Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
234. Menjenguk Yeni


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Ardi dan Tya langsung berpamitan untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Yeni. Mereka akan menitipkan Aditya pada Bu Dewi.


" Bu titip Adit dulu ya, Tya sama Mas Ardi mau jenguk Yeni di rumah sakit " ucap Tya pada Bu Dewi.


" Iya sayang kamu tenang aja. Ibu seneng kok jad bisa main sama cucu ibu ini " jawab Bu Dewi sambil menciumi Aditya.


" Ya udah bu, kita berangkat dulu " ucap Ardi.


Ardi dan Tya pun mencium tangan Bu Dewi.


" Kalian hati-hati " ucap Bu Dewi.


" Iya Bu " jawab Ardi.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya.


" Walaikumsalam " jawab Bu Dewi.


Mereka pun berangkat ke rumah sakit. Ardi menggendong Tya ke dalam mobil lalu menaruh kursi rodanya di bagasi. Setelah itu Ardi langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Ardi mendorong kursi roda Tya menuju ruang perawatan Yeni.


Di depan ruang perawatan itu ada Tante Rita dan Bibi Yosi.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya menghampiri mereka.

__ADS_1


" Walaikumsalam " jawab Tante Rita dan Bibi Yosi berdiri dari duduknya.


Ardi dan Tya pun menyalami mereka.


" Maaf ya Tante bibi, Tya baru bisa ke sini buat jenguk Yeni " ucap Tya pada mereka berdua.


" Iya gak papa sayang " jawab Bibi Yosi tersenyum mengusap kepala Tya.


" Kami tahu kamu juga harus mengurus putra kalian kan. Kamu fokus saja sama putra kalian dan jangan khawatir, disini Yeni ada kami yang menjaganya " sambung Tante Rita.


" Iya tante " jawab Tya.


Ardi melihat sekeliling dan tidak ada Leon disana.


" Leon kemana tante? " tanya Ardi.


Ardi pun hanya menganggukkan kepalanya, ia akan menanyakannya lagi pada Leon nanti.


" Kalian mau menemui Yeni kan? Kalian masuk saja " ucap Tante Rita.


" Iya tante. Terima kasih " jawab Ardi.


Ardi pun membawa Tya masuk ke dalam ruangan Yeni setelah memakai baju khusus. Ardi mendorong kursi roda Tya mendekati brankar Yeni. Tya tidak bisa menahan tangisnya saat melihat keadaan Yeni. Di tubuhnya terdapat cukup banyak memar dan luka serta kepalanya yang tertutup perban.


" Dek, maaf ya mbak baru bisa jenguk kamu " ucap Tya sambil menangis.

__ADS_1


Ardi hanya mengusap pundak Tya untuk menenangkannya.


" Kamu harus bangun, kita semua disini nunggu kamu. Kamu juga harus bangun demi Leon dan calon anak kalian. Mereka butuh kamu agar bisa bertahan. Kalo kamu gini terus gimana mereka bisa tumbuh " ucap Tya semakin tergugu.


" Sudah sayang. Kamu jangan nangis lagi " ucap Ardi memeluk Tya.


" Aku gak tega mas liat Yeni kayak gini. Gimana juga kandungan mas kalo keadaan Yeni kayak gini. Kasian juga Leon, mereka baru dapat kabar bahagia kalo Yeni hamil dan malah sekarang ada musibah ini " ucap Tya.


" Iya sayang. Kita doakan semoga Yeni cepat sadar dan berkumpul lagi sama kita semua " ucap Ardi.


Tya pu menganggukkan kepalanya.


" Kita keluar ya sayang, biar Yeni istirahat. Kita juga gak bisa ninggalin Adit lama-lama " ucap Ardi pada Tya.


" Iya mas " jawab Tya.


Tya kembali melihat Yeni yang masih memejamkan matanya.


" Dek, mbak pergi dulu ya. Kamu harus cepet sadar ya. Emang kamu gak kangen sama Adit keponakan kamu. Kami semua disini terus mendoakan kamu. Jadi kamu juga harus semangat untuk sadar demi kami semua, demi Leon dan demi calon anak kalian " ucap Tya sebelum pergi.


Setelah itu Ardi dan Tya pun keluar dari ruang perawatan itu, membiarkan Yeni yang masih betah m memejamkan matanya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2