
Pagi harinya, Ardi sedang sarapan bersama keluarganya. Pak Gunawan dan Bu Dewi akan kembali ke kota mereka besok.
Setelah sarapan, mereka bersantai di taman belakang.
" Ar, kamu libur satu bulan kan? " tanya Pak Gunawan.
" Iya yah " ucap Ardi.
" Baiklah kalau begitu, kamu besok ikut ayah pulang " ucap Pak Gunawan.
" Emangnya ada apa yah? " tanya Ardi.
" Kamu akan latihan selama sebulan ini dan kamu harus mulai belajar bisnis. Kamu harus siap Ar, apalagi kamu tau sendiri musuh bisnis keluarga kita banyak " ucap Pak Gunawan.
Ardi pun terdiam. Dia memang harus mulai mempersiapkan semuanya, tapi dia juga berat harus berjauhan dari Tya apa lagi selama sebulan lamanya.
" Tenang aja Ar, kamu kan masih bisa berhubungan dengan ponsel" ucap Mas Andi yang tau apa yang dipikirkan adiknya itu.
Pak Gunawan tersenyum mendengarnya. " Kamu bisa menemuinya dulu sebelum kita berangkat " ucap Pak Gunawan.
" Baiklah " ucap Ardi.
" Ini juga demi kebaikanmu, jika kamu ingin tetap bersama Tya kamu harus bisa melindunginya. Bisa saja musuh keluarga kita akan menyakitinya jika tau dia kekasihmu " ucap Ayah Nadi.
" Iya yah, Ardi gak bakal biarin siapa pun menyakiti Tya " ucap Ardi.
" Bagus " ucap Pak Gunawan menepuk bahu Ardi. " Lebih baik sekarang kamu menemuinya karena besok kita akan berangkat pagi " lanjut Pak Gunawan.
" Iya yah, Ardi ganti baju dulu" ucap Ardi lalu beranjak pergi ke kamarnya.
Setelah berganti baju Ardi pun menelpon Tya.
Telpon tersambung.
" Halo Assalamuaikum" ucap Tya dari ujung sana.
" Walaikumsalam" jawab Ardi. " Aku ke rumah ya, ada yang mau aku omongi sama kamu" ucap Ardi.
__ADS_1
" Emangnya ada apa?" tanya Tya.
" Nanti aja kalo aku udah sampe disana" ucap Ardi. " Aku tutup dulu. Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab Tya kemudian sambungan telepon itu mati.
Ardi meraih kunci motornya lalu melaju menuju rumah Tya. Setelah tiga puluh menit akhirnya Ardi sampai.
Ardi mengucapkan salam. " Assalamuaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " terdengar sahutan dari dalam.
Pintu pun terbuka. ternyata itu Tya.
" Kita bicara di teras aja ya " ucap Tya. Ardi pun menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba Bu Sari datang dengan membawa sekeranjang sayur.
" Eh ada nak Ardi" ucap Bu Sari saat melihat Ardi sedang duduk di teras bersama Tya.
" Ini bi, Ardi bawain roti " ucap Ardi memberikan roti yang tadi sengaja dibelinya.
" Terima kasih ya nak. Bibi masuk dulu" ucap Bu Sari. Ardi pun mengangguk.
Setelah Bu Sari masuk ke dalam Tya pun mulai bertanya.
" Kamu mau ngomongi apa? " tanya Tya pada Ardi.
" Besok aku akan pergi keluar kota, ke kota asalku" ucap Ardi.
" Loh kenapa? Memangnya ada apa?" tanya Tya dengan wajah sedih.
Ardi menggenggam tangan Tya lalu tersenyum.
" Gak ada apa-apa, aku hanya akan latihan dan belajar bisnis untuk mempersiapkan diriku" ucap Ardi.
" Berapa lama kamu kembali?" tanya Tya.
__ADS_1
" Mungkin saat sekolah dimulai" jawab Ardi.
Tya diam, tidak menjawab perkataan Ardi. Ardi tau Tya berat berpisah dengannya, Ardi pun sebenarnya enggan meninggalkan Tya terlalu lama.
" Aku sebenernya juga gak mau lama-lama jauh dari kamu, tapi ini demi kebaikan kita. Aku pasti bakal kangen banget sama kamu" ucap Ardi masih menggenggam tangan Tya.
" Aku juga" ucap Tya tersenyum.
" Gak papa kan aku pergi ?" tanya Ardi.
" Iya, kamu baik-baik disana. Selalu kasih kabar aku" ucap Tya.
" Pasti, kamu jangan nakal disini" ucap Ardi kemudian mencubit hidung Tya.
" Ih sakit tau " ucap Tya lalu memegang hidungnya.
Ardi tertawa melihat Tya. Ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
" Ehem" dehem Yeni.
Tya pun langsung melepaskan genggaman Ardi.
" Sejak kapan kamu disitu" ucap Ardi.
" Sejak kamu pegang tangan mba Tya" ucap Yeni tertawa.
" Jadi kamu denger semuanya?" tanya Tya pada Yeni.
" Iya " jawab Tya kemudian tertawa.
Blush wajah Tya memerah. Sedangkan Ardi santai saja.
" Udah mba gak usah malu" ucap Yeni. " Oh iya ini minumannya sampe lupa" Yeni lalu menaruh gelas yang berisi minuman di meja.
Yeni pun ikut bergabung mengobrol bersama Tya dan Ardi.
Mohon bantuan likenya ya๐ Terima kasih๐๐
__ADS_1