Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
111. Memasak


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Keluarga Wicaksono mereka semua langsung pergi ke kamar masing-masing untuk melaksanakan sholat Ashar karena memang sudah waktunya sholat Ashar.


Ardi dan Tya melaksanakan sholat Ashar berjamaah. Tak lupa setelah selesai melaksanakan sholat Tya mencium tangan Ardi dan Ardi mengecup kening Tya.


Tya membereskan perlengkapan sholat yang mereka gunakan tadi. Sedangkan Ardi mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan kaos.


Ardi mendudukkan dirinya di sofa dan membuka laptopnya. Dia berniat mencari kampus yang bagus untuk dirinya dan juga Tya.


" Mas aku keluar sebentar ya " ucap Tya setelah selesai membereskan perlengkapan sholat.


" Ngapain? Kamu butuh sesuatu? Panggil bibi aja " jawab Ardi.


" Aku masih bisa sendiri kok mas " ucap Tya tersenyum.


" Tapi sayang... " belum sempat Ardi mau menjawab sudah dipotong Tya.


" Gak papa. Aku malah gak suka kalo apa yang masih bisa aku lakuin sendiri dilayani sama orang lain " ucap Tya.


" Ya sudah. Kalo ada apa-apa panggil aku " ucap Ardi.


" Iya mas " jawab Tya tersenyum.


Kemudian Tya membuka pintu kamar dan keluar sedangkan Ardi kembali fokus ke layar laptopnya untuk mencari kampus untuk mereka.


Di dapur terlihat Mbok Inem seorang wanita paruh baya yang sudah berkerja di rumah keluarga Wicaksono sudah sangat lama bahkan sebelum Pak Gunawan menikah. Mbik Inem sedang memasak untuk makan malam.


" Mbok " panggil Tya.

__ADS_1


" Nona Muda " ucap Mbok Inem.


" Ada yang Nona Muda butuhkan ?" tanya Mbok Inem.


" Gak ada bi " jawab Tya.


" Boleh gak buat hari ini Tya yang masak " lanjutnya.


" Tentu saja boleh Nona " jawab Mbok Inem tersenyum.


" Terima kasih mbok " ucap Tya senang.


Mbok Inem pun hanya membalasnya dengan senyuman.


Tya mulai memasak untuk keluarga barunya dengan dibantu Mbok Inem. Mereka terlihat sudah sangat akrab dan terlihat sering mengobrol.


" Mbok " panggil Tya.


" Mbok sudah lama ya berkerja dengan keluarga ini?" tanya Tya pada Mbok Inem.


" Sudah Nona. Sebelum Tuan Gunawan menikah saya sudah berkerja di keluarga ini " jawab Mbok Inem.


" Ouh berarti saat Ardi lahir Mbok juga sudah bekerja di keluarga ini " ucap Tya.


" Iya Nona " jawab Mbok Inem.


" Oh iya mbok, selama Mbok bekerja disini Ardi pernah bawa perempuan ke rumah gak sebelumnya ?" tanya Tya lagi.

__ADS_1


Mbok Inem tersenyum mendengar pertanyaan Tya.


" Tidak pernah Nona. Tuan Muda hanya berteman dekat dengan Tuan Rendy dan Tuan Frans. Selain mereka berdua tidak ada yang Tuan Muda bawa kemari "jawab Mbok Inem.


Di kamar, Ardi gelisah karena istrinya belum juga kembali ke kamar.


" Kemana sih kok lama banget " gumam Ardi.


Kemudian Ardi menutup laptopnya dan keluar menyusul istrinya. Ardi tidak menemukannya dimana-mana. Saat bersamaan juga Bu Dewi baru keluar dari kamar. Ia melihat Ardi seperti sedang kebingungan.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Bu Dewi pada anaknya.


" Aku sedang mencari Tya bu. Dia bilang mau keluar kamar sebentar tapi belum kenal" jawab Ardi.


" Kamu sudah mencarinya di semua tempat?" ucap Bu Dewi.


" Tinggal dapur bu " jawab Ardi.


" Ayo coba kita cari di dapur " ucap Bu Dewi.


Kemudian mereka pergi ke dapur dan benar saja Tya nerada disana sedang memasak bersama Mbok Inem.


" Sayang " panggil Ardi saat melihat istrinya sedang memasak.


" Mas? " ucap Tya.


" Aduh menantu ibu ternyata punya masak " ucap Bu Dewi. Tya pun tersenyum.

__ADS_1


Setelah masakan tersebut selesai. Ardi dan Tya kembali ke kamar mereka untuk mandi karena sebentar lagi akan magrib. Begitu pula dengan Bu Dewi.


Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2