Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
48. Ya atau Gak


__ADS_3

Di dalam mobil Ardi terus memandangi Tya dengan sesekali melihat ke arah jalan, untung saja jalanan sedikit lenggang jadi tidak terlalu berbahaya. Tya yang terus dipandang pun jadi salah tingkah.


" Ardi, kenapa liatin aku terus sih" ucap Tya gugup karena Ardi terus memandanginya.


" Kamu cantik banget malam ini" ucap Ardi tanpa mengalihkan pandangannya dari Tya.


Blush.


Wajah Tya langsung memerah seperti tomat yang sudah matang. Ardi tersenyum melihat itu.


" Ya ampun Tya, muka kamu kenapa merah, kamu demam? " ucap Ardi sambil menempelkan tangannya di kening Tya. Dia pura-pura tidak tau jika Tya sekarang sedang malu karena ulahnya.


Tya menepis tangan Ardi dari keningnya.


" Apaan sih aku gak sakit, mending kamu fokus aja ke jalan" ucap Tya sambil menutupi malunya.


Ardi tersenyum melihat Tya yang sedang malu, menurutnya wajahnya sangat lucu.


Tak berapa lama mobil pun berhenti.


" Kita udah sampe?" tanya Tya saat Ardo mematikan mesin mobilnya.


" Udah" jawab Ardi.


Ardi melepaskan sabuk pengaman Tya lalu dia turun untuk mengambil kursi roda Tya di bagasi. Setelah itu, Ardi membawa Tya ke tengah taman yang sudah dihias dengan lampu warna-warni dan bunga mawar. Disana juga sudah ada beberapa meja dan kursi. Taman itu diubah menjadi romantis.



Saat sampai di tengah lapangan, ternyata disana sudah ada teman-teman mereka dan juga ada Leon serta Dareen dan Risky yang tidak sengaja bertemu mereka dan bergabung.


" Kalian semua udah disini" ucap Tya pada teman-temannya.

__ADS_1


" Iya dari tadi" jawab Lisa.


" Kita telat dong " ucap Tya merasa tidak enak hati karena terlambat datang.


" Nggak kok, kita juga belum lama" ucap Aska.


Kemudian Ardi pun membawa ke tengah-tengah mereka. Seketika lampu padam dan hanya menyisakan satu lampu yang menerangi Tya dan Ardi.


Tya pun bingung kenapa cuma ada lampu yang menerangi mereka dan kenapa hanya dia dan Ardi yang ada di tengah.


" Ardi kita ngapain?" tanya Tya bingung. " Kenapa juga lampunya pada mati" lanjut Tya.


Kemudian terdengar suara gitar dipetik dan Ardi berjongkok di depan Tya.


" Ardi kamu ngapain?" tanya Tya tambah bingung.


" Tya, mungkin ini terlalu cepet, tapi aku gak bisa nahannya lagi, kalo sejak pertama aku ketemu kamu gak sengaja di rumah dekat rumah kakakku saat aku nangkep kamu yang hampir jatuh, aku udah tertarik sama kamu Tya. Semakin lama aku kenal kamu, semakin kita deket aku yakin kalo aku udah bener-bener jatuh cinta sama kamu, aku pengen kita lebih dari sekedar temen, jadi apa kamu mau jalin hubungan bareng aku" ucap Ardi sambil terus menatap mata Tya.


Mata Tya mulai berkaca-kaca, dia tidak menyangka jika Ardi akan menyatakan perasaannya.


" Aku gak peduli, aku tulus sama kamu, aku bakal terima semua kekurangan dan kelebihan kamu" ucap Ardi meyakinkan Tya.


Tya menatap mata Ardi, dia tidak menemukan kebohongan disana, hanya ada ketulusan yang terlihat dari mata Ardi.


" Jadi kamu tinggal jawab ya atau gak"ucap Ardi.


" Ya Ar, aku mau" jawab Tya tersenyum.


Akhinya semua yang disana pun bersorak memdengar jawaban Tya.


" Kamu serius?" tanya Ardi.

__ADS_1


Tya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Kemudian Ardi mengeluarkan kalung yang sudah disiapkannya untuk hari ini.



Kemudian Ardi memasangkannya pada leher Tya.


" Kamu suka?" tanya Ardi melihat kalung itu sudah terpasang di leher Tya.


" Iya, aku suka banget" jawab Tya tersenyum.


" Itu bakal jadi pengingat kamu, kalo kamu sekarang milik aku, jaga kalung itu, sama kaya kamu jaga gelang ini" ucap Ardi sambil memegang tangan Tya yang ada gelang couple dengannya.


" Pasti akan aku jaga" ucap Tya. Tya merasa sangat bahagia, perasaannya terhadap Ardi ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.


Kemudian lampu pun kembali menyala, kemudian teman-teman mereka menghampiri ke tengah.


" Akhirnya Ar rencana lo berhasil dapetin hati Tya" ucap Aska merangkul Ardi.


" Selamat ya mba" ucap Yeni langsung memeluk Tya. Tya pun hanya tersenyum.


" Langgeng ya kalian, doain gue ya supaya nyusul punya pacar" ucap Reno dengan cengir kudanya.


" Emang ada yang mau sama lo?" ucap Ilham.


" Ada, tapi itu si penghuni kebun binatang" celetuk Lisa.


Mereka pun tertawa mendengar celetukan Lisa, sedangkan Reno hanya menunjukan bibirnya yang mengerucut.


" Udah-udah, ayok mending kita makan" ucap Ardi.

__ADS_1


Kemudian mereka menuju meja yang sudah terhidang makanan.


Mohon bantuan likenya ya๐Ÿ˜Š Terima kasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2