
Beberapa saat kemudian dokter terlihat keluar dari ruang IGD. Ardi pun langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana istri dan anak saya dok? Mereka baik-baik saja kan?" tanya Ardi pada dokter tersebut.
" Istri anda mengalami pendarahan yang hebat disebabkan benturan yang keras pada perutnya. Untuk menyelamatkan keduanya kita harus segera mengeluarkan bayi itu dengan melakukan operasi. Karena sekarang kondisi istri anda sangat berbahaya " jawab dokter tersebut.
Semua orang terkejut setelah mendengar itu. Ardi pun merasa semakin hancur setelah mengetahui kondisi Tya. Sedangkan Bu Dewi menangis di pelukan Pak Gunawan.
" Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok " ucap Ardi.
" Baik kami akan berusaha sebaik mungkin. Sekarang anda ikut saya untuk surat persetujuannya " jawab dokter itu.
Setelah mempersiapkan semuanya, Tya akan menjalani operasi untuk mengeluarkan bayi yang baru tujuh bulan dikandungnya.
" Selamat siang tuan. Maaf kami terlambat " ucap dokter Diki, dokter pribadi keluarga Wicaksono.
Dokter Diki datang bersama dokter Sinta yang menjadi dokter kandungan Tya setelah Pak Gunawan memberitahu kondisi Tya.
" Siang. Tolong pastikan menantu dan cucu saya akan baik-baik saja " ucap Pak Gunawan.
__ADS_1
" Baik tuan " jawab dokter Diki.
Tak lama kemudian brankar Tya didorong oleh beberapa perawat untuk memasuki ruang operasi.
" Sayang kamu yang kuat ya. Kamu dan anak kita pasti bisa melewati ini. Aku nunggu kamu disini " ucap Ardi lalu mengecup kening Tya sebelum masuk ruang operasi.
Ardi tidak diizinkan ikut masuk ke ruang operasi karena beberapa dokter akan melakukan operasi Tya.
Tya pun masuk ruang operasi dan beberapa dokter termasuk dokter Diki dan dokter Sinta.
" Ya Allah selamatkan Tya " ucap Ardi saat melihat lampu ruang operasi menyala.
Ardi pun melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua siang.
" Iya yah. Aku titip istriku. Bilang terjadi sesuatu cepat beritahu aku " ucap Ardi.
" Pasti " jawab Pak Gunawan menepuk bahu Ardi.
Kemudian Ardi pun bergegas membersihkan dirinya. Ia meminta tolong Angga untuk mencarikan baju ganti untuk dirinya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan diri, Ardi pergi ke mushola rumah sakit untuk melaksanakan sholat dzuhur.
" Ya Allah hamba memang bukan lah orang yang baik dan memiliki banyak dosa. Tapi hamba mohon selamatkan istri dan anak hamba. Lancarkan lah operasinya. Hamba janji akan menjaga dia dengan baik setelah ini. Hanya kepadamu lah hamba memohon dan meminta pertolongan" ucap Ardi dalam doanya.
Ardi tidak bisa menahan air matanya. Hatinya begitu sakit saat melihat wanita yang sangat ia cintai terbaring lemah.
Setelah selesai Ardi pun langsung pergi ke ruang operasi. Ardi melihat lampu ruang operasi masih menyala yang artinya operasi belum selesai.
Ardi pun mendudukkan tubuhnya dan mengusap wajahnya.
" Sabar sayang. Kita berdoa supaya istri dan anak kamu baik-baik saja " ucap Bu Dewi pada Ardi.
" Iya bu " jawab Ardi.
Sedangkan Pak Gunawan pergi untuk menelepon Ayah Nadi untuk memberitahukan kondisi Tya.
Setelah menunggu sekitar empat jam akhirnya lampu ruang operasi pun mati yang menandakan bahwa operasi telah selesai. Ardi segera berdiri dari duduknya dan benar saja terlihat dokter Diki keluar dari ruang operasi tersebut.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π