereka.
" Ayah udah pulang?" tanya Ardi.
" Iya ayah pulang cepet " jawab Pak Gunawan.
" Kalian dari rumah sakit kan? Gimana kondisi cucu ibu?" tanya Bu Dewi pada Ardi dan Tya.
" Dia sehat Bu. Perkembangannya juga baik " jawab Tya tersenyum.
" Syukurlah kalau begitu " ucap Bu Dewi.
" Ya sudah kalau begitu. Kalian sebaiknya pergi ke kamar dan istirahat " lanjut Bu Dewi pada Ardi dan Tya.
" Iya bu. Ardi dan Tya ke kamar dulu " jawab Ardi dan diangguki oleh Pak Gunawan dan Bu Dewi.
Ardi pun mendorong kursi roda Tya menuju kamar mereka. Sesampainya di kamar Tya meletakkan tas dan buku miliknya pada tempatnya.
" Mas aku mandi duluan ya " ucap Tya pada Ardi.
__ADS_1
" Iya sayang " jawab Ardi.
Tya pun mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi. Setelah lima belas menit Tya pun keluar. Tapi sebelum itu dia menyiapkan air untuk Ardi mandi.
" Mas cepet mandi. Airnya udah aku siapin. Habis itu kita sholat ashar " ucap Tya pada Ardi yang sedang asik memainkan ponselnya.
" Iya sayang " jawab Ardi.
Ardi mengambil handuk yang sudah disiapkan Tya lalu memasuki kamar mandi. Sedangkan Tya mengambil pakaian lalu memakainya. Tak lupa juga dia menyiapkan pakaian untuk Ardi.
Setelah Ardi selesai mandi mereka pun melaksanakan sholat ashar berjamaah. Tya mencium tangan Ardi setelah selesai. Ardi juga tak lupa mencium kening dan perut buncit Tya.
Ardi mengelus perut Tya. " Sayang ini ayah nak " ucap Ardi di perut Tya.
Bayi mereka pun merespon dengan menendang perut Tya.
" Iya mas. Dia tahu yang sedang bicara dengannya itu ayahnya " jawab Tya tersenyum.
Hari pun berganti malam. Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah Tya keluar dari kamarnya untuk melihat apakah makan malam sudah siap. Sedangkan Ardi masih memeriksa pekerjaannya di kamar.
" Sudah siap semua mbok?" tanya Tya pada Mbok Inem.
" Sudah nona muda. Tinggal menatanya di meja saja " jawab Mbok Inem.
Tya pun membantu Mbok Inem menyiapkan dan menata makan malam. Tak lama Ardi serta Pak Gunawan dan Bu Dewi keluar dari kamar. Kemudian mereka pun makan malam bersama.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam Tya membuat kopi untuk Ardi dan susu ibu hamil untuk dirinya. Kemudian Tya pun pergi ke kamar menyusul Ardi yang sudah pergi ke kamar terlebih dahulu.
Saat Tya memasuki kamar, terlihat Ardi sedang fokus dengan laptopnya.
" Mas ini kopinya " ucap Tya sambil meletakkan secangkir kopi di meja.
" Makasih ya sayang " ucap Ardi melihat ke arah Tya dan tersenyum.
" Iya mas " jawab Tya.
Setelah itu Ardi kembali fokus pada laptopnya. Sedangkan Tya pergi menaiki tempat tidur. Tya meminum susu ibu hamil yang ia buat tadi sampai habis lalu meletakkan gelas itu di nakas.
Tya melihat ada sebuah pesan pada ponselnya. Tya pun membukanya. Sebuah pesan dari nomor yang tidak di kenal.
" Ini gue Bela. Gue mau ketemu sama lo besok berdua. Ini soal suami lo Ardi dan ini penting. Gue tunggu di kafe deket kampus besok siang. Jangan kasih tahu Ardi kalo lo mau tahu soal penting ini" ucap orang itu dalam pesannya yang tak lain adalah Bela.
" Bela? Hal penting apa? Kok aku jadi penasaran " gumam Tya.
Karena penasaran Tya pun menyetujui alasan Bela.
" Oke " jawab Tya dalam pesan tersebut.
Mohon maaf semua saya baru bisa update lagiπ Sekali lagi saya minta maaf karena kondisinya yang tidak memungkinkan dan juga karena beberapa kesibukan ππ
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
__ADS_1
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05π