Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
160. Beraktivitas Kembali


__ADS_3

Hari pun telah berganti. Ardi yang sudah merasa dirinya sudah sembuh pun akan pergi kuliah dan bekerja. Setelah lari pagi Ardi pun membersihkan dirinya. Sedangkan Tya menyiapkan baju ganti untuk Ardi.


Setelah menyiapkan baju untuk Ardi, Tya keluar dari kamar untuk melihat apakah sarapan sudah siap atau belum. Sesampainya di meja makan terlihat Mbok Inem sedang menata makanan untuk sarapan di meja makan.


" Sudah selesai semua mbok?" tanya Tya pada Mbok Inem.


" Sudah nona muda " jawab Mbok Inem.


Tak lama terlihat Pak Gunawan dan Bu Dewi memasuki ruang makan dan mendudukkan tubuh mereka.


" Pagi ayah ibu " ucap Tya.


" Pagi sayang " jawab Pak Gunawan dan Bu Dewi tersenyum.


" Suamimu mana sayang?" tanya Bu Dewi pada Tya.


" Mas Ardi masih mandi bu " jawab Tya.


" Tya ke kamar dulu mau lihat Mas Ardi " ucap Tya.


Pak Gunawan dan Bu Dewi pun menganggukkan kepalanya mengiyakan.


" Mbok tolong buatkan teh untuk Mas Ardi. Saya ke kamar dulu " ucap Tya pada Mbok Inem.


" Baik nona muda " jawab Mbok Inem.


Ardi yang baru saja keluar dari kamar mandi tidak menemukan Tya di kamar mereka.


" Kemana perginya istriku ?" ucap Ardi.


Kemudian Ardi memakai baju yang sudah disiapkan oleh Tya di atas tempat tidur.


Ceklek.


Terdengar suara pintu terbuka. Terlihat Tya yang memasuki kamar dengan tersenyum pada Ardi.

__ADS_1


" Kamu dari mana sayang?" tanya Ardi pada Tya.


" Dari ruang makan mas " jawab Tya.


Tya mengambil handuk yang tadi pakai Ardi di atas tempat tidur lalu Tya meletakkannya kembali di kamar mandi. Tya kembali lagi setelah meletakkan handuk di kamar mandi.


" Kamu beneran mau pergi kuliah mas? Kamu kan baru sembuh " tanya Tya pada Ardi yang sedang menyisir rambutnya.


" Iya sayang. Aku sudah gak papa kok " jawab Ardi.


" Ya sudah " ucap Tya.


Setelah selesai menyisir rambutnya Ardi pun mendekati Tya. Ardi mencium puncak kepala Tya cukup lama.


" Ayo kita sarapan mas " ucap Tya setelah Ardi melepaskan ciumannya.


" Sebentar sayang. Kamu belum menciumku " ucap Ardi.


" Apa itu harus mas ?" ucap Tya.


" Tapi ayah dan ibu sedang menunggu kita untuk sarapan mas " ucap Tya.


" Kalau kamu gak mau mencium suamimu ini kita gak akan keluar dari kamar ini " ucap Ardi.


" Baiklah sini " jawab Tya.


Ardi pun mendekatkan wajahnya pada wajah Tya.


Cup.


Tya mencium pipi Ardi. " Sudah kan?" ucap Tya pada Ardi.


Ardi pun tersenyum setelah mendapatkan ciuman di pipi dari Tya.


" Sudah ayo kita keluar " ucap Ardi.

__ADS_1


Kemudian mereka pun keluar dari kamar dan pergi menuju meja makan.


" Kenapa kalian lama sekali ayah sudah lapar " ucap Pak Gunawan saat melihat Ardi dan Tya.


" Maafkan kami ayah " ucap Ardi lalu duduk di salah satu kursi.


" Sudahlah. Ayo kita sarapan " ucap Bu Dewi.


Mbok Inem datang dari dapur membawa secangkir teh dan segelas susu.


" Silahkan tehnya tuan muda " ucap Mbok Inem.


" Ini susu anda nona muda " lanjut Mbok Inem memberikan segelas susu pada Tya.


" Terima kasih mbok " ucap Tya tersenyum.


" Sama-sama nona muda. Saya permisi " jawab Mbok Inem.


Kemudian Mbok Inem pergi kembalo ke dapur. Sedangkan mereka memulai sarapan. Tya mengambilkan nasi dan lauk untuk Ardi seperti biasanya.


Setelah selesai sarapan Ardi langsung pamit pergi untuk kuliah dan bekerja pada Tya setelah berpamitan pada ibunya.


" Aku berangkat dulu sayang. Kamu baik-baik di rumah " ucap Ardi pada Tya.


" Iya mas hati-hati di jalan. Nanti setelah kerja langsung pulang " jawab Tya.


" Iya sayang " ucap Ardi lalu mencium kening Tya dan Tya pun tak lupa mencium tangan Ardi.


" Assalamualaikum " ucap Ardi.


" Walaikumsalam " jawab Tya.


Setelah mobil Ardi keluar dari halaman rumah Keluarga Wicaksono Tya pun masuk ke rumah untuk menunggu seorang dosen yang Ardi minta untuk memberikan pelajaran di rumah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2